
🌟 Rumah tangga itu memang harus ada kejujuran di dalamnya, tapi walaupun begitu....
Kebohongan bisa menjadi pelajaran dan membuat kita lebih bijaksana lagi dalam memutuskan segala sesuatunya...
Harus di ingat, jadikanlah sebuah kesalahan guru untuk kita jauh lebih baik lagi...
***
Pagi itu Bima masih mengantuk, malamnya dia tak bisa tidur karena memikirkan perjanjian itu.
Bima semakin tak bisa berpikir, dan tak tahu mau berkata apa lagi ke istrinya Diah.
Bima bangun dari tidurnya lalu bersiap untuk pergi bekerja, Bima tak ada berkata apa pun ke Diah yang sebenarnya hari itu adalah hari ulang tahunnya.
Pagi itu juga Bima tak ada sarapan dan tak membawa bekalnya yang seperti biasanya.
Diah sangat bingung melihat suaminya, dan pergi kerja juga tak ada berbicara atau berpamitan padanya.
" Kenapa ya dengan mas Bima? Apa dia sengaja bersikap seperti itu agar aku kesal dan nanti di beri kejutan kali ya?" ucap Diah dalam batinnya.
Diah jadi semangat dan sangat senang sekali, karena dalam khayalannya dan pikirannya yang membuat dia begitu.
Diah terlalu polos dan naif, Bima juga tak tahu kalau hari ini itu ulang tahun Diah istrinya.
Diah sudah berangan - angan akan mendapatkan kejutan dari suaminya tercinta. Dan Diah sudah berencana mengerjakan semua pekerjaan rumah lebih awal agar nanti bersiap kalau - kalau di bawa makan di luar.
" Kira - kira, mas Bima kasih kejutan apa ya hari ini..? Hem..., tak sabarnya aku..." berkata dalam hatinya.
Diah pun melanjutkan lagi pekerjaannya setelah tersadar dari lamunan tentang kejutan dari suaminya nanti.
***
Sementara Bima yang tak sarapan dan tak bawa bekal juga tiba - tiba pingsan di tempat kerjanya.
Semua temannya pun menggotongnya ke ruangan istirahat, Bima pun segera di sadarkan dengan minyak angin oleh teman - temannya.
__ADS_1
Dan mereka menanyakan keadaan Bima yang terlihat begitu pucat.
" Kau kenapa Bima, apa kau sakit?" tanya temannya.
" Aku tidak apa - apa, hanya pusing sedikit." kata Bima yang berbicara lemah.
" Apa kau sudah makan pagi ini? Dan sekarang dimana bekal mu biar ku ambilkan dan kau bisa makan." kata temannya lagi.
Namun Bima hanya menggelengkan kepalanya, dan itu menandakan bahwa tidak ada dan belum juga.
Temannya mengerti, lalu temannya mengambil bekal miliknya dan menyuruh Bima untuk makan segera.
Bima pun makan nasi bekal punya temannya, tetapi Bima lebih banyak melamun saat ini. Dia sampai tak fokus apa saja yang dia lakukan, bahkan atasan mereka sudah memarahinya hari ini.
***
Beberapa hari kemudian...
Sudah Lima hari Bima kena tegur terus oleh atasannya bahkan ini hari Bima disuruh pulang ke rumahnya, agar bisa istirahat di rumahnya.
Tapi Bima malah pergi kerumah Tiara, dan menemuinya disana. Bima datang kesana dengan tujuan agar perjanjian itu di ganti dengan bayaran saja, tapi Tiara menolaknya.
" Tapi Tiara, kasihan anak dan istri aku. Dia menaruh harapan kepada ku...!"
" Tolong kau jangan membuat keluarga kecil kami hancur Tiara.., Diah sudah cukup menderita, bersama ku tinggal di rumah ibu ku dia sangat menderita. Ingat Tiara..., dia tak pernah menyakiti mu..?!" ucap Bima yang merasa kesal sudah menjelaskan tetapi Tiara tak mau mengerti juga.
" Sudah lah mas, kau jangan berdalih apa pun lagi, seharusnya dulu pun kau itu suami ku bukan menjadi suaminya." Tiara kembali ingatkan Bima masa lalu mereka.
" Tiara ! jangan kau ungkit lagi masa lalu itu. Kau sendiri yang tidak mau dengan ku, malah kau kenalkan aku dengan Diah sepupu mu itu."
" Kau bilang aku miskin dan kau sudah memiliki kekasih yang lebih kaya serta tampan kepada ku, ingat itu !" Bima pun mulai marah.
" Itu kan dulu mas..., tapi sebenarnya aku masih mencintai mu mas Bima.., mas Bima...! mas...! mas !" Tiara memanggil Bima yang pergi dari rumahnya.
Bima pun keluar dan pergi dari rumah Tiara mengendarai motornya, Tiara sangat kesal karena Bima sangat mencintai Diah istrinya.
__ADS_1
" Lihat saja nanti kau mas Bima, mau bagaimana pun kau pasti akan tetap menjadi milik ku. Aku pastikan itu kepada mu mas Bima..." Tiara mengkretakkan giginya.
Bima pun pulang ke rumahnya saat itu, dia bingung dan ingin langsung mengatakan yang sesungguhnya perjanjian itu ke Diah secara langsung kepadanya.
" Aku harus segera membicarakan soal ini kepada Diah, ini bukan hal yang sepele dan bisa akan menjadi boom waktu dalam rumah tangga ku. Dan aku tidak mau kehilangan Diah dan anak ku Aira." dalam batinnya.
Bima sampai dirumah...
" Assalamualaikum..." ucap Bima sembari masuk kedalam rumahnya.
" Waalaikumsalam..., kok seperti suara mas Bima? ah, masa mas Bima sudah pulang? cepat sekali pulangnya, aku belum selesai lagi menyetrika pakaian. Mas Bima benar - benar akan memberi kejutan kepada ku..., ya Allah...kok aku jadi deg, deg kan ya.." Diah memegang dada dan merasakan detak jantungnya.
Diah berlari keluar dari dalam kamarnya dan menghampiri Bima yang tengah duduk di kursi plastik.
" Mas Bima..., kok sudah pulang? capek ya? mau mama buatkan minum?" Diah langsung pergi sebelum Bima menyetujuinya.
Diah segitu senang dan bersemangat, sementara Aira ada di rumahnya Sania adiknya Diah. Aira pergi bermain dengan Mutiara dan abangnya, jadi dirumah hanya ada Diah dan begitu sepi.
Bima memijat sendiri kepalanya dan dari tadi selalu menghela nafas panjang dan terlihat sangat gelisah.
Diah datang sambil membawa air minum dan menyuguhkannya ke Bima suaminya.
" Diminum dulu mas airnya biar lebih segar, mas kenapa kok tampak gelisah begitu? Tidak usah di sembunyikan lagi mas..., Diah tahu kok mas mau kasih mama kejutan?" Diah langsung berkata begitu.
" Hah? kejutan? maksud si mama apa sih?" bertanya dalam hatinya.
Bima mengernyitkan alis dan dahinya, dia pasang wajah yang penuh tanda tanya. Diah yang mengerti watak dan perilaku suaminya langsung mengungkapkan bahwa hari ini adalah ulang tahunnya.
" Mas..., ini kan hari ulang tahun ku..., masa kamu lupa sih mas...?" Diah mulai cemberut.
" Astaga, iya aku lupa kalau ini hari ulang tahunnya. Berarti jangan sekarang memberi tahunya sekarang deh, kasihan dia lagi senang karena mengharap kejutan dari ku." batinnya.
" Maaf ya sayang..., mas lupa kalau hari ini ulang tahun kamu, mas pulang cepat bukan karena mau ajak kamu jalan. Mas kurang sehat, dan atasan mas menyuruh mas pulang untuk beristirahat di rumah. Maafkan mas ya sayang..?" Bima berterus terang kepada istrinya dan meminta maaf.
" Mas Sakit? tak apa - apa mas, yang penting mas sembuh dulu, kalau itu biar saja tak usah di pikirkan.
__ADS_1
Diah langsung mengajak Bima suaminya istirahat di dalam kamar.
Dan Diah melanjutkan menyetrika pakaiannya lagi kali ini.