
Pagi itu, Lastri pergi untuk bekerja mengajar di taman kanak-kanak.
Dengan gaji yang tak terlalu besar namun cukup untuk tambahan di dalam rumah tangganya.
Suaminya Lastri sudah pergi dari pagi tadi, dia berpamitan untuk pergi bekerja mencari uang.
Namun, saat Lastri mengendarai motornya dia melihat seorang pria yang dengan bahagia memeluk wanita.
Tetapi pria itu seperti suaminya terlihat dari belakang. Namun motor Lastri tidak berhenti, namun melaju dengan perlahan saja.
"Ah, pria itu sangat persis seperti..." terhenti.
"Tapi tak mungkinlah itu mas Rendy, diakan pergi kerja tadi pagi-pagi sekali. Lagian mas Rendy, tak akan berani selingkuh dari ku." ujarnya dalam hati.
***
Rendy saat di warung remang lesehan...
"Mas Ren, bagaimana kalau nanti istri mu tahu kita bermesraan mas?" tanya Samanta.
"Aku kalau dia ajak ribut ya sekalian saja di ributkan, aku biar bagaimana pun tetap pilih kamu yang bohay dan seksi bagi ku." ucap genit Rendy yang mencolek dagu wanita itu.
"Ah, mas bisa saja deh. Aku sangat suka padamu mas.., kapan kita main mas?" tanya wanita itu kembali menggoda balik.
"Kamu sepertinya sudah gak sabaran ya sayang ku.., ini masih pagi loh... panas lagi, apa kamu sudah merindukan aku dari kemarin ya?" tanya Rendy sekali lagi.
Wanita itu tersenyum dan menggoda Rendy suaminya Lastri. Rendy dan wanita itu pun langsung sewa kamar yang ada disana. Rendy sudah berkhianat dan Lastri tak tahu akan perilaku suaminya saat di luar rumah.
Bahkan Rendy yang sering keluar kota selalu membawa wanita untuk tinggal bersamanya. Saat dia ingin melepaskan hasratnya, dia akan melakukannya dengan wanita lain, bukan pada Lastri saja.
Namun Lastri dengan sombongnya dan percaya diri kalau suaminya tidak akan berani macam-macam padanya.
Lastri selalu percaya pada suaminya dan takkan mungkin rumah tangganya seperti adik-adiknya yang sudah bercerai.
Rendy sudah puas melampiaskan hasratnya ke wanita itu, kini dia pergi ke tempat kerjanya.
"Mas, kau langsung pergi begitu saja? Kau hanya akan butuh baru ke tempat ku dan ingin bertemu..?!" wanita itu kesal pada Rendy.
__ADS_1
"Tak sayang.., aku saat ini hanya ingin mencari sela agar kita bisa bersama dan ku tinggalkan dia demi cantik ku ini." Rendy menjelaskan.
Samanta seorang wanita cantik dan seksi yang sudah 3 tahun menemani Rendy di atas ranjang selain dengan Lastri. Namun Lastri mengira suaminya adalah pria yang setia padanya.
"Benarkah itu mas? Kau memang pria ku yang kuat dan aku sangat mencintai mu." Samanta pun tersenyum manis.
"Aku pergi dulu ya sayang..." Rendy pun mengemudikan motornya dan pergi.
***
Siang harinya Lastri sudah pulang ke rumahnya pukul 2 siang, dan dia menyediakan kue ultah untuk suaminya Rendy.
Lastri juga menyiapkan beberapa kado kecil untuk Rendy, karena menurut Lastri pantas untuk di berikan ke suaminya.
Menurut Lastri suaminya patut di kasih kado kecil karena sudah menjadi suami yang baik kepadanya selama 10 tahun ini.
Anak Lastri yang kecil sudah tidur di rumah, sementara abangnya sudah mau kembali lagi ke sekolah. Ada acara di sekolahnya hari itu, dan selama ini adiknya ibunya Lastri yang menjaga di rumah.
Anak Lastri ada 5 Tiga di pesantren dan yang duanya ada pada di rumah bersamanya.
Kini ibunya Lastri yang setiap hari harus mengurus rumah dan anak-anak Lastri.
Rendy pulang dari kencannya bersama Samanta, mereka makan malam di cafe dan sempat bersenang-senang juga di hotel sekali lagi. Sementara Lastri seperti orang bodoh yang menunggu sampai larut malam.
Tok, tok, tok..." terdengar suara pintu.
"Lastri...!"
"Lastri...!"
Rendy memanggil istrinya yang tertidur saat sedang menunggunya di ruang tamu dengan kue ultahnya.
"Ah, mas Rendy sudah kembali dan sekarang aku harus bersiap-siap untuk memberi kejutannya." ucapnya dalam hati.
"Baiklah mas, sebentar...!" Lastri berkata sekali lagi.
Lastri membuka kunci pintu itu dan segera menyambut Beni dari depan pintu.
__ADS_1
Lastri lalu menghidupkan lilin yang ada di atas kue ultah tersebut.
Dan membawakannya ke hadapan Rendy dengan wajah manis tersenyum.
"Kejutan..., mas selamat ulang tahun..." ucap Lastri yang sangat semangat.
"Apaan ini Lastri?! kau seperti anak-anak, dan aku sekarang sangat lelah sekali karena pekerjaan ku." ujar Rendy yang tak menghargai usaha Lastri.
"Iya mas, kalau begitu akan aku pijatkan tubuh mu setelah selesai mandi nanti." Lastri mengambilkan handuk Rendy dan memberikannya.
Namun Rendy tak mau mandi, dia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke ranjang dan seketika dia tertidur disana.
Lastri menatap suaminya itu, dan merasa seperti ada yang aneh dengannya. Biasanya Rendy tak pernah bersikap seperti itu, tapi kali ini dia tak menghargai jerih payah dan usaha Lastri untuk memberinya kejutan malam itu juga.
Lastri pun meletakkan kuenya dan membereskan semua barang-barang untuk kejutan Rendy. Lastri juga menyelimuti Rendy dengan selimut dan mencium pipi suaminya.
Lalu Lastri seperti mencium aroma parfum wanita di tubuh Rendy, tapi Lastri menepis perasaannya itu. karena Lastri sangat yakin suaminya sangat mencintainya, dan dia sudah sangat bersyukur memiliki suami seperti Rendy.
***
Monik saat ini lagi program untuk bisa memiliki anak, dan Monik saat ini tak bekerja. Agar programnya berjalan dengan lancar dan tak terjadi keguguran atau masalah lagi.
Monik saat itu sudah menuruti apa kata dokternya dan selalu hidup sehat. Dokter juga menyarankan kepada Monik untuk tidak terlalu sering makan ayam dan makanan instan apa pun jenisnya.
Ternyata kandungan Monik saat ini sedang ada masalah sedikit dan itu akibat karena suka konsumsi makanan yang tidak sehat saat itu.
Damar juga selalu konsumsi makanan sehat karena semua harus dari mereka berdua.
Dan dokter berkata akan mengeceknya lagi di awal bulan depan untuk melihat keadaan kesehatan dari fisik mereka berdua.
Lalu nanti dokter akan memberi vitamin dan resep kepada mereka untuk di minumnya. Damar dan Monik sudah sangat ingin sekali memiliki anak mereka sendiri.
***
Ibu dan bapak Monik datang siang itu, mereka hanya main saja kesana karena di warung mereka sepi para pembeli. Jadi istirahat sebentar di rumah anaknya, namun Monik saat itu sebenarnya sangat tak ingin ada tamu atau siapa pun. Jadi Monik membuka pintu rumahnya dan masuk lagi ke kamarnya.
Kedua orang tua itu hanya duduk dan tiduran saja di ruang keluarga sambil menonton tv disana.
__ADS_1
Monik tak ada berbicara pada mereka, dia hanya memesan makanan lewat online saja untuk bapak dan ibunya.
Setelah itu Monik melanjutkan tidurannya lagi di kamarnya, karena cuaca sangat panas jadi Monik hanya di kamar saja. Sedangkan di kamarnya ada pendingin ruangan (AC) namun di ruang tamu ya hanya ada kipas angin saja. Jadi Monik enggan keluar dari kamar dan duduk bersama orang tuanya, karena tak mau kepanasan.