Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 74. Tak perduli dan Ditipu


__ADS_3

~ Kalau Tuhan berkehendak semua apa yang dia inginkan akan terjadi, sekalipun kita menghindarinya. Tak kan mampu untuk menolak apa pun itu alasan mu untuk tak menerimanya. Begitu juga cinta Diah dan Bima memang tak bisa di pisahkan, walau mereka mengatakan tidak untuk membinanya kembali sekali lagi. Namun hati mereka sudah di satukan dan takdir sudah terikat bahwa mereka berjodoh sampai maut memisahkan.


"Diah.., berhenti !"


"Aku bilang berhenti Diah! Atau kau aku tembak sekarang!" ucap Tiara yang hanya ingin membuatnya berhenti.


Diah pun berhenti dan tak berani memutar badannya ke arah Tiara, lalu dengan berlari kecil Tiara datang menghampirinya.


"Diah, mengapa kau tak mendengar panggilan ku ini?!" ucap Tiara yang sedikit kesal dengan Diah.


"Diah aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada mu, aku dan Bima..," terhenti.


"Cukup, sudah cukup Tiara ! aku tak ingin mendengarkannya lagi. Biar saja aku tak mengetahuinya kalian mau bagaimana, jangan kau berkata apa pun saat ini terima kasih." ucap Diah yang langsung pergi dan lari dari hadapan Tiara.


"Tapi Diah! dengarkan aku dulu..! Diah..., Diah...!" Tiara tak di hiraukan olehnya.


Roby datang menghampiri Tiara, Roby khawatir pada Tiara yang tiba-tiba pergi begitu saja. Tiara masih memperhatikan Diah yang berlari pergi dan kemana dia menghilang.


"Sayang kamu kenapa pergi berlari begitu saja?" tanya Roby.


"Diah mas, mbak Diah tadi ada disini !" pekik Tiara.


"Hah?! yang benar kamu? kok bisa disini mbak Diah nya?!" Roby sedikit heran.


Tiba-tiba Tiara punya ide dan mengajak Roby untuk ikut bermain peran bersamanya, untuk itu Tiara menyuruh Roby untuk menelpon Bima dan menyuruhnya datang ke Yogyakarta untuk Diah dan Aira.


Roby pun segera menelpon Bima dan memberikan kabar itu, Bima pun terkejut dan tak percaya.


Kali ini Bima tak bisa mengatakan apa pun saat ini, matanya berkaca-kaca karena sudah lelah pencariannya sekarang sudah waktunya bertemu dengan Diah istrinya.


"Baiklah Roby, terima kasih sekali. Aku akan segera kesana sekarang." ucapnya tanpa menunggu lagi saat ini.


Bima menelpon Dito dan meminta izin untuk segera pergi menemui istrinya yang sudah di ketahui keberadaannya.


Dan Dito pun mengerti sehingga mengizinkan untuk Bima pergi dan di beri selama 2 hari disana.


Kantor cabang akhirnya di kendalikan oleh orang kepercayaan Dito yang sekarang sedang menuju kesana sekarang juga.

__ADS_1


"Aku tahu betapa lelahnya selama hampir 2 setengah tahun mencari istrinya dan tetap menanti semua doa-doanya."


"Semoga kali ini kau mendapatkan kembali cinta mu Bima, jangan seperti aku yang sudah tak bisa memiliki cintanya lagi." ucap dalam hati Dito saat ini.


***


Lastri dan suaminya...


Saat tidur malam, dengan agresifnya Lastri memeluk tubuh suaminya. Dan dia sudah sangat ingin dimanja dan balik memanjakan suaminya. Sudah seminggu ini mereka tak melakukannya, karena adanya rutinitas wanita setiap bulannya.


"Mas.., sudah tidur sayang?" tanya Lastri yang masih tiduran manja di dada suaminya.


"Kau mau apa sih Lastri, aku sangat capek sekali haru ini. Apa kau tak lihat aku selalu pulang malam dan lembur di tempat kerja?!" suaminya sedikit marah kepadanya.


"Tapi mas aku sudah habis dan bersuci." ujarnya lagi ke suaminya.


"Argh, Lastri tidurlah saja kalau kau tak bisa diam aku akan tidur di luar saja atau aku akan pergi." ucap suaminya.


"Baiklah mas aku tak akan mengganggu tidur mu lagi saat ini." Lastri merasa sedih.


Sudah beberapa lama ini sikap suaminya sangat berubah, bahkan sekarang sikapnya sangat dingin kepadanya.


"Lebih baik akan aku tanyakan saja sama Ratna istri dari temannya yang kerja disana juga." ucapnya dalam hati.


Malam pun sudah terlewati, suami Lastri bangun sangat pagi sekali sudah mandi dan langsung berangkat pergi tanpa sarapan yang telah disiapkan Lastri di meja makan.


Terlihat sangat semangat dan senang sekali hari ini, padahal semalam katanya sangat lelah sekali.


Lastri semakin sedih dan kecewa, karena makanan yang sudah di siapkan tak di sentuh sama sekali olehnya.


Lastri lalu menelpon Ratna istri dari teman suaminya itu.


Tut...


Tut...


"Hallo kk? ada apa nih pagi-pagi sudah telpon." tanya Ratna yang memang sudah kenal dan sedikit akrab.

__ADS_1


"Rat, begini. Saya cuma mau tanya kenapa ya mereka selalu pulang malam terus dan tak masuk akal kalau sampai jam 11 begitu." ucap Lastri.


"Siapa kak yang pulang sampai jam


11 malam? tanya Lastri yang memang begitu adanya.


Lalu Ratna pun menjelaskan kepada Lastri kalau suami mereka sudah pulang jam 6 sore sudah sampai di rumah. Dan tak ada yang lembur sampai jam 11 malam seperti yang di ucapkan Lastri itu.


Lastri jadi semakin kecewa, dia merasa di permainkan dan sekarang sudah di bohongi oleh suaminya.


Akhirnya Lastri pun berniat akan menanyakan kepada suaminya nanti ketika dia pulang.


Lastri pun pergi kerja karena sudah kesiangan saat itu.


"Bu, Lastri berangkat dulu. Tolong jaga anak-anak ya bu." kata Lastri yang menyalakan motornya dan pergi segera.


Saat di perjalanan Lastri teringat akan warung yang saat lewat di depannya seperti ada suaminya disana.


Lastri namun hanya lewat dan tak menghiraukannya sementara, karena hari ini dia mau fokus agar pekerjaannya lancar.


***


Vera hari ini mengirim uang kepada ibunya melalui Lastri, dan juga sudah menelpon dan mengirim pesan kepada Lastri. Namun Lastri tidak mengambilnya dan memberikannya karena belum sempat untuk sekarang.


Dan kalau pun sudah diambil Lastri pasti dia tak menyerahkan sepenuhnya. Vera setiap bulan memberikan 1juta untuk ibu dan bapaknya, namun Lastri hanya memberikan 400 ribu saja ke orang tuanya.


Hati dan pikiran Lastri sangat licik sekali, namun entah dasar apa yang membuatnya seperti itu. Bukan kepada orang lain saja dia begitu, keluarganya sendiri pun hancur dibuat olehnya.


Namun Vera tak tahu akan hal itu, dan ibunya juga tak ingin berkata. Karena sudah di kirim saja sudah bersyukur dan menerimanya.


Lastri pun sangat senang mendapat uang dari adiknya, dari suaminya dan dari gajinya. Semua ada di dalam ATM nya dan tak ada yang tahu akan hal itu. Namun Lastri selalu berbicara merendah dan tak ada uang ke adiknya Monik, dan berkata juga ibunya memerlukan uang.


Semua itu Lastri lakukan agar Monik kasihan dan memberinya uang agar bisa makan enak diluar dan nongkrong dengan teman-temannya dan mentraktir mereka.


Teman-teman Lastri memandangnya sebagai orang baik dan sangat royal kepada mereka. Biar mereka memuji dan mengagung-agungkan namanya selalu.


❤️Bersambung....

__ADS_1


TERIMA KASIH UNTUK PEMBACA KU...



__ADS_2