
🌟 Hari demi hari Bima semakin resah dan kepikiran terus akan perjanjian itu. Akhirnya Bima memutuskan Minggu akan ke penjara menemui Tiara disana. Namun Bima harus berbohong lagi kepada Diah istrinya dan Aira anaknya.
Kini Bima sudah menjadi keseringan bohong kepada keluarga kecilnya.
Sekali berbohong, akan tetap terus berbohong. Karena untuk menutupi kebohongannya yang lain, dan begitu seterusnya.
Minggu pagi Bima sudah bersiap akan pergi, namun Bima berkata kalau dia ada urusan di rumah atasannya.
Memang biasa bosnya suka menyuruhnya kerumah karena ada yang mau di perbaiki atau apalah.
Jadi Diah tak curiga sama sekali kepadanya, dan Diah pun tak mempermasalahkannya walau itu hari libur. Bima mengendari motornya dan pergi menuju dimana Tiara di tahan.
Bima sudah sangat kesal dengan Tiara yang sangat licik itu. Dia ingin bertemu dengan Tiara secara langsung dan Bima juga ingin membicarakan kepadanya sesuatu.
Bima juga punya permintaan ke Tiara agar di berikan kepadanya.
Bima jadi seperti simalakama yang bingung harus bagaimana sekarang ini.
Bima pun sampai disana, dan berbicara pada penjaga bahwa dia ingin bertemu dengan Tiara. Lalu penjaga itu pun memberinya masuk dan disuruh menunggu di sebuah kursi dan meja.
Tak berapa lama Tiara pun datang dengan tangan di borgol, lalu dia duduk di depan Bima dan tersenyum.
" Ternyata kamu mas? ada apa? apa kamu sudah gak sabar ingin bersama dengan ku? atau kau telah merasakan rindu di dalam hati mu itu?" Tiara begitu banyak bertanya.
" Tiara, aku ingin kita sudahi saja semua ini dan juga perjanjian itu. Aku mohon Tiara.." ucap Bima dengan lembut berharap Tiara akan luluh hatinya.
" Apa mas? menyudahinya?! enak saja kau bilang. Aku sudah sangat lama menunggu kesempatan ini, kau malah ingin menyudahinya? apa gak salah ya mas ?!" kata Tiara yang kesal dengan ucapan Bima.
" Tapi Tiara bagaimana nanti dengan kehidupan anak dan istri ku saat aku menikah dengan mu?" tanya Bima dengan marah.
" Tenang saja mas, nanti istri dan anak mu akan aku berikan rumah dan kau boleh mengiriminya uang bulanan kepadanya saat kau sudah menikah dengan ku dan mengelola perusahaan ku." Tiara menjaga Bima agar tak lepas lagi darinya.
Bima terdiam sejenak dan tak tahu mau bagaimana lagi saat itu juga. Lalu penjaga sudah memanggil Tiara untuk masuk lagi ke dalam selnya karena waktu berkunjung sudah habis.
__ADS_1
Bima pun pergi dari penjara itu, dia kembali pulang ke rumah orang tuanya. Bima hanya ingin melihat keadaan ibunya dirumah itu, namun rumah itu terkunci dan tak ada orang dirumahnya.
Dan akhirnya Bima pun pulang kerumahnya sendiri berkumpul dengan istri dan anaknya.
Sampainya dirumah Bima sedikit terkejut, karena di rumahnya sangat ramai dengan orang. Dan Bima mendapat kejutan dari keluarga besar dari istrinya Diah, mereka berkumpul dirumah sekarang.
Begitu banyak makanan dan lauk yang di bawa mereka ke rumahnya. Keluarga terasa hangat dan menyenangkan sekali saat keluarga Diah datang berkunjung.
Lalu tiba - tiba Lastri datang ke rumah Bima dan menyadari dengan keramaian itu, Lastri hanya mencari - cari saja disana.
Lalu Bima datang menghampiri kakaknya, dan Lastri hanya menunggunya diluar saj bersama anak lelakinya.
" Ada apa kak?" tanya Bima.
" Kau masih bertanya? ibu sakit dan masuk rumah sakit, sedangkan kau malah bersenang - senang disini tanpa mengurus ibu disana..!" ucap Lastri.
" Tapi kak, tadi aku baru saja dari rumah dan tidak ada orang satu pun disana." Bima berbicara dengan perlahan.
" Ya percuma kakak tinggal di rumah tapi tak bisa mengurus ibu. Jadi maksud kakak berkata seperti itu untuk apa?" Bima menjadi kesal dengan ucapan Lastri.
" Kalau begitu pergilah dulu dari sini. Nanti aku akan kesana tapi tak bisa sekarang, jadi urus lah ibu sebentar." ucap Bima kepada kakaknya.
Lastri sungguh tidak mempunyai pikiran, ibunya sakit malah datang ke Bima. Bukannya baik - baik berbicara malah memarahinya saat itu sedang banyak orang.
Lastri dari dulu memang sedikit sulit membantu kalau ibunya sedang sakit. Dia selalu beralasan sibuk dan ada saja yang dia katakan kepada ibunya.
Lastri lalu pergi dari rumahnya Bima dan tak ada menyapa siapa pun disana.
Dan tak beberapa menit kemudian Bima izin untuk pergi ke keluar, dia ingin menjenguk ibunya di rumah sakit. Diah tak ikut kesana karena fi rumahnya masih ada orang tuanya, tak sopan kalau pergi di tinggal begitu saja.
Lastri yang pergi dari rumah Bima kembali pulang kerumah, dia malah tiduran dan bersantai di rumahnya.
Sementara ibunya menunggunya untuk di bawakan baju ganti karena sudah kotor 2 hari tak ada ganti.
__ADS_1
" Bu..?" Bima memanggil ibunya.
" Bima ngapain disini? mana Lastri, ibu suruh ambilkan baju ibu di rumah. Sudah 2 hari ibu belum ganti bajunya dan tak ada yang mengelap ibu disini." ucap ibunya.
" Bu, biar Bima pulang sebentar ya ambil baju ibu. Nanti biar Diah sekalian Bima jemput kalau sudah pulang mamanya dari sana." kata Bima perlahan.
" Nak, Diah lagi ada tamu di rumah? jangan kamu ganggu ya nak, biarkan saja nanti ibu akan mandi sendiri saja." kata ibunya.
" Baiklah bu, kalau gitu Bima akan ambil baju saja di rumah ya." kata Bima yang pergi pulang ke rumah ibunya.
Bima pun pulang ke rumah ibunya dan mengambil baju ke kamar ibunya itu. Lalu Bima melihat Lastri yang tengah tidur dirumah tepatnya kamar miliknya saat dulu.
Bima menggelengkan kepalanya melihat keadaan rumah yang berserak dan Lastri hanya tiduran di kamarnya.
Bima mencari tas untuk menempati baju ganti ibunya.
Lastri datang kerumah Bima tadi dengan marah, seolah - olah dia lelah menjaga ibu disana. Ternyata Lastri tidak ada menjaga ibunya, hanya bapaknya yang menjaga.
Sementara Lastri kerja dan tak ada melihat ibunya dirumah sakit, Monik juga tak bisa karena sedang sakit juga.
Lastri ternyata tidak mengurus ibunya sendiri dengan benar, apa yang di bilangnya semua itu adalah salah.
Sementara rumah tak ada yang mengurusnya, kamar ibunya masih banyak sampah dan tempat tidur berserak dimana - mana.
Bima yang kesal langsung pergi dan menutup pintu depan rumahnya dengan membanting pintu tersebut.
" Blam !" suaranya begitu kuat.
Sampai Lastri terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah luar rumahnya. Bima menyalakan motornya dan pergi begitu saja dari rumah tersebut.
Lastri pun hanya cuek saja dan tak menghiraukannya, lalu dia tidur kembali tanpa menghiraukan rumah dan yang lainnya.
Bima pun membawakan pakaian ibunya, dan ibunya di gendong ke kamar mandi duduk di kloset dan mandi segera dan memakai baju yang sudah di bawakan.
__ADS_1