Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 75. Bertemu Kembali


__ADS_3

Bima pun datang ke Yogyakarta, dan menemui Tiara dan Roby disana. mereka pun menjelaskan kejadian waktu itu. Bima dengan cepat ingin mereka mengantarkan dirinya ke tempat dimana keberadaan Diah saat bertemu.


Tiara dan Roby pun mengantarkan Bima kesana. Tiara mengatakan Diah berada di sekitar simpang itu, namun dia tinggal dimana Tiara tak tahu akan hal itu.


Bima pun mulai mencari dan menunggu saat itu, karena hari sudah siang akhirnya Bima pun makan di angkringan mbok Suti. Bima memesan makan dan lauk seadanya saja, terlihat sangat lelah sekali saat itu.


Makanan sudah siap di hidangkan dan Bima pun menyantapnya dengan lahap. Bima sangat suka makanan di angkringan mbok Suti, semua sangat enak rasanya.


Siang itu Lily datang ke warung mbok Suti, dia membeli pesanan mamanya Sriana. Lily menunggu dan duduk di kursi di dekat itu, sambil memainkan ponselnya.


Bima pun datang ke arah mbok Suti, Bima bermaksud ingin membayar makan siangnya. Lalu Bima memberanikan diri untuk bertanya kepada mbok Suti tentang Diah.


"Mbok, piro semua mbok?" tanya Bima.


"Semua 15 ribu saja..," ucap mbok Suti.


"Mbok, ini uangnya dan saya boleh tanya kah mbok?" ucap Bima lagi.


"Mau tanya apa toh mas?" ujar mbok Suti.


"Mbok, saya dari Palembang mau cari yang namanya Diah, punya anak perempuan namanya Aira, semalam kata teman saya dia beli makanan di disini mbok." ucap Bima


"Oh, mbak Diah seng ayu iku yo? Oh..., mbok yo kenal. Orang sering kesini kok kadang sama Aira juga, nah ini mbak Lily tahu. Dan bahkan tinggal di rumah kosannya mbak Lily juga kok." kata mbok Suti.


"Oh, mas mau ketemu sama mbak Diah, ada kok mas.., cuma hari ini dia sedang tak masuk kerja di butik mama saya karena anaknya sedang sakit." ucap Lily.


"Apa?! Aira sakit?"


"Bisa mbak Lily antar saya ke rumahnya sekarang mbak?" tanya Bima.


"Bisa kok mas, mari mas saya antar." kata Lily yang berjalan keluar dari warung itu.


"Makasih ya mbok Suti..?" ucap Lily.


"Mbok makasih ya..," ucap Bima kepada mbok Suti.


"Iya mbak Lily..., iya mas..," ucap mbok Suti dengan senyuman.


Bima dan Lily pun jalan bersama dan mereka sedikit mengobrol tentang Diah.

__ADS_1


"Mbak rumahnya dekat sama rumah mbak ya?" tanya Bima.


"Sangat dekat kok mas, sebenarnya mbak Diah itu kos di rumah saya dan bekerja di butik mama saya malah. Semua satu area kok mas, kos, rumah dan butik itu semua jadi satu di rumah mama saya." ucap Lily menjelaskan.


"Oh begitu, saya pikir rumah mbak sama Diah jauh dan takut merepotkan mbaknya nanti." ucap Bima dengan sopan.


"Nah, kita sudah sampai mas. Mas masuk dulu dan tunggu saja disini nanti akan saya panggilkan mbak Diah nya di dalam." ujar Lily yang segera masuk dan menemui Diah yang sedang berada di butik.


Lily pun menceritakan dan menjelaskan bahwa ada seseorang yang mencari Diah di luar.


Dan Lily juga bilang kalau dia mengenal Diah dan Aira.


"Temui dulu mbak, kasihan. Tadi dia menunggu seperti sedang sedih mbak.., jumpai sebentar saja mbak, hargai orang itu walau mbak gak suka padanya." ucap Lily yang berkata sangat masuk akal.


"Mbak, jangan sampai menyesal kalau mbak tak bertemu dengannya." Lily sungguh kecewa karena Diah tak mau mendengarkannya.


Bima masih menunggu di luar rumah itu, dan berharap Diah dan Aira mau menemuinya diluar. Tak beberapa lama Aira keluar dan terbangun dari tidurnya.


"Ayah?" ucapnya.


"Ini beneran ayah Bima? Aira sangat rindu yah..," ucap Aira yang berlari memeluk ayahnya.


Diah tak ingin keluar, tapi dia teringat akan Aira anaknya yang sendirian di rumahnya.


"Bagaimana ini..., Aira di rumah sendirian dan sedang sakit sekarang. Aku sangat cemas dengan Aira disana." ucap Diah dalam hatinya.


Lalu Diah mencoba mengintip dari dalam melihat keluar, ternyata Diah melihat Aira yang keluar mencarinya dan bertemu dengan Bima disana.


"Aira kamu sudah makan?" tanya Bima ayahnya Aira.


"Sudah yah tapi... hah..," Aira pingsan dan jatuh ke pangkuan Bima.


"Aira!"


"Aira!"


Bima panik dan menggendong Aira untuk membawanya ke rumah sakit. Lalu tiba-tiba Diah keluar dan berlari menghampiri Aira dalam gendongan Bima.


"Kenapa Aira mas?!"

__ADS_1


"Aira kenapa kok bisa pingsan?!" tanya Diah yang panik.


"Mas juga tidak tahu, ayo kita bawa dia ke rumah sakit terdekat." Bima pun pergi bawa Aira ke rumah sakit bersama Diah.


Diah terlihat menangis dan sedih melihat Aira saat itu. Hatinya sangat terpukul karena Aira sakit sudah dari semalam namun tak mau bicara pada mamanya. Sementara Diah sangat sibuk bekerja sampai tak memperhatikan Aira anaknya sendiri.


Aira sudah di tangani oleh dokter di dalam ruangan itu, sementara Bima dan Diah menunggu diluar. Bima memberi tahu kepada Roby bahwa dia sedang ada di rumah sakit xxx bersama Diah istrinya.


Roby pun mengerti dan mereka pun langsung meluncur kesana. Tiara dan Roby akan memberi tahu dan menjelaskan kepada Diah tentang apa yang terjadi sebenarnya.


Dan mereka juga ingin Bima dan Diah bersatu lagi seperti dahulu.


Bima memeluk Diah yang lagi menangis, dan dia mencoba untuk menenangkannya. Bima juga mencium kening istrinya yang belum bercerai itu. Diah memang pergi dari rumah tetapi baik Diah atau Bima belum ada yang mengurus surat cerai mereka.


"Bim, bagaimana keadaan Aira?" tanya Roby dan Tiara yang menyapa Bima.


"Entahlah Rob, dokter belum keluar dari ruangan itu." Bima mulai khawatir juga.


"Siapa orang tuanya anak ini?" tanya suster yang keluar dari kamar pemeriksaan Aira.


"Saya orang tuanya sus..," ucap keduanya.


Lalu Diah dan Bima pun masuk, dan berbicara pada dokter itu. Diah terlihat sedih dan sangat kasihan melihat anaknya itu. Namun Diah janji akan lebih perhatian lagi pada Aira dan menjadi mama yang baik lagi.


"Tapi bu Diah, Aira sepertinya sedang memendam rasa dan perasaannya. Mungkin ada yang dia inginkan dan dia rindukan sekali hari ini." kata-kata dokter itu membuat mata Diah melirik kearah.


Diah pun mengerti kalau Aira memendam rasa rindunya yang terlalu pada ayahnya.


Dan Aira selalu gak cerita karena Diah sering tak ingin mendengarkannya, sehingga Aira hanya bisa berbicara dan mengadu pada dirinya sendiri.


"Baiklah dokter terima kasih, kami akan mendengar ucapan dokter saat ini." kata Bima.


Aira pun di bawa pulang kerumah, Tiara Roby dan Bima ikut pergi ke rumah Diah. Mereka semua berkumpul dan memberi semangat pada Aira agar cepat sembuh dari demamnya.


❤️ Bersambung....


Dukung karya ku terus ya manteman dan terima kasih bagi yang sudah membaca.


Jangan lupa Rate 5🌟 + 3🌹, like komentar anda akan membangun semangat authornya loh...

__ADS_1



__ADS_2