
~ Pagi itu Lastri seperti biasa dengan rutinitasnya, dan anak-anaknya. Setiap hari anaknya ikut dirinya ke sekolah, dia selalu mengantar anaknya ke sekolah dan dia juga pergi kerja.
Hari itu anaknya yang paling kecil dua orang itu sedang sakit, jadi mereka dirumah saja bersama neneknya.
Ibunya Lastri baru pulang dari rumah sakit dan masih lemas dalam pemulihan. Ibunya hanya tiduran saja di dalam kamarnya, dan menonton tv.
Anak-anak Lastri sekarang sedang berada di ruang tamu menonton tv juga. Disana terparkir sebuah motor tua milik bapak mereka, dan mereka hanya sekedar ingin tahu dimana letak minyak dari motor itu.
Ternyata jok tangki tak di kunci setelah membukanya, jadi anak Lastri dapat membuka tangki minyak motor itu. Anak-anaknya tak mengerti bagaimana melihat isi di dalamnya, mereka sangat penasaran akan hal itu.
Mencari akal dan cara agar bisa melihat isi dalamnya, yang mereka pikirkan yaitu dengan senter, namun mencari senter kemana-mana tak menemukannya. Lalu anaknya yang lain mempunyai akal dengan cara menyalakan korek api agar terang dan dapat di lihat isi dari dalam tangki minyak motor tersebut.
Korek api sangat mudah di dapatkan, karena memang ayah mereka perokok. Anak itu mencari dan melihat ada di sekitar meja yang ada di dalam kamar mereka.
"Bang itu untuk apa? tanya adiknya yang masih berusia 4 tahun.
"Ini untuk kita nyalakan dan melihat isi tangkinya." kata abangnya yang berusia 7 tahun.
Mereka sangat polos dan tak tahu kalau hal itu sangat berbahaya. Sementara mereka menyalakan apinya dan melihat ke tangki itu, ibunya Lastri tak tahu akan hal itu.
Ibunya tertidur lelap di dalam kamarnya dan tak memeriksa cucu-cucunya.
Bub...!"
Api pun masuk ke dalam tangki motor itu, seketika mereka panik tapi tak berani berbicara kepada siapa-siapa.
Mereka berdua malah keluar rumah dan meninggalkan neneknya yang masih tidur di dalam kamar.
Api masih menyala dan motor sudah panas karena api itu, kedua anak itu gugup dan panik di luar rumahnya. Namun tak mau meminta tolong pada orang di sekitar tersebut.
Keadaan di sekitar rumah sangat sepi dan sunyi, anak Lastri hanya diam saja di luar tanpa mau berkata atau membangunkan neneknya yang sedang tertidur di kamarnya.
Asap sudah mengepul dan tiba-tiba memenuhi rumah mereka.
Bum!"
Bum!"
Terdengar suara ledakan yang cukup keras, dan mengejutkan ibunya Lastri di kamar. Asap sudah dimana-mana, ibunya Lastri terjebak di dalam kamar dengan kepulan asap tebal. Kedua anak itu baru menjerit minta tolong setelah asap sudah banyak keluar dari dalam rumahnya.
"Tolong...!"
__ADS_1
"Tolong...!"
"Tok, tolong rumah kami kebakaran!" ucap salah satu dari mereka.
"Hah?! Apa?!" Orang tua paruh baya itu pun berlari melihat rumah ibunya Lastri yang sudah penuh asap itu.
"Tolong.., tolong kebakaran...!"
"Tolong..., tolong...!" semua orang sibuk berhamburan keluar rumah.
Mereka sangat ketakutan karena rumah sangat berdempetan satu sama lainnya. Anak-anak Lastri lebih ketakutan lagi, karena itu semua adalah perbuatan mereka.
Atok itu dengan cepat menelpon pemadam kebakaran untuk segera datang ke lokasi mereka.
Sementara itu ibunya Lastri nenek mereka tak bisa keluar karena sudah tidak nampak apa-apa lagi.
Setelah itu ibunya Lastri terjatuh kelantai dan lemas karena banyak menghirup asap tersebut.
Semua orang datang untuk melihat kebakaran itu dan ada juga yang membantu menyiramkan air ke rumah yang penuh dengan api tersebut.
Wi..u..,"
Wi..u..,"
Dan mereka pun mencoba memadamkan api-api tersebut. Dari salah satu pemadam ada yang mencoba menerobos masuk untuk menyelamatkan ibunya di dalam rumah.
Tak beberapa lama petugas Damkar pun keluar sambil membawa ibu keluar dari dalam rumah itu. Segera ibunya di bawa ke rumah sakit terdekat dari rumah mereka.
Ibunya pingsan dan harus di beri nafas dari tabung oksigen, karena tarikan nafas ibunya sangat lemah jadi harus dibantu pernafasannya.
Lastri tidak tahu kalau rumah itu terbakar dan dia malah bersenang-senang mentraktir temannya makan-makan di cafe yang mereka pilih untuk makan.
Namun setelah pesan dan duduk untuk makan, ponselnya Lastri berbunyi.
Tring...
Tring...
Tring...
Lastri tak menghiraukan suara ponselnya berdering, dia berpikir pasti itu tentang ibunya yang selalu menjadi pusing kepalanya.
__ADS_1
Tring...
Tring...
Ponsel itu bunyi kembali, namun Lastri membiarkannya bahkan dia silent suara ponselnya agar tak mengganggunya saat kumpul bareng bersama teman-temannya.
Tanpa sengaja Lastri melihat ke arah kanan yang ternyata disana ada suaminya makan bersama wanita lain. Namun Lastri masih belum yakin melihatnya, lalu Lastri datang menghampiri mereka yang sedang asik bersama menikmati makan siangnya.
"Mas Ren? Kamu disini juga, dan sama siapa ini mas?!" tanya Lastri melihat suaminya memeluk wanita itu.
"Ini istri kamu yang kamu ceritakan itu mas?" tanya wanita itu.
"Memang kami disini dari tadi kok, ya kan mas?" ucap wanita itu.
"Apa-apaan ini mas? Gak lucu ini namanya?!"
"Kau berkhianat di belakang ku mas?!"
"Jawab mas !"
"Dia siapa?!" tanya Lastri yang sudah kesal dan marah kepada Rendy.
"Dia kekasih ku dan kami sudah lama sekali berpacaran. Kira-kira sudah ada 2 tahun tepatnya, itu pun kalau tak salah." ucap Rendy tanpa merasa bersalah.
"Mas tahu dan sadar yang telah kau lakukan ini mas?!"
"Sekarang malah dengan bangganya berkata begitu di depan ku sekarang?!" Lastri mulai berteriak dan sudah sangat emosi.
Wanita itu hanya tersenyum saja dan mereka berdua melanjutkan makan siangnya dengan rasa tak tahu malu.
Lastri sekarang merasa sudah habis kesabarannya, dia berjalan memutar dan menghampiri wanita itu.
Lastri lalu menjambak rambut panjangnya dan menarik baju wanita seksi itu. Bahkan Lastri tak senang melihat kemesraan mereka berdua disana.
"Lastri ?!"
"Plak, plak !" Rendy menampar wajah Lastri dua kali.
Teman-teman Lastri hanya diam saja tak ada yang membantu, karena itu adalah masalah rumah tangganya. Dan itu adalah urusan mereka, jadi teman-temannya hanya bisa diam dan menyaksikan saja.
Lastri terdiam dan tak berkutik lagi, setelah Rendy menampar wajahnya itu. Lalu Rendy dan wanita itu pergi dari tempat itu meninggalkan Lastri sendirian disana.
__ADS_1
Lastri menangis dan tak habis pikir, ternyata suami yang dia cintai itu sudah menipu dirinya dengan mengatakan bahwa mencintainya selama ini.
Lastri sudah tak bisa berdiri lagi, dia terjatuh dan terduduk di lantai cafe itu. Para temannya langsung datang menghampiri dan membantunya untuk tegak dan berdiri. ? Semua orang disana menyaksikan adegan itu dengan seksama, dan sekarang Lastri menjadi buah bibir di cafe itu saat ini.