Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 110. Orang Baik Pasti akan Baik


__ADS_3

2 Minggu kemudian


Diah pun membuat gaun itu setelah mengukur anaknya bu Rianty, dan mereka juga sangat puas dengan hasil kerja dan desain dari gaun yang Diah buat.


Diah dan sekeluarga di undang ke acara pernikahan tersebut, serta bu Sriana juga hadir disana. Kini butik Diah semakin berkembang dan semakin maju sampai keluar negri yang pesan ke butiknya.


Resto yang Dito buat itu juga sudah di buka, tapi bukan Raisa yang mengelolanya, melainkan adiknya Intan. Raisa belum bisa kesana dan memastikan resto itu, tapi adiknya Raisa, Intan juga sangat bisa diandalkan.


Bahkan Dito memberikan sepenuhnya tanggung jawab resto itu kepada Intan. Raisa dan Dito masih berkabung atas meninggalnya papa Dito, bahkan mereka belum sempat mengadakan resepsi pernikahan.


Rencananya Dito saat papanya sembuh mereka akan menyiapkan pesta resepsi di Bali dan menginap di hotel milik mereka atau di villa milik mereka disana.


Tapi sayangnya rencana itu di batalkan, papanya telah pergi untuk selamanya dari sisi mereka.


Raisa juga tidak ingin bertanya apa pun pada Dito suaminya, dia lebih memperhatikan dan memberikan semangat pada Dito saat ini.


***


2 Tahun kemudian...


Diah sudah melahirkan dan sekarang anaknya sudah bisa berjalan.


"Abid...!" Bima memanggil anak mereka yang kedua.


"Abid..., sini sama kakak. Ayo kejar kakak Bid..," Aira dan Bima membawa Abid ke taman di daerah ubud.


Sedangkan Diah ada pertemuan seminar antara para desainer dan pemilik butik yang ingin belajar. Diah juga mendapat penghargaan dari kepala daerah atas prestasinya yang mengenalkan gaun rancangannya sampai ke tingkat internasional saat ini.

__ADS_1


Sekarang Aira sudah beranjak dewasa, dan sekarang sudah SMK kelas 2. Dia dapat langsung masuk kelas 2 karena memiliki otak yang pandai dan sudah mengikuti ujian sebelum di naikkan ke kelas 2 SMK.


Aira juga memiliki cita-cita akan menjadi usahawan yang mandiri sejak muda. Bahkan Aira sudah mulai mengambil tempahan ke temannya kalau mau ulang tahun, atau makanan apa pun.


Dan terkadang Aira sangat sibuk memasak dirumah melatih keterampilannya, setiap hari dapur itu tak pernah bersih karena Aira selalu berlatih. Membuka resep di internet dan mencoba membuat resep sendiri, sekarang mamanya tidak pernah memasak lagi setiap hari. Makanan sudah Aira yang siapkan sepanjang harinya.


Saat ini Abid di rumah bersama pengasuhnya dan Aira, mereka selalu bersenang-senang dirumah. Aira selalu masak di dapur belakang luar, dan Abid serta pengasuhnya selalu bermain di gazebo belakang juga.


Bulan depan Abid genap satu tahun, dan Aira nanti akan membuat kue ultah untuknya.


Diah sekarang tidak setiap hari ke butik, hanya tertentu saja kesana. Sekarang sudah ada asistennya yang menjaga butik itu.


Dan Resto juga semakin ramai di kelola oleh Intan, banyak orang bule makan disana karena disana ada juga menu western dan yang lainnya.


Raisa kini sedang hamil, dan sudah 5 bulan tepatnya, mereka belum juga mengadakan resepsi. Dito akan membuat resepsinya sekalian nanti kelahiran anaknya saja.


Dan Raisa juga setuju akan hal itu, mereka akan menjadi satukan resepsi dan juga buah hatinya.


****


Siang itu, di kantor Bima menerima telpon dari seseorang.


"Hallo, oh iya Roby. Kalian akan kesini besok? Baiklah akan aku katakan pada Diah nanti, mampir dan makanlah di rumah." kata Bima.


"Tidak usah Bim, biarkan saja ini menjadi kejutan buat mereka. Aku pun tak bilang apa pun sam dia, nanti kita tidak usah perduli." Roby datang usilnya.


Mereka berdua pun sepakat dan pembicaraan pun di tutup setelah itu.

__ADS_1


Bima pun putar otak untuk bisa menyambut mereka dirumah lalu dia mempunyai ide dan meminta pada Aira yang suka membuat makanan.


Dan kebetulan Diah besok ada di butiknya, lalu Bima terpikir untuk mengajaknya pulang makan siang bersama dirumah.


Bima pun malamnya setelah pulang dari kantornya dia pun memberi tahukan rahasianya itu kepada anaknya. Nah kebetulan Aira juga sangat setuju dan tidak masuk sekolah besok karena semua para guru sedang rapat untuk ujian anak kelas 3, jadi Aira besok siap menjalankan misinya dari ayah.


"Aira besok kamu belanjanya pergi sama mbak Rina dan Abid ya."


"Terserah Aira mau masak apa dan buat apa, ayah kasih kamu kartu ATM ayah." kata Bima dan menyerahkan kartunya.


Aira mengerti dan sangat senang, setelah menunggu mamanya selesai mandi mereka pun makan malam bersama-sama di meja makan. Mbak Rina pengasuh Abid juga ikut makan disana sekalian menyuapi Abid yang ikutan makan bersama juga.


Hari ini seperti biasa Aira juga yang memasak makan malam yang sangat istimewa, bahkan sangat enak sekali. Diah memuji kalau masakan Aira semakin hari semakin enak dan semakin pandai membuat segala masakan dan segala makanan.


Diah sangat bangga dengan Aira anaknya itu, dan dia berencana akan menyekolahkan Aira di prancis untuk menjadi chef yang handal. Tapi hal itu belum di bicarakan oleh Aira saat ini, nanti takut kepikiran dengannya. Nanti setelah tiba waktunya baru Diah akan membicarakannya kepada Aira secara perlahan.


"Aira, piringnya biar mama saja yang cuci. Kamu sudah lelah seharian siapkan ini semua, lebih baik kerjakan tugas sekolah mu atau tidurlah bila sudah tidak ada tugas." kata mamanya yang sangat perduli dengan anaknya.


"Mbak, nanti Abid biar tidur sama saya dan bapak. Mbak nanti bisa langsung istirahat saja di kamar, terima kasih sudah jaga Abid seharian ini." ucap Diah kepada pengasuh anaknya.


"Iya bu, terima kasih." pengasuhnya pun segera bersihkan makanan Abid yang bertebaran dan mengelap mulut Abid, dan mengganti pakaiannya.


Setelah selesai Abid pun diambil oleh Bima dan di gendongnya sebentar di ruang keluarga. Bima sambil menunggu Diah istrinya menyiapkan cuci piringnya saat itu.


Sementara Aira sudah naik duluan dan mbaknya masih membereskan nasi dan sisa makanan Abid yang ada di lantai. Segera disapu dan di pel lantainya, agar tidak ada semut keesokan harinya.


Setelah itu mbaknya masuk ke kamar dan beristirahat di kasurnya. Pengasuh itu sudah yatim piatu dan tak memiliki adik, dia masih sangat muda. Usianya masih 21 tahun sekarang, dan sangat telaten menjaga Abid. Dia juga sudah berpengalaman karena dari usia 17 tahun sudah ikut masuk melamar menjadi baby sister.

__ADS_1


Walaupun masih muda tapi dia sangat pandai sekali menjaga bayi dan balita. Diah senang dengannya, dan sudah menganggapnya seperti keluarga. Rencananya nanti ketika lebaran Diah dan Bima pulang ke Palembang Rina akan ikut bersama mereka juga.


Diah dan Sania serta adiknya yang lain akan kumpul semua di rumah almarhum papa dan mama. Bima juga akan mengunjungi orang tuanya disana dan berkumpul juga bersama keluarganya.


__ADS_2