
Setelah Aira sudah di temukan, Diah kembali lagi berjualan. Kali ini dia sangat berhati - hati dengan anaknya, dan selalu cepat menjemputnya.
Diah yang selesai jualan jam 10 pagi, melanjutkan beberes rumahnya sebentar.
Setelah pukul 11:30 Dia pun pergi menjemput Aira ke sekolah walaupun mereka pulang pukul 12:00 siang.
Diah tak mau penculikan itu terulang kembali.
Tiara di penjara selama 7 tahun, dan karena hal itu Tiara di ceraikan suaminya. Fakta yang mengejutkan sebenarnya suami Tiara sudah mempunyai kekasih yang lain selain dirinya.
Semakin hancur hidup Tiara, rumahnya sudah di jual dan di bagi dua oleh suaminya itu. Tiara yang tidak memiliki orang tua lagi, kini hanya sebatang kara mendekam di jeruji besi itu.
" Lihat saja kau Diah..., kau akan mendapatkan perhitungan dari ku. Suami mu itu juga pasti bisa aku rebut menjadi milik ku segera. Tunggu saja !" janjinya dalam hati.
Tiara yang sangat membenci Diah dan anaknya Aira. Tiara bermaksud akan menjadikan Bima sebagai suaminya setelah dia bebas dari penjara tersebut.
πππππππππππππ
Diah selalu mengumpulkan uang pendapatan berjualannya, sehingga dia bisa membeli mesin cuci dengan uang itu. Karena setelah berjualan Diah repot kalau harus mencuci dengan tangannya lagi. Apa lagi semua harus cepat selesai di kerjakan sekaligus.
Dan Diah berpikir akan lebih baik ada mesin cuci dirumah, karena mertuanya sering keluar masuk rumah sakit, jadi bisa gampang mencuci pakaiannya ketika ingin cepat mengerjakan sesuatu yang lain.
Mertuanya juga bisa merasa terbantu dengan adanya mesin cuci tersebut, tidak akan capek lagi mencuci dengan manual seperti biasa.
" Tring, tring, tring...!" suara ponsel Diah yang pertanda masuk pesan.
Diah melihat sebuah pesan dari group ibu - ibu sekolah Aira.
" *Bu ibu..., besok kita kumpul yuk. Sudah lama kita gak kumpul, di rumah mama Mona saja kita kumpulnya sambil tunggu anak - anak pulang sekolah." isi pesan yang ada di ponsel tersebut.
" Oke bu..., besok saya bisa datang jam 11 siang yah... biasa lagi jualan." ketik Diah dan mengirimnya*.
Diah sangat tertarik sehingga dia mengerjakan pekerjaan yang untuk besok segera saat itu juga dia kerjakan. Diah menyetrika semua pakaian yang sudah diangkatnya dari jemuran, mengganti sprei kasurnya dan langsung mencucinya sore itu juga.
Diah tak ingin saat berkumpul dia masih ingat akan pekerjaan yang masih ada di rumahnya.
Diah ingin sedikit tenang bersama teman - temannya, biar pikiran tak ruwet di rumah saja.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Vera hari ini kembali lagi ke Jakarta, dua hari lagi cutinya sudah habis. Vera dan anaknya Dania akan kembali pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Dania sudah tamat sekolah, tadinya tinggal bersama neneknya dan tidur malam bersama Monik di kamarnya.
Vera datang ke Palembang bukan cuma hanya karena cuti, tapi memang mau menjemput anaknya untuk tinggal bersamanya di Jakarta.
Dania anak yang baik, namun dia tak mengerti akan pekerjaan, dia rajin tapi harus di suruh dahulu.
Monik pun tak pernah mengajarinya untuk merapikan rumah, sedangkan dia sendiri bila libur kerja tak mau keluar dari kamar kecuali yang tertentu saja.
Pukul 12 siang Monik dan Dania keluar dari kamar, mereka segera makan lalu mandi.
" Hahaha..." terdengar dari dalam kamar Monik.
Diah mendengar suara mereka saat sedang melintas di depan pintu kamar Monik.
" Mereka sepertinya sangat senang sekali. Huh..., aku bukan iri, tetapi aku merasa seperti orang bodoh yang tak punya kesenangan." berkata dalam hatinya.
Keesokan harinya....
Saat mengantar Aira ke sekolah, Diah bertemu dengan temannya mama Mona.
" Eh, mama Aira jangan lupa nanti kita kumpul ya ? Cuma sekedar main - main saja sambil menunggu anak - anak pulang sekolah." ucapnya.
" Iya bu, silahkan. Saya pun mau pulang dan menyiapkan jualan saya juga." kata bu Mona.
Rumah Mona tidak jauh dari sekolah TK nya Aira, dan dia juga berjualan telur gulung, bakso dan nugget. Jajanan itu sangat di minati anak - anak saat melintas pulang sekolah.
Biasanya di siang hari sangat ramai dirumahnya Mona, semua anak - anak sekolah akan membeli dagangannya.
Mona memutuskan untuk berjualan karena dia ingin mencari kesibukan yang dapat menghasilkan uang tambahan untuk sekedar jajan saja.
Saat ini mama Mona sedang hamil anak yang ketiga, dan dia menginginkan anak perempuan.
Anaknya yang pertama dan kedua adalah laki - laki, dan kali ini dia menginginkan seorang anak perempuan.
Namun dia hanya bisa berserah dan pasrah saja kepada Allah dengan apa yang di berikan kepadanya.
Siang itu Diah, Yanti, Yuni, Echi dan, Nany berkumpul dirumah Mona. Semua itu adalah para orang tua murid yang satu sekolah dan satu kelas semua anak - anaknya.
Mereka sangat senang kumpul disana, terlebih lagi Diah yang hilang sedikit penat yang ada di rumah.
Diah membawa sesuatu sedikit makanan untuk makan bersama.
__ADS_1
Mona menyiapkan es sirup untuk di minum bersama - sama di rumahnya.
Kebersamaan sangat terasa disana, semua duduk bercanda dan tertawa bersama.
ke bersamaan dan kebahagian mereka membuat seseorang terusik akan hal itu.
Mona memiliki tetangga yang selalu kepo akan hidup Mona.
Mereka bukan saudara tapi sudah seperti saudara, rumah mereka berhadap - hadapan dan selalu ingin mengurusi - urusan Mona dan keluarganya.
Namun Mona tidak menyadari akan hal itu, Mona tidak pernah berpikiran buruk dengan orang lain. Mona terlalu baik terhadap orang, karena itu orang memperdaya ke baikannya itu.
1 jam kemudian...
" Tring...........!" suara bel sekolah sudah berbunyi.
Anak - anak pun berhamburan keluar dari sekolah. Diah langsung cepat datang ke sekolah untuk menjemput Aira anaknya.
" Aira....!" Diah memanggil.
" Mama...!" Aira berlari ke arah Diah.
Diah memegang dan membawa Aira ke rumah Mona yang hanya menyebrang dan berjalan melewati beberapa rumah.
" Ma, kita mau kemana ?" tanya Aira penasaran.
" Kita ke rumah teman mama dulu, dan Aira mau jajan bakso ada disana. Soalnya ibu Mona jualan bakso goreng." ucap Diah yang begitu senang.
" Hore.......!"
" Aira mau ma !" ucap Aira yang sangat senang sekali.
Aira sangat suka bakso, mau di bakar atau di goreng semua dia suka. Apalagi kalau makan mie bakso, dia sangat lahap makannya.
π Mie Bakso
Ini salah satu kesukaan Diah, Bima dan Aira. Kalau malas memasak Diah dan Bima keluar makan mie bakso bersama Aira.
Kesenangan dan kebahagiaan gak harus mahal bagi Diah, makan di luar dengan semangkuk mie bakso yang harganya hanya 10 ribu sudah membuat Diah dan Aira sangat senang dan keluarga menjadi terasa hangat.
__ADS_1