
Pagi itu Diah pergi berbelanja, jam 03:30 dia sudah bangun untuk bersiap - siap ke pasar saat itu juga.
Karena Diah berjualan sayuran dan ikan, maka dia berbelanja sangat pagi - pagi sekali. Mata hari itu masih mengantuk sekali, sudah mencuci muka dan lainnya tetapi masih mengantuk juga.
Sama seperti Bima, yang saat akan membawa motornya dalam keadaan mengantuk.
Diah dan bima pun seger pergi berbelanja bersama, jaket sudah di kenakan dan waktunya untuk menembus dinginnya udara saat itu.
Motor pun dinyalakan dan mereka pergi dengan perlahan, saat melintas di jalan kecil semua aman saat itu. Sampai keluar ke jalan raya besar entah bagaimana rasa kantuk mereka sangat berat.
Bima tertidur membawa motornya, tiba - tiba motor oleng dan menabrak trotoar jalan sebelah kiri.
" Bugh !"
" Dugh !"
Terdengar suara motor terjatuh di jalan, Diah dan Bima tersadar mereka sudah jatuh di jalan.
" Agh !"
" Sakit sekali mas..., kamu bagaimana bawa motornya sih mas?" tanya Diah yang menahan rasa sakitnya.
" Ayah juga sakit ma..., maaf ya ma." Bima merasa bersalah.
Ada orang di seberang yang melihat Diah dan Bima terjatuh, namun hanya diam saja.
" Oh, itu pasti ngantuk bawa motornya." terdengar oleh Diah mereka berbicara.
Bima mengangkat motornya yang jatuh, dan Diah pun bangkit dari tanah itu. Mereka kemudian kembali melanjutkan untuk pergi ke pasar untuk berbelanja jualan Diah segera.
Di atas motor, Diah merasa ada yang aneh di dadanya, dan nafasnya sedikit sesak.
" Kenapa ya dada ku sakit sekali? mungkin karena jatuh tadi, palingan nanti juga tidak apa - apa." pikirnya.
Sampai di pasar Diah pun belanja semua yang di perlukan, dia tak menghiraukan rasa sakit di dadanya.
Semua sudah di dapat dan hari sudah terlihat terang, Bima mengangkat barang belanjaan Diah ke atas motornya.
Dan Diah pun naik ke belakang, mereka pulang ke rumah dan membuka warungnya secepatnya.
Pagi pukul 05:00 sudah ada seorang wanita berdiri di kegelapan pas di depan warung Diah berada. Suasana sunyi dan gelap, wanita itu seperti menanti seseorang disana.
Bima menghentikan motornya di dekat wanita itu, dan menuruni barang belanjaannya semua.
" Eh kak! sudah lama menunggu ya? maaf ya kak aku ke siangan, ada kendala tadi sedikit." ucap Diah yang menyapa pelanggannya yang selalu rajin datang duluan.
__ADS_1
" Dari tadi saya tunggu kok lama kak? Biasa juga sudah buka kak?" tanyanya.
" Iya, tadi saya dan suami jatuh dari motor. Untung tidak apa - apa kak. Ini mau beli apa kak? Biar saya buatkan.." ucap Diah ramah pada pelanggannya.
" Saya sawi saja kak, sama tempenya dua papan saja." ucap kakak itu.
" Baiklah kalau begitu semuanya jadi lima ribu saja, ya kak." ucap Diah sambil memberikan belanjaannya yang ada di dalam kantong plastik.
" Dan ini kembaliannya ya kak, lima ribu. Terima kasih ya kak..." ucap Diah dengan ramahnya.
Lampu di warung sudah di nyalakan, semua sayuran sudah di buka dan sudah disusun. Bima juga sudah membawa keluar semua barang jualan ke warung depan dengan trolinya.
Ibu - ibu sudah pada datang dan pergi belanja pada diah pagi itu, semua sibuk berbelanja pagi karena mereka ingin masak cepat dan dapat pergi kerja cepat juga.
Rata - rata wanita di lingkungan rumah Diah merupakan pekerja yang rajin semua.
Pagi - pagi mereka sudah belanja dan masak serta mencuci juga dirumah.
Setelah selesai, mereka masih harus pergi bekerja mencari uang diluar rumahnya.
Begitulah lingkungan di rumah Diah, jadi mereka yang masih muda tak ada yang pagi - pagi sudah bergosip, semua pada pergi bekerja.
Tinggallah yang sudah berumur menjaga cucu mereka duduk berkumpul bersama dan suka bergosip.
Dada Diah terasa sakit lama kelamaan, rasa denyut - denyut sesekali tak tahan merasakannya.
Namun Diah masih mengira itu hanya bekas jatuh saja dan akan baik seiringnya waktu nanti.
Diah tidak mengatakan kepada Bima bahwa di bagian dadanya ada yang terasa sakit semenjak jatuh dari motor itu. Dan Bima juga merasa tidak ada yang terluka parah ditubuh mereka.
Pagi itu Bima pun pergi kerja seperti biasa, dan Diah pun mengantar Aira ke sekolah seperti biasanya juga.
Saat mengantar Aira ke sekolah, warungnya selalu mertuanya yang menjaga sebentar.
Dan setelah Diah kembali, mertuanya pulang kerumahnya untuk menyapu rumah saja. Ketika kejadian itu, Diah berkata pada Bima tidak ada yang boleh tahu.
Lalu mereka sepakat bersaman untuk tidak mengatakannya. Sudah pukul 10: 00 pagi, Diah sudah bersiap untuk segera menutup warungnya.
Karena jam 11:00 Diah sudah harus menjemput Aira di sekolahnya.
………………………………………………………………
Sudah pulang sekolah...
Aira pun makan siang dan sambil menonton tv nya, Diah berpesan untuk cepat menghabiskan makanannya segera.
__ADS_1
" Sayang..., cepat habiskan makan siang mu. Dan lanjut untuk membuat PR yang di kasih oleh umi tadi di sekolah." ujar Diah yang sibuk dengan pekerjaan lainnya.
Setelah semua sudah siap dikerjakan, Diah menemani anaknya untuk membuat PR nya tadi.
Aira pun mengerjakan semua PR nya tanpa mengeluh apa pun, terus dilanjutkan dengan harus membaca ulang kembali pelajaran yang di pelajari dari sekolahnya.
Saat ingin tidur siang, Diah yang miringkan badannya ke arah kiri terasa sangat sesak untuk bernafas. Dan dadanya juga sangat sakit sekali saat di miringkan ke arah kiri.
Karena terasa sakit, Diah akhirnya tidur dengan posisi ke kanan saja.
Dan tidak tidur ke arah kiri untuk sementara, dia berpikir mungkin memar saat terbentur tadi.
Lima hari kemudian...
Semakin hari semakin sakit, dan tidak bisa di tahan lagi sakitnya, dada semakin sesak, berdenyut tanpa tahu sebabnya.
Membuat Diah tidak bisa tidur malam sangking sakitnya, akhirnya Diah pun menceritakan sakitnya itu ke Bima suaminya.
Bima pun panik saat tahu istrinya malam - malam berbicara sambil menahan rasa sakit di dadanya.
" Mama kenapa baru sekarang bilangnya? Sudah lama baru mama bilang ke ayah..? Dari kapan itu sakit ma?" tanya Bima.
" Saat kita jatuh kemarin yah, kalau gak salah tulang rusuk mama terkena siku ayah." ucap Diah memberi tahu.
" Astagfirullah ma..?!" Bima merasa bersalah dan tak tahu mau bagaiman.
" Iya mama pikir paling akan sembuh dengan sendirinya nanti, ternyata semakin sakit yah.." Diah merintih sambil menangis.
Dia tak bisa tidur, dadanya bengkak sebelah dan membiru. Akhirnya Bima mengusulkan untuk berobat dan periksa kondisi dadanya Diah.
Bima sengaja hari itu tak masuk kerja, dia ingin membawa istrinya Diah berobat dan mengecek kondisi penyakit istrinya.
Mereka pun mengecek dan ternyata tulang rusuk di bagian dada bawah Diah patah saat itu.
Bima terkejut dan menangis karena shock mendengarnya, Diah menahan rasa sakit yang teramat karena sudah seminggu di biarkan begitu saja.
Akhirnya mereka di beri obat dan di sembuhkan tulang patahnya.
Namun tidak bisa secepat itu sembuh total seperti biasanya, butuh waktu 3 bulan untuk bisa normal kembali seperti sedia kala.
Dan Diah pun sanggup menunggunya, Bima juga akan membantu pekerjaan Diah dirumah. Karena Diah belum bisa mengangkat yang berat - berat untuk sementara waktu ini.
Jadi semua yang berat Bima yang akan lakukan untuk membantu istrinya itu.
Diah juga harus rajin makan kentang, karena kentang banyak mengandung kalsium yang baik untuk tulangnya tersambung kembali.
__ADS_1