Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 73. Menghindar Dan Lari


__ADS_3

🌟 Tiara dan ibunya sudah bahagia dan saling memaafkan, adiknya Tiara juga sangat mencintai kakaknya dan memaafkannya juga.


"Bu, dimana bu Minah? kenapa sepi sekali rumah ini?" tanya Tiara.


"Mereka sekarang sedang ada di kebun teh dan perkebunan mereka. Ibu yang menjaga rumah dan memasak makan siang untuk mereka." ujar ibunya Tiara.


"Bu, ikutlah bersama ku nanti. Ibu bisa tinggal bersama kami, disebelah rumah ku ada rumah kecil yang cantik ibu bisa tinggal disana."


"Tadinya itu ku buat untuk karyawan ku, dan banyak kamar yang aku sediakan untuk mereka."


"Namun rumah kecil itu tak ada yang menempati, ibu jangan khawatir rumah itu tak kami satukan dengan rumah Tiara jadi ibu tetap tinggal sendiri." ucap Tiara yang menghormati ibunya.


Tiara mengerti kalau ibunya tak mau tinggal dalam satu rumah bersama anak-anaknya. Jadi Tiara sengaja membuat rumah itu memang untuk ibunya nanti tinggal bersamanya.


Ibunya setuju dan akan pulang kerumah Tiara Minggu depan. Tiara sangat senang dan bahagia,Tiara juga memperkenalkan lagi Roby ke pada ibunya. Dan Tiara juga memberi tahu kalau mereka sudah menikah kembali.


kriet...


Bu Minah sudah pulang dari kebunnya dan akan makan siang bersama suaminya.


"Rima...!"


"Rima.., dimana kau?! Aku mau makan kenapa tak melayani ku dan suami ku sekarang ini?" tanya bu Minah.


"Ah, bu Minah sudah pulang. Biar ibu jumpai dulu bu Minah." ucap ibunya.


Tiara diam-diam mengintip bagaimana mereka di ruang makan.


Dan memperhatikan sikap bu Minah terhadap ibunya itu. Ternyata ibunya seperti babu di buat bu Minah disana.


Tiara yang tak tahan langsung menemui mereka di meja makan itu.


"Hai bu Minah, apakah wajar memerintah dan menjadikan keluarga sendiri seperti babu dirumah mu? Sedangkan kita tahu tamu adalah raja di rumah kita." ucap Tiara.


"Hah, itu mungkin di rumah mu. Sedangkan di rumah ku, orang yang sudah berhutang kepada ku dan kini mau tinggal enak menjadi raja begitu saja? Sangat tak masuk akal sehat ku saat ini." ujar Minah kakak dari ibunya Tiara.

__ADS_1


"Hah? benarkah itu bu? ibu mempunyai hutang pada bu Minah?" tanya Tiara.


"Iya nak, selama kamu di penjara tak ada yang membiayai kehidupan ibu dan sekolah adik mu. Jadi ibu meminjam uang pada bu Minah, dan bermaksud untuk mengembalikannya nanti saat ibu sudah bekerja ke luar negeri." ucap ibunya.


"Baiklah bu Minah berapa hutang ibu ku saat ini semuanya?" ucap Tiara yang ingin membebaskan ibunya dari hutang itu.


"Ho.., anak mu sudah kaya ya Rima. Menanyakan hutang ibunya dan ingin membayarnya."


"Ibu mu berhutang 25juta kepada ku, dan aku tak mau mereka masih disini. Kau bawa mereka pulang kerumah mu sekarang juga." ucap bu Minah dengan kejamnya.


"Baik, ini cek sebesar 25juta untuk mu bu Minah, dan terima kasih atas bantuannya.


"Ibu ayo kita pergi dari dini dan ibu bisa tinggal di rumah ku saat ini." ucap Tiara yang sangat kesal.


"Tapi Tiara, surat rumah ada pada mereka dan..," terhenti.


"Bu Minah, aku tahu akan hal itu jadi saya minta surat rumah dan tanah milik mertua saya."


"Kau sudah mendapatkan uang hutang itu kan, jangan sempat saya kasus kan hal ini dan kau menjadi ganti rugi membayar di pengadilan, atau kau bisa di penjara karena sudah merampas milik orang lain." ucap Roby yang sudah tak tahan melihat mereka.


"Baiklah, akan aku ambil surat itu. Dan aku pun tak mau lagi berurusan dengan kalian selamanya." bu Minah pun mengembalikan surat rumah dan tanah milik bu Rima ibunya Tiara.


Supir pribadi mereka juga sudah di beri tahu untuk menjemput mereka di bandara dan membawa pulang ke rumah. Ibunya pun sudah terbang dengan pesawat menuju ke Palembang menuju ke rumahnya Tiara.


"Sayang sekarang kita mau menginap dimana? apa kamu tahu tempat yang indah untuk kita bermalam sekarang sayang ku..?" Roby mencoba membuatnya gembira kembali.


Tiara menjadi murung dan terlihat sedih dengan keadaan ibunya itu. Namun semua sudah dibereskan dan membuatnya sedikit tenang.


"Mas maaf kebahagiaan kita sedikit ada kendala, padahal kita ingin rileks dan menikmati suasana liburan ini, tapi...," terhenti berbicara.


"Sudahlah sayang.., ayo kita cari tempat penginapan dan beristirahat disana." kata suaminya Roby.


"Baiklah, ada penginapan yang sangat indah dan aku ingin kesana saja mas." kata Tiara.


"Baiklah, terserah kamu saja sayang. Yang penting kita bersama-sama." Roby tersenyum pada Tiara.

__ADS_1



Penginapan bernuansa rumah sederhana yang sangat nyaman dari hiruk pikuk suara kendaraan dan lainnya. Tiara dan Roby hanya ingin menikmati liburan mereka berdua saja disana.


***


Pagi itu Tiara dan Roby ingin keluar penginapan dan berjalan-jalan untuk mencari makanan. Mereka melihat angkringan mbok Suti yang tak jauh dari penginapan mereka.


"Wah mas lihat ada angkringan, aku pengan makan disana dan sepertinya enak banget ya mas..?" ujar Tiara.


"Ya seperti lezat tercium harumnya sampai disini."kata Roby yang juga ingin mencobanya.


Mereka pun pergi kesana dan makan disana dengan suasana yang sangat sederhana. Warung itu sangat ramai pembeli dan makanan disana bisa kita pilih sendiri dan mengambilnya sendiri menu pelengkap dan tusukan sate-sate kecil disana.


Diah di butik Sriana...


Siang itu Diah ingin membeli makan siangnya untuk Aira, hari ini dia tak masak karena menyiapkan pesanan yang harus disiapkan.


Butik bu Sriana sudah semakin besar, dan butiknya itu terbagi dua bagian. Sebelahnya mbak Nur yang menghandle butik khusus batik saja, sedangkan bu Sriana dan Diah membuka khusus baju dan pembuatan gaun pengantin untuk para pengantin.


"Pak beli nasi dan lauknya 2 bungkus saja, yang satu buat pedas dan yang satunya lagi tak pedas ya mbok...," ucap Diah ke mbok Suti.


"Oke nduk, mbok buatkan untuk mereka sebentar ya. Ini tinggal di antar saja kok." ucap mbok Suti.


Setelah itu mbok Suti menyiapkan pesanan Diah dan membungkusnya.


Diah pun membayarnya dan menunggu kembaliannya yang sedang di ambil oleh mbok Suti.


Tak sengaja Tiara melihat Diah di warung makan itu, Tiara lalu cepat meninggalkan Roby suaminya dan menghampiri Diah disana.


"Tiara? Tiara kamu mau kemana?!" teriakan Roby membuat semua orang yang ada disana menoleh ke arahnya.


Namun Tiara tak menghiraukan pandangan orang dan suara Roby saat itu. Tiara terus berjalan dan sedikit berlari kecil disana agar dapat menghampiri Diah saat itu juga.


"Diah?! Diah..?!" Tiara memanggilnya.

__ADS_1


"Tiara? Kenapa dia ada disini? aku harus cepat menghindarinya." ucap Diah dalam hatinya.


Diah pun berlari setelah uang kembaliannya di berikan kepadanya saat itu. Diah sangat cepat berlari dan menghindar dari Tiara dan Bima pikirnya. Diah merasa bahwa Bima dan Tiara sudah menikah sekarang, jadi Diah tak ingin bertemu dengan mereka.


__ADS_2