Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 95. Mertua Merestui


__ADS_3

Diah tak beberapa lama pun masuk ke dalam kamarnya, setelah terduduk dilantai untuk beberapa saat. Dia masuk ke dalam kamar dan menyingkap selimutnya untuk segera masuk ke dalam selimut itu.


Lalu Bima datang menghampirinya dari belakang tubuhnya yang sudah naik ke atas ranjang mereka. Bima memeluk Diah dari belakang saat keduanya sudah berbaring di kasur.


"Kamu kenapa sayang? Kenapa belum tidur? Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang ini?" Bima begitu banyak pertanyaan yang diajukannya.


"Tidak ada kok mas, ini juga mau tidur. Tadi barusan ke kamar Aira dan melihat dia tidur serta merapikan posisinya yang sedang tidur saja."


"Mama cuma tak menyangka bahwa Aira sudah tumbuh menjadi remaja sekarang. Dan sebentar lagi dia sudah berusia 13 tahun di bulan Maret tahun depan." ujar Diah yang sangat tak percaya.


"Iya mama benar, ayah juga tak menyangka akan secepat ini melewatkan tumbuh kembang Aira saat ini. Tapi ayah paling bersyukur dapat menikmatinya saat ini bersama-sama dengan kalian lagi." ucap Bima yang mencium istrinya itu.


Bima menarik Diah dan membuat istrinya itu menatap dirinya, lalu Bima mencium bibir tipis Diah dengan mesranya dan penuh kelembutan.


Hingga membuat Diah tak bisa lepas dari bibir Bima malam itu, mereka begitu menikmati suasana dan terhanyut hingga melanjutkannya yang lebih lagi dari itu.


Malam itu mereka menikmati malam yang syahdu di kamar mereka, dan bulan yang menyaksikan mereka dari balik jendela yang tak tertutup tirai.


Keduanya terhanyut dalam sensasi yang sangat tak bisa dibendung lagi.


Rumah tangga mereka kini sudah harmonis kembali, dan mereka sudah saling memberikan dan membutuhkan sebagaimana semestinya suami istri harus saling membutuhkan satu sama lainnya.


****


Tiara dan Roby...


Setiap pagi ibu tiara yang menyiapkan sarapan dan juga yang memasak makan siang untuk Tiara di rumah. Sedangkan makan malam Roby akan membelikannya ketika pulang dari kantornya.

__ADS_1


"Mas, aku gak mau ibu begitu terus mas..., aku tak ingin ibu mengurus aku seperti ini pokoknya." ucap Tiara.


"Ya sudah, bagaimana kalau kita pakai art saja untuk urus rumah dan semuanya. Kita akan pekerjakan 2 art sekaligus, jadi ibu tak perlu bekerja lagi untuk masak dirumah."


"Ibu hanya perlu menjaga kamu dan anak yang ada di dalam kandungan kamu saja ya sayang?" ujar Roby yang tersenyum.


"Terima kasih ya sayang.., kamu selalu mengerti yang aku mau." ucap Tiara yang memeluk suaminya itu.


Adik Tiara sekarang sudah lulus dari university, sekarang dia kerja di sebuah instansi lembaga kemasyarakatan. Menjadi dokter pemerintah di rumah sakit ***.


Dia sangat di kenal oleh kalangannya, dan begitu populer karena wajahnya bagai artis korea. Dia cantik dan menawan keahliannya juga patut di acungi jempol lah pokoknya.


Tiara sangat kagum dan bangga mempunyai adik seperti dia, dan Tiara bulan depan kandungannya sudah genap sembilan bulan, jadi semua sudah disiapkan dari tujuh bulan kemarin.


Hari itu mamanya Roby datang ke rumah, dan mengamuk di depan salon serta resto Tiara.


"Mana bos kalian! Saya mau buat perhitungan sama dia, saya tak sudi dan tidak merestui pernikahan mereka sampai sekarang!" ucap mamanya Roby.


"Saya tidak butuh minum atau perjamuan dari kalian! Mana Tiara bawa dia kesini! Sama mau buat perhitungan kepadanya sekarang!" mama Roby sudah sangat emosi.


Langsung karyawan itu memanggil Tiara segera ke dalam rumahnya. Dan memberi tahukan bahwa seorang ibu mengamuk dan marah-marah di depan salon miliknya.


Lalu Tiara melihat ke cctv dan langsung mengenalinya, Tiara pun menelpon suaminya Roby untuk segera pulang. Juga memberi tahukan kalau ada mamanya dirumahnya yang datang untuk melihat keadaan dirinya.


Roby pun terkejut, dan segera pulang ke rumah dengan buru-buru, dia takut akan terjadi apa-apa oleh Tiara nanti. Karena Roby paham benar seperti apa mamanya sebenarnya yang gampang sekali emosian.


Tiara pun keluar dengan perutnya yang sudah sangat besar, mamanya Roby sangat terkejut melihat itu. Dan dia bertanya-tanya dalam hatinya tentang kehamilan Tiara saat ini.

__ADS_1


"Dimana anak ku?!" tanya mertuanya itu.


Sementara Tiara duduk di kursi dan menahan rasa yang tak mengenakan. Namun pertanyaan mertuanya hanya diabaikannya, karena Tiara tak mau menambah lagi keributan.


Dan tak beberapa lama terdengar suara mobil yang mengerem mendadak dengan cepat.


Cit...


Blam!


"Mama?" ucap Roby memanggil mamanya.


"Roby.., kamu ngapain disini bersamanya nak?" ucap Mamanya Roby.


"Ma.., dia ini istri aku ma.., dan sekarang sedang mengandung cucu mama." ujar Roby yang meyakinkan mamanya.


Mamanya masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Roby anaknya itu. Tiba-tiba perut Tiara sakit dan segera Roby membawanya ke rumah sakit dan memeriksakannya.


Mama Roby pun ikut mengantar ke rumah sakit, untuk mengecek kondisi anaknya tersebut. Setelah sampai di rumah sakit, Roby panik dan menyuruh dokter segera mengecek kondisi anak yang ada di dalam perutnya Tiara. Mamanya Roby ikutan panik dan takut kenapa-kenapa pada kandungan Tiara saat itu.


"Roby, maafkan mama.. Tiara dan anaknya pasti tidak apa-apa." mamanya mencoba menenangkan diri Roby.


Namun dalam hatinya dia sedang panik dan berdoa agar tak terjadi apa-apa. Dan tak beberapa lama dokter keluar dan menemui mereka, bahwa Tiara dan kandungannya tidak apa-apa. Perutnya hanya keram dan sedikit berkontraksi, dokter juga memohon jangan membuat kalut pikiran Tiara. Karena akan mempengaruhi kandungannya, jadi saat ini Tiara dapat pulang segera dan belum waktunya melahirkan.


Akhirnya mereka bertiga pun masuk kembali ke dalam mobil dan mengantar mamanya Roby pulang ke rumahnya. Sebelum sampai di rumah, mamanya itu merasa bersalah dan tak enak hati sudah membuat kekacauan dan membuat Tiara sampai masuk ke rumah sakit tadi.


Sekarang mama mertuanya sudah meminta maaf dan merestui mereka berdua. Mamanya senang karena Roby sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan mamanya menjadi seorang oma. Sebenarnya mamanya itu tak suka kepada Tiara karena tak bisa memberikan keturunan kepadanya.

__ADS_1


Dulu Tiara sempat ke guguran dan mulai saat itu mamanya tak menyukainya dan menceraikan Tiara dengan Roby. Sampai saat itu pun keluarga mereka tak menyukai Tiara dan menganggap kalau Tiara wanita pembawa sial bagi keluarga mereka. Makanya mamanya Roby mengusirnya cepat-cepat sebelum Roby pulang dengan mengarang cerita Roby sudah meninggal karena kecelakaan kapal di lautan.


Dan mereka tak memberikan apa pun pada Tiara, dia hanya keluar dengan membawa baju-bajunya saja, karena tak memiliki keturunan. Tetapi sekarang hubungan Tiara dan mertuanya sudah membaik, dan Tiara memaafkan semuanya dengan begitu saja.


__ADS_2