
Siang itu Bima menjemput Diah di butiknya dan sudah memberi tahu Diah dari pagi setelah mengantarnya. Namun Diah tak ada pemikiran apa pun akan hal itu.
Sesampainya di rumah Diah di kejutkan oleh Tiara dan Roby serta anaknya yang sudah berusia 5 tahun sekarang. Diah tak percaya dan tidak ada yang memberi tahukan kepadanya dan itu benar-benar kejutan menurutnya.
"Hai mbak..., apa kabarnya sekarang? ke Palembang gak beri tahu kami, dan maaf saat papa meninggal kami gak kerumah mbak. Karena kami sedang ada di luar negri karena ada pekerjaan mbak.." ucap Tiara yang memeluk Diah.
"Iya gak apa-apa kok Tiara. Semua sudah berlalu, dan mbak sudah mengikhlaskannya."
"Kenapa gak kasih kabar kalau mau mampir ke rumah, mbak gak ada buat persiapan menyambut kalian nih."
"Bagaimana kalau kita pesan atau makan diluar kita rayakan pertemuan ini." ucap Diah yang tidak enak hatinya.
"Ma.., tenang saja Aira sudah siapkan semuanya kok di taman belakang. Om, tante, yuk kita makan siang sekarang?" ajak Aira yang sudah menyiapkan semuanya.
"Loh, Aira tidak ke sekolah? Kok tahu dan sudah buat persiapan?" Diah bingung dengan semuanya.
"Iya ma, hari ini tuh libur karena guru rapat untuk ujian kelas 3 ma. Dan mama pasti lupa, hari ini juga adalah hari ultahnya mama..."
"Selamat ulang tahun mama..."
"I love you.." ucap Aira yang mencium mamanya.
Diah pun terkejut saat kue ultah itu keluar dari balik pintu yang di bawakan oleh Bima suaminya. Wajah Diah merona merah dan dia terlihat malu, ternyata Bima dan Aira sudah menyiapkan semuanya untuk Diah saat itu.
__ADS_1
Bima memberikan sebuah kecupan di dahi istrinya, Tiara dan Roby sangat senang dan kagum pada mereka berdua. Semakin hari mereka sangat romantis setelah masa buruk itu dapat mereka lewati dengan sangat menyakitkan.
Roby dan Tiara pun saling merangkul dan tersenyum bersama mereka. Hari itu Aira memasak makanan yang sangat spesial untuk semuanya.
Momen seperti ini sangat jarang terjadi dan bisa berkumpul bersama, melupakan masa lalu yang pernah terjadi diantara Tiara dan Bima saat itu.
Diah sangat berjiwa besar dan dia juga selalu memaafkan orang-orang yang sudah berbuat jahat padanya dengan mudahnya. Dan itu yang di sukai Bima dari Diah istrinya yang menurutnya jarang ada wanita yang seperti itu.
****
Disaat gundah-gulana Vera melihat kakaknya yang ada di rumah sakit penjara. Dia tidak menampakkan diri, melainkan bersembunyi dan melihat dari kejauhan saja. Lastri terlihat sedang sholat namun masih belum sempurna gerakannya. Tapi itu menandakan bahwa dia sekarang sudah mengingat Sang Penciptanya dan mungkin ingin bertobat akan segala perbuatannya.
Vera sangat senang melihat perubahan Lastri perlahan-lahan membaik, dan dokter juga mengatakan dalam 2 tahun ini amat sulit baginya. Lastri begitu keadaannya karena dia belum bisa menerima kenyataan dan bahkan masih merasa dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan saat itu.
"Baiklah dok, nanti saya kesini lagi membawa anaknya. Mudah-mudahan Lastri bisa membaik setelah melihat anak-anaknya." Vera pun permisi pergi.
Sesampainya dirumah Vera mengatakan apa yang di katakan dokter tersebut, dan memperlihatkan rekaman Vera tadi. Vera merekam Lastri dengan ponselnya saat disana tadi, agar ibu dan bapaknya bisa melihat keadaan Lastri juga dari rumah.
Ibunya Bima sekarang sudah sehat, dan sudah beraktivitas seperti biasanya kembali. anak Lastri sekarang di rumah hanya ada 2 orang saja. Yang paling besar ikut ayahnya kerja dan yang satunya lagi masih di pesantren, terkadang pulang kalau sudah liburan.
Anak Lastri yang dua orang itu di sekolahkan oleh Bima, setiap bulan mengirim uang untuk ibunya dan sekolah anak-anak Lastri. Dan Diah juga tahu akan hal itu, tak ada masalah dengannya.
Diah dan pengasuh Abid...
__ADS_1
Pengasuh Abid ternyata diam-diam sering meminjam buku dari Aira dan membaca serta mempelajarinya. Aira dan pengasuh Abid sangat akrab, bahkan terkadang mereka sering berada di kamar Aira seharian bertiga disana.
Rina dan Abid juga sangat dekat sekali, Diah juga terkadang membuatkan khusus gaun untuk kedua wanita itu. Rina dan Aira memakai gaun yang sama di acara pernikahan Raisa dan Dito nanti yang akan diadakan di Bali tahun depan.
Intan juga sangat ramah dengan Diah dan sering main ke butiknya, dia juga sempatkan untuk belajar disana mengenai kain-kain. Raisa dan Dito juga sudah memesan Diah sebagai desainer baju resepsi mereka nanti. Saat lebaran Diah ke Palembang segera mampir untuk mengukur sekalian melihat beberapa rancangan dari Diah.
Hidup Diah sekarang sudah berubah, dan juga dengan Bima. Dulu hanya seorang buruh dan bergaji pas-pasan, sekarang dia sudah berjaya karena terus berusaha dan tak pernah menyerah.
Semua kerja kerasnya kini menghasilkan, dan orang-orang yang pernah meremehkannya malu bertemu dengan Bima. Begitu juga dengan adiknya Bima yang sekarang sudah hampir setara dengan Bima gaji dan tempat tinggalnya.
Monik kini sadar sekarang sudah tak ada artinya lagi sombong dan pamer dengan orang-orang. Karena dia tahu kehidupan berjalan dan bisa suatu saat mereka yang jatuh atau di jatuhkan.
Monik sudah menjadi seorang ibu, kini dia lebih sering mengunjungi ibunya di rumah. Dan juga sering membawa anaknya menemui omanya, mama mertua Monik di rumahnya setiap akhir pekan.
Damar senang melihat banyak perubahan dalam diri Monik saat ini. Semua itu berkat kehadiran anak mereka Rayan, yang membuat hati Monik menjadi luluh dan sangat penuh kasih sayang.
Monik juga sering menelpon Bima dan menanyakan kabar mereka sekeluarga di Bali. Dan menanyakan Diah kakak iparnya, Monik sangat banyak bersalah kepada Diah. Dulu pernah mengusirnya dari rumah, dulu juga sudah pernah menghina dan mencacinya. Tapi Diah tak pernah membalas hinaan dan cacian itu kepada Monik.
Sekarang Monik menyadarinya saat sudah menikah dan berumah tangga. Bahwasannya untuk menjadi seorang menantu, istri dan juga seorang ibu itu tidaklah mudah yang pernah dia bayangkan. Begitu banyak yang harus di persiapkan dan di hadapi untuk bisa menjalankan perannya itu semua.
Dan Monik sudah menyadarinya, dia juga sudah meminta maaf ke abangnya Bima. Dan nanti akan langsung meminta maaf kepada Diah kakak iparnya bila nanti bertemu langsung dengannya. Karena memang kesalahannya Monik sangat besar sekali menurut Monik dan sangat menyakitkan hati kakaknya itu.
Bima juga mengatakan pada Monik bahwa itu yang membuat Bima abangnya itu tidak bisa berpindah ke lain hati selain Diah pendamping dirinya sampai akhir hayatnya nanti.
__ADS_1