Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 23. Mulai Berbeda


__ADS_3

Ponsel Bima hari ini selalu berbunyi, banyak sekali pesan masuk dan selalu Bima membalasnya.


Awalnya Diah hanya diam saja dan tidak menghiraukan suara - suara itu.


Namun Bima selalu membalas sambung menyambung tidak berhentinya.


Diah merasa kesal lama kelamaan melihat perilaku suaminya.


Hari ini padahal Bima lagi libur dirumah, tetapi selalu ponselnya saja yang dia perhatikan. Memang hari ini Diah dan Aira tidak pergi kemana - mana, karena cuaca sedang hujan diluar.


Jadi Aira dan Diah hanya dirumah menonton tv saja bersama. Namun Bima tidak bergabung dengan anak dan istrinya.


Dari pagi sampai sore dia dan ponselnya saja saling menemani.


Terkadang dia tersenyum terkadang tidak, membuat Diah sangat penasaran.


Diah pun datang menghampiri dan bertanya kepada Bima suaminya.


" Mas, kamu sudah makan apa belum ?" tanya Diah yang ingin membuat Bima lepas sebentar dari ponselnya.


" Belum ma, iya sebentar lagi ayah makannya." ucap Bima tapi tanpa melihat atau menatap istrinya sama sekali.


Diah semakin kesal dan tidak bertanya lagi kepada Bima. Diah pun menjauh dan hanya memperhatikan saja perilaku anaknya dari jauh.


Bima tak berapa lama pun makan juga, tapi tetap saja ponselnya masih terus di pantau nya dan di balas pesan yang pada masuk itu.


Diah mencoba bertanya kepada Bima lagi dengan masih rasa penasarannya.


" Mas lagi chat sama siapa sih seru sekali sampai gak tahu ini sudah jam berapa ?" Diah yang tiba - tiba datang membuat Bima terkejut.


" Brukk !" ponselnya terjatuh.


Jantungnya berpacu lebih cepat, Diah menyadari dengan keadaan itu.


Diah lalu terdiam dan Bima terdiam melihat Diah, cepat - cepat di ambilnya ponselnya yang terjatuh itu.


" Kenapa ma ?"


" Iya sebentar lagi ayah akan tidur kok. Mama tidurlah duluan, ayah masih ada urusan dan ini akan ayah selesaikan." ucapnya kepada Diah.

__ADS_1


Bima berbicara tapi menjauhi dirinya dari Diah ke tempat yang lain.


Diah pun pergi ke kamarnya lagi, dan tidur tanpa menunggu atau memperdulikan suaminya itu.


" Hallo, iya aku tidak bisa telpon kamu tadi, istri ku sudah curiga kepada ku. Besok aku pun tak tahu bagaimana menghadapinya bila aku beri tahu dia tentang bagaimana kita." ucap Bima kepada lawan bicaranya di ponsel.


Diah tak sengaja mendengar pembicaraan suaminya itu, dan Diah sedikit terkejut dengan suaminya.


"Mengapa bicaranya seperti itu ?"


" Mas Bima, apa yang sudah kamu lakukan kepada ku. Ketika soal Tiara aku bisa tak perduli dan lebih percaya kepada mu dari pada kepadanya. Tapi kali ini di depan mata ku sendiri kamu berkata seperti itu, sekarang apa yang harus ku perbuat mas ?" bertanya dalam hatinya sendiri.


Diah pun masuk kembali ke dalam kamarnya dengan air mata berlinang di pipinya. Bima menoleh ke arah pintu kamar, dan tidak melihat apa pun saat itu. Bima tidak tahu kalau istrinya sudah mendengar pembicaraannya tadi dari belakang.


Bima lalu menutup ponselnya dan segera ingin tidur di dalam kamarnya.


Bima membuka pintu kamar, melihat istri dan anak sudah tertidur saat itu.


Bima merasa semua akan baik - baik saja besok bila istrinya tahu akan hal itu.


" Bagaimana besok aku memberi tahu tentang ini pada Diah ya ?"


Bima pun tidur dan tak memikirkan itu lagi, dia sangat mengantuk dan tak kuasa menahan lagi matanya.


Bima pun terlelap dalam mimpinya dan tak sadarkan diri lagi.


Diah membuka matanya dan menatap wajah Bima yang sudah tertidur itu.


Diah menangis dan rasa tak percaya, menurutnya suaminya benar - benar sudah mengkhianatinya.


" Mungkin kali ini pernikahan ku memang harus berakhir sampai disini. Aku Istri yang memang harus menerima apa pun yang terjadi. Dari awal aku sudah percaya dan menerimanya. Tapi sudah harus berakhir sampai disini." ungkap hatinya.


Diah pun kembali tidur di bantalnya yang basah dengan air matanya dari tadi sudah menangis. Lalu lama kelamaan Diah tertidur dengan mata sembabnya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Oma kembali ke rumah...


Sudah 3 bulan oma di rumah sakit, dan sudah sadar dua Minggu yang lalu.

__ADS_1


Oma hari ini akan pulang kerumah, seluruh keluarga ingin melakukan obat jalan saja.


Mereka semua sangat sibuk dan tak mungkin terus - terusan akan bergantian jaga dirumah sakit.


Mereka berinisiatif untuk menjaganya dari rumah saja dan selalu kontrol dengan dokternya kerumah langsung memeriksa.


Oma saat ini sudah sadarkan diri, tapi sekarang oma sedikit pelupa dengan orang - orang sekitarnya.


Sama nama cucu dan anak - anaknya saja oma suka tak ingat, bahkan wajahnya juga oma tidak jelas melihatnya.


Oma tak bisa jalan sendirian untuk bangun pergi ke kamar mandi, setiap pagi dan sore oma hanya mandi dengan badan yang di lap pakai basah saja.


Oma sudah tidak bisa mandi ke kamar mandi lagi, Shanty selalu mengurus oma dengan baik. Shanty selalu menyuapi, memandikan dengan kain basahnya, dan membersihkan kotoran serta memakaikan popok untuk orang lansia dan sakit.


Menurutnya oma adalah ibu kesayangannya, dan dari kecilnya Shanty dia selalu sama ibunya tak pernah lepas. Semasa Shanty kecil, ayahnya sudah meninggal dunia. Jadi Shanty hanya tahu sosok ibunya dan kakak serta abangnya saja.


Dan oma juga sudah ketergantungan dengannya, saat Shanty anaknya belum pulang kerja, dia selalu bertanya kepada orang - orang yang ada dirumahnya.


Dia hanya ingat sama Shanty dan selalu menanyakan keberadaan anaknya itu.


" Oma ?"


" Bagaimana keadaan oma ?" tanya Diah yang hari itu datang ke rumah omanya.


" Ini siapa ?" tanya oma yang tak mengenalinya.


" Ini Diah oma cucu oma ." ucap Diah.


" Oh Diah, mana anak mu ?" tanya oma yang ingin melihat cicitnya yang dirinya sudah menjadi buyut.


" Ada oma, lagi main diluar sama ayahnya." kata Diah memberi tahukan.


Diah sangat sedih melihat keadaan omanya yang dulu selalu membelanya, menyayanginya dan masih sehat saat kala itu bersamanya.


Oma sedang makan di suapi Shanty, dan oma makan minumnya sudah ditempat tidur dan hanya bisa tiduran saja. Diah lalu keluar dari kamar itu dan menyeka air matanya.


Diah melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore, dan anak diah masih asik bermain teman yang memang tinggal di daerah situ juga.


Diah duduk diluar bersama Bima suami ya di teras rumah oma, Diah disana hanya diam saja tanpa berbicara pada Bima suaminya. Diah masih belum mau bicara sama Bima, dia hanya bicara yang seperlunya saja dan tidak mau berlebihan atau manja saat bersama berdua.

__ADS_1


__ADS_2