
Ibu Mereka sudah pulang kerumah, dan sudah ada sebulan di rumah.
Lalu Monik memberi tahu ke bapaknya kalau dia akan mengadakan acara lamaran dengan Damar pacarnya.
Ibu dan bapaknya sedikit terkejut karena tiba - tiba Monik memberi kabar baik itu kepada mereka.
" Nanti pak, acara lamarannya akan di adakan bulan depan Minggu ke dua tanggal 21 bulan 02 tahun 2021." ucap Monik ke bapaknya.
Orang tua Monik selalu setuju saja apa yang di bilang anaknya, mereka termaksud orang tua yang tak bisa berkutik sama anaknya.
Anak lebih dominan dari orang tua di rumah itu, sedangkan seharusnya bapaknya adalah kepala rumah tangga tapi tak berwibawa dan tak di hargai.
Bapaknya juga tidak bisa menjadi penengah bagi anak - anaknya di dalam keluarga. Anak - anak perempuannya semua seperti ingin menguasai kedua orang tua.
Bila mereka tak menyetujuinya anak akan marah dan tidak perduli kepada orang tuanya sama sekali.
………………………………………………………………
Tanggal 21 bulan 02 tahun 2021
Hari Minggu akan ada acara di rumah ibu Bima, dari sekarang Jumat sudah sedikit repot dan berbelanja.
Ibu mertuanya sangat senang dan berantusias dengan acara tersebut.
Bagaimana tidak, anaknya yang paling kecil akan dilamar oleh pacarnya di hari Minggu nanti.
Monik sibuk mempersiapkan baju kebayanya dan segala macam untuk nanti dia kenakan.
Monik ingin terlihat perfek saat di acara lamarannya.
Monik memakai jasa dekor dan jasa hantaran untuk dirumahnya. Dan tak lupa fotografer untuk mengambil gambar mereka nanti.
Monik yang memiliki sifat tak ingin terlihat tak mewah acaranya. Selalu memilih terlihat sempurna di saat itu nanti.
Makanan juga inginnya yang enak - enak dan lezat, bahkan dia tak ingin ada yang kurang sedikit pun.
Kakaknya Vera pun ikut datang dan pulang ke tempatnya demi acara adiknya itu.
" Bu, ini uang belanja untuk besok, dan ingat untuk bisa terbeli semuanya." ucap Monik menyerahkan uang sebesar 1 juta kepada ibunya.
Setelah itu, Monik pergi masuk ke dalam kamarnya. Ibu Monik menyimpan uang itu di dompetnya, lalu mengambil kertas dan penanya untuk mencatat apa saja lagi yang mau di beli untuk besok lagi.
__ADS_1
Saat semua sudah tercatat ibunya pun segera tidur malam itu, agar besok pagi ibunya bisa belanja untuk acara Monik anaknya.
Pagi harinya...
Hari Minggu Diah libur berjualan, dan karena dirumah ada acara, pagi - pagi dia sudah membereskan rumah dan menyiapkan barang - barang untuk masak.
Aira anaknya masih tidur, dan hari itu juga tak masuk sekolah. Semua orang sudah pada sibuk untuk menyiapkan semuanya.
Dari semalam juga Diah sudah sangat sibuk bersama mertuanya dirumah.
Semua bumbu sudah di siapkan dan semua tinggal di tumis ke dalam wajan serta memasaknya.
Ternyata uang belanja itu kurang dan sudah habis, ibunya meminta uang lagi ke bapaknya. Dan berkata uangnya kurang untuk membeli ayam lagi, karena ayam yang di beli kurang 7 kilo lagi.
Ibunya terlalu banyak mengundang orang untuk menyaksikan lamaran anaknya. Padahal cukup keluarga inti saja yang hadir dalam acara tersebut.
Sementara antara orang yang datang dan menunya sangat kurang sekali.
Jadi bapak Monik yang memang tak mau keluar uangnya menelpon anaknya ( Monik ).
📞 " Hallo pak, ada apa?" tanya Monik yang sedang diluar rumah bersama Vera karena ada yang mau di beli.
📞 " Itu ibu minta uang belanja, mau beli ayam katanya kurang 7 kilo lagi ayamnya." ucap bapaknya.
" Tapi sudah di kasih uangnya ke ibu ! kenapa minta lagi? Aku sudah tak ada uang lagi untuk hal itu !" ucap Monik yang langsung menutup begitu saja telponnya.
Bapaknya yang memang tak mau keluar uang sama sekali mengadukan hal itu ke anaknya Monik.
Bapaknya tidak mau tahu akan hal itu, bapaknya selalu suka lempar batu sembunyi tangan dengan kejadian apapun dirumah.
Monik pun kesal dan dia pulang kerumah dengan sangat marah, sampai dirumah Monik turun dari motornya dan masuk kedalam rumah.
Sedangkan Vera setelah mengantar pulang Monik dia segera pergi lagi karena masih ada yang mau dia beli lagi.
" Bu !"
" Bu !" suara Monik memanggil ibunya.
" Mau apa lagi ibu minta uang belanja ?! Bukannya sudah aku kasih kepada ibu semua? kenapa harus bapak menelpon ku katanya ibu minta uang belanja lagi ?!" Monik berteriak dan memarahi ibunya di depan orang banyak.
" Siapa yang minta sama Monik, ibu cuma minta sama bapak uang belanja ibu. Biar bisa tambahi beli ayamnya lagi, itu saja kok Monik." kata ibunya menjelaskan.
__ADS_1
" Hallah ! Bilang saja uang belanja itu sudah ibu makan sebagian, iya kan?!"
" Tolong bu jangan selalu korupsi uang kenapa? Dari dulu selalu suka makan uang yang bukan hak ibu !" Monik semakin meninggikan suaranya.
" Hiks, hiks." Air mata ibu jatuh ke pipinya.
Hatinya seorang ibu terluka, di depan para tetangga yang membantu memasak di marahi dan di bentak anaknya sendiri.
" Sudah Monik, kau tak boleh begitu sama ibu mu. Sakit hati ibu mu kau perlakukan dia seperti itu." ucap tetangganya yang menegur sikap Monik yang keterlaluan.
Monik hanya diam dan tak menghiraukan tetangganya itu, dia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan dengan keras membanting pintu kamarnya.
" Bum !" terdengar ke semua orang yang ada disitu.
" Astagfirullah..." para ibu mengelus dada melihat tabiat Monik yang sangat kurang ajar sekali ke ibunya.
" Hiks, hiks, apalah salah ku hingga anak ku melabrak aku seperti ini." ibunya Monik masih menangis dan terduduk disana.
" Sudahlah bu.., tenanglah nanti ibu takutnya drop penyakitnya." ucap tetangganya.
Mertua diah ada penyakit darah tinggi dan Diabetes, bila terlalu banyak pikiran akan kambuh penyakitnya.
" Iya bu, ingat nanti ada acara di rumah jangan sampai ibu drop ketika keluarga pria datang ke rumah ini." ucap tetangganya itu lagi.
Ibu Monik pun terdiam dan hanya duduk saja melihat mereka masak disitu. Dia lemas dan tak ingin berbuat apa pun saat itu, semua para ibu - ibu dan Diah saja yang melakukan pekerjaan.
Diah yang melihat kejadian tadi tak mau ikut campur dan ambil pusing. Lagian kalau ikut campur bukannya tambah selesai malah tambah lagi masalah baru.
Monik tipe orang yang tak mau urusannya dicampuri orang lain.
Para tetangga yang menasehatinya saja tak di dengar apa lagi Diah yang bertindak.
Diah hanya fokus pada masakannya saja, dan pekerjaannya. Lalu diam - diam mertuanya Diah pergi entah kemana. Tanpa memberi tahu dan berkata apapun pada siapapun saat itu.
Monik hanya di dalam kamar saja, dia memberi tahu Vera kakaknya tentang kejadian itu. Lalu Vera bertemu ibunya di jalan saat mau ke rumah menemui Monik.
" Bu, mau kemana ? apa iya ibu habiskan uang belanja itu dan memintanya lagi ?"
" Bu, itu uang Monik sudah tidak ada lagi. Tolong ibu jangan memakainya sesuka hati ibu untuk diri ibu sendirilah. Ini mau acara ibu malah begitu, nanti si Monik bisa malu kalau makanannya kurang begitu karena ibu korupsi uang belanja itu." Vera juga menuduh ibunya korupsi dan menyalahkan.
Lalu setelah berkata seperti itu ke ibunya Vera langsung pergi tanpa mendengarkan penjelasan dari ibunya terlebih dahulu.
__ADS_1
Bersambung...❤️