
🌟 Diah sudah pergi 2 tahunan, namun Bima masih rindu dan ingat Diah selalu. Aira pun juga masih mengingat dan rindu dengan ayahnya sampai kapan pun.
Namun Aira tak pernah bertanya pada mamanya, dia tak berani menanyakannya lagi. Saat itu Aira pernah bertanya pada Diah mamanya, tapi Diah malah menangis dan meminta maaf kepada Aira.
Semenjak itu Aira tak pernah bertanya lagi kepada mamanya tenang ayahnya.
***
Roby dan Tiara...
"Tiara kembalilah pada ku, kita mulai lagi dari awal dan mencoba menerima satu sama lainnya. Kau jangan menyakiti mereka, padahal kau tahu bagaimana rasa sakit itu sendiri kan?" ucap Roby kepada Tiara yang masih diam tanpa kata.
Tiara menangis dan tak tahu mau bagaimana lagi, dalam hati kecilnya itu masih mencintai pria yang dulu adalah suaminya. Dia melakukan itu karena ingin menunjukkan ke Roby betapa sakit dan menderitanya bila di tinggalkan oleh kekasih kita sendiri.
Tiara berbalik dan berjalan ke arah Roby dan mendekat kepadanya.
"Apa benar semua yang kau ucapkan itu mas? Aku sudah tak kuat dan tak tahan kalau kau menyakiti aku lagi."
"Aku sudah cukup menderita dengan semua ini mas, aku sebenarnya hanya membutuhkan seorang pria yang bertanggung jawab dan hidup bahagia bersama ku sampai akhir hayat, dan sesederhana itu saja kok." ucap Tiara yang menangis merasa sedih.
"Apa yang aku ucapkan ini semuanya benar apa adanya, dan aku yat mau kehilangan diri mu untuk sekali lagi." Roby memeluk Tiara yang masih menangis.
Lalu Tiara berniat dalam hatinya untuk membantu Bima untuk ikut mencari keberadaan Diah dimana.
Tiara juga merasa bersalah karena sudah menghancurkan rumah tangga Diah dan Bima.
Roby melepas pelukan itu, dan membelai rambut Tiara dengan kelembutan.
Tiara sangat sedih dan terharu dengan perkataan Roby, sehingga dia tak kuasa untuk tak menangis.
"Mas, aku mau balikan lagi sama kamu. Tapi tolong jangan sakiti aku lagi seperti dulu kau meninggalkan aku seorang diri." ucap Tiara yang hatinya sudah luluh dengan perkataan Roby.
Akhirnya mereka pun hanyut dalam kemesraan dirumah Tiara, mereka juga berencana menikah kembali setelah lama berpisah. Tiara dan Roby tak perduli dengan keluarga mereka yang tak setuju bila mereka menyatu kembali.
__ADS_1
Acara pernikahan Tiara dan Bima yang akan diadakan itu sudah batal, dan sekarang Tiara akan melangsungkan pernikahan dengan Roby dan tak akan di batalkan lagi.
Roby sudah janji tak kerja berlayar lagi, dia sekarang menjadi direktur di kantornya Tiara yang baru. Namun perusahaan masih atas nama Tiara di dalam kertas kepemilikan.
Sementara Tiara ingin membuka bisnis salon kecantikan di depan rumahnya. Tanah di rumahnya itu akan di bangunnya untuk dia buat salon dan bisnis cake bakery.
Dari awal juga dia inginnya begitu bukan duduk di kantor perusahaannya itu. Kini Tiara sudah mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk membuka salon dan cake bakery nya.
***
Monik dan Damar...
Monik yang selalu hidup dengan gengsinya kini tengah berbelanja di suatu supermaket. Disana tanpa sengaja dia bertemu dengan mantannya Ciko. Monik dan Damar sedang memilih minyak goreng dan beberapa sembako lainnya.
Lalu dia mendengar suara yang sangat tak asing baginya, dan dia mencari sumber suara itu.
"Sayang kita gak usah belanja lagi deh, semalam baru juga belanja. Kenapa sekarang kamu belanja lagi? kamu jangan boros-boros dong yang...!" ucap Ciko.
"Hai Ciko, kamu lagi belanja juga?" tanya Monik menyapa Ciko.
" Hai Ciko, sudah lama gak bertemu ya? Apa kabar kamu sekarang?" ucap Damar.
"Iya Damar, aku baik dan sehat. Kalian belanja bulanan rupanya?" ucap Ciko sekedar basa-basi.
Monik melirik dan menatap Ciko serta pasangannya dengan menggandeng manja Damar suaminya itu. Monik sengaja menunjukkan kemesraannya ke Ciko agar merasa gelisah melihatnya.
"Hai mbak pacarnya Ciko ya? Sudah berapa lama kalian pacaran?" tanya-tanya Monik ke Siska pacarnya Ciko.
"Oh, belum lama kok ya kan mas Ciko..?!" ucap Siska yang tak tahu mereka dulu adalah sepasang kekasih.
"Oh, berarti Ciko belum bisa move on dari kekasih lamanya ya?" ucap Monik yang terlalu pede dengan dirinya.
Damar yang tak ada di sekeliling mereka karena melihat barang yang ingin dia beli dan sedang memilihnya ke dalam trolinya.
__ADS_1
"Oke kalau begitu saya dan Damar suami saya pergi ingin belanja lagi ya, selamat berbelanja kembali." ucap Monik yang sangat senang mencari sensasi saja.
Damar dan Monik pun pergi dan mencari barang yang lainnya lagi.
🗓️ Flash Back...
Damar, Monik dan Ciko dulu adalah teman sekelas waktu di SMA, dan dulu Monik berpacaran dengan Ciko saat masih duduk di bangku SMA.
Sedangkan Damar adalah teman sekolah namun beda kelas saja.
Damar dulu memiliki kekasih juga tapi beda sekolah, namun saat sudah lulus SMA mereka putus begitu saja entah mengapa.
Tetapi Monik dan Ciko masih tetap berpacaran, dan sampai kuliah pun masih tetap bersama.
Selang setahun kemudian Ciko dan Monik pun putus dan tak berhubungan lagi.
Karena Ciko yang tak memiliki pekerjaan dan kuliahnya juga terbengkalai.
Monik tak mau lagi bersama Ciko karena tak punya penghasilan dan tak bisa memenuhi gaya hidup gengsinya.
Setelah itu sekolah mengadakan reuni sekolah dan mereka semua pada datang dan bertemu kembali setelah 2 tahun berlalu. Monik pun bertemu dengan Damar, dan bergabung dengan kelas-kelas lainnya kembali.
Sekolah mengadakan acara reuni sekalian penerimaan murid baru di sekolahnya. Dan mulai dari pertemuan itu Monik dan Damar pun semakin dekat, mereka pun tak berapa lama berpacaran.
Karena Damar dapat memenuhi gaya hidup dan gengsinya untuk hidup mewahnya itu.
Monik juga suka pada Damar karena dia kriteria cowoknya dari segi uang dan yang lainnya.
Dan sekarang Damar sudah melamar serta menikahi Monik menjadi sah istrinya. Namun Monik tak suka dengan mertuanya yaitu mamanya Damar. Awalnya sebelum menikah, Monik bersikap baik dan selalu membawa makan dan jalan keluar bersama.
Tetapi sekarang setelah menikah Monik tak begitu akrab seperti dulu sebelum menikah. Monik jarang main kerumah mertuanya dan juga bersikap tak baik di belakang mamanya Damar.
Bahkan Damar sekarang juga ikut-ikutan tak suka dengan mamanya sendiri. Padahal Damar itu adalah tulang punggung mama dan adiknya dulu sebelum menikah, karena papanya sudah meninggal.
__ADS_1
Tetapi semenjak menikah Monik banyak mengatur suaminya terhadap mama kandungnya sendiri. Dan Damar pun mengikuti kemauan Monik suaminya karena sangat sayang dan mencintainya. Damar sudah dibutakan oleh cinta dan perkataan Monik, sementara Damar bisa seperti ini karena mamanya yang selalu berusaha demi anak-anaknya.