Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 54. Bima dalam dilema


__ADS_3

🗓️ Flash Back


🌟 Seorang anak pertama perempuan yang harus kuat jiwanya, dan bertanggung jawab terhadap adiknya.


Diah dari keluarga yang memiliki seorang ayah yang keras, bahkan anak perempuan di perlakukan seperti anak lelaki.


Awalnya ayahnya ingin anak pertama itu lelaki, namun yang terlahir adalah anak perempuan. Tetapi ayahnya sangat menyayanginya, dan bahkan Diah merupakan anak kesayangan ayahnya dari sekian anaknya yang lain.


Diah dari kecil sudah memiliki sifat dewasa dan mengerti keadaan orang tuanya. Diah suka menjaga adiknya walau dia seorang yang memiliki hati yang terlalu lembut dan perasa sekali.


Disaat ayahnya menikahkan Diah, ayahnya menangis karena sedih anaknya akan dipersunting oleh pria, yang kini akan menggantikannya menjaga anak kesayangannya.


Diah termasuk anak yang sangat peduli akan keluarga, dan sangat sayang dengan keluarganya sendiri.


Namun nasib perekonomiannya belum seberuntung adik - adiknya yang lain. Tapi adik - adik Diah sangat perduli dan sayang padanya.


***


Saat baru pertama kali menikah dengan Bima, mereka hanya tidur di kamar yang berukuran yang hanya muat untuk tidur saja.


Itu merupakan kamar bekas Bima sewaktu masih lajang dan belum menikah. Diah tak ada masalah saat itu, dan memang menikah ingin mendapat pahala dan belum ada ingin begini dan begitu.


Tapi setelah itu Bima membuat kamarnya sedikit besar dan hanya muat tempat tidurnya saja dan lemari.


Semua bisa Diah terima dengan ikhlas karena Bima berjanji akan segera pindah dari rumah ibunya sesudah 2 tahun disana.


Diah sekarang sudah pindah dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Bahkan pikiran Diah sedikit lebih tenang tanpa harus merasa tak enak dengan yang lainnya karena tinggal di rumah mertua.


* Di rumah Diah yang sekarang...


Hari ini genap 3 tahun 2 bulan Diah pindah dan menempati rumah itu.


Pagi itu saat Bima sudah pergi kerja seseorang mengetuk pintu rumahnya dengan keras.


Tok, tok, tok...!" suara pintu rumah di ketuk.


" Permisi, Assalamualaikum..." terdengar suara wanita yang mengucap salam.


" Waalaikumsalam... Diah menjawab salam wanita itu.

__ADS_1


" Sebentar ya..." Nita jalan membuka pintu rumahnya.


" Cklek..." pintu di buka dari dalam.


" Hah ! Tiara ?! kok dia bisa ada disini?" tanya dalam hatinya.


" Hai Diah, aku masuk ya?!" ucap Tiara yang langsung masuk tanpa sungkan dan belum di persilahkan.


" Kau mau apa kesini Tiara?! Ada urusan apa kamu kemari dan tahu dari mana disini rumah ku sekarang?!" Diah bertanya ketus karena sudah tidak suka kepada Tiara yang dulu sudah menculik anaknya.


" Kamu kenapa sih..., aku cuma mau main saja kok. Dan sekalian bertemu dengan kamu disini. Aku sudah sangat merindukan kamu, dan saat di penjara aku selalu teringat kamu loh sepupu ku..." Tiara duduk dengan santai di kursi plastik yang ada di sudut rumah itu.


" Aku kesini mau mencari mas Bima saja. Apakah ada mas Bima di rumah?!" tanya Tiara dengan sengaja.


" Tidak ada mas Bima di rumah, jadi cepatlah kau pergi dari sini." Diah sangat kesal melihat wajah dari Tiara.


Diah pun mengusirnya dari dalam rumah saat itu, tangan Tiara di tariknya dan mendorong Tiara untuk keluar dari rumahnya.


Diah sudah tak mau berurusan lagi dengan Tiara mau bagaimana pun itu.


Tiara sengaja melakukan itu dan sekarang dia ingin mengganggu Diah dari hidupnya Bima. Tiara ingin Diah dan Bima bercerai dan Bima menjadi miliknya.


Tiara pun memesan taksi dan pergi dengan melihat ke arah rumah Bima lagi.


" Berarti Bima tak memberi tahu istrinya tentang surat perjanjian itu, dan aku harus mengungkapkannya suatu saat nanti." batinnya berkata.


Tiara sudah sampai di rumahnya, dan para tetangga melihat dirinya dan bahkan ada yang mencibirnya saat melewati mereka. Namun Tiara tak perduli dengan apa yang mereka katakan pada saat itu.


Tiara terus saja melangkah tanpa melihat dan menyapa mereka saat itu.


Tiara masuk ke dalam rumahnya, dan melihat sekeliling rumahnya dan dia sangat senang bisa kembali lagi ke rumah biru kesayangannya.


Rumah itu sedikit berdebu karena sudah 3 tahun di tinggalkan olehnya dan tak ada art yang membersihkannya saat dia masuk dalam penjara.


" Bruk...!" Tiara membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya di dalam kamarnya.


Tiara menatap langit - langit kamarnya dan teringat akan mimpi itu lagi. Dan tak berapa lama Tiara tertidur karena sangat kelelahan saat dijalan pulang kerumahnya.


Kini Tiara dapat menghirup udara bebas saat ini, dan bahkan dia dapat tidur di kasurnya yang empuk. Sementara ketika disana Tiara hanya tidur di lantai beralaskan tikar saja dengan yang lainnya.

__ADS_1


Bima yang di tempat kerja tak tahu kalau Tiara sudah pulang ke rumahnya dan tadi ke rumah menemui istrinya dengan kegilaannya.


Tapi sebelumnya Tiara sudah mengirim pesan bahwa dia tadi ke rumah Bima dan bertemu dengan Diah disana.


Tiara juga mengatakan bahwa berharap Diah sudah tahu tentang perjanjian itu. Namun Bima belum membaca pesannya, karena sedang sibuk kerja dan tak dengar akan pesan masuk.


***


Hari sudah sore, Tiara terbangun dari tidurnya, dan perutnya merasa sangat lapar. Dia langsung pergi untuk mandi dan keluar rumah untuk mencari makan untuk makan malamnya.


Tiara pun mendatangi warung yang biasanya dia suka makan disana.


Pemilik warung itu pun terkejut melihat Tiara yang sekarang mampir makan di tempatnya.


" Hai mbak, sudah lama sekali tak mampir kesini?" tanya Pemilik warung itu.


" Iya mbak..., saya pesan yang seperti biasa saja ya mbak...?" Tiara memberi tahu ke pemilik warung itu.


" Baik mbak, saya masih tahu kok yang mbak mau." ujar pemilik warung yang sering di panggil mbak Rani itu.


Tiara pun duduk di kursi tempat dia makan, dan membuka ponselnya sambil mengotak - ngetiknya untuk mengirim pesan lagi ke Bima.


Makanan sudah terhidang, minuman juga sudah datang, Tiara masih melihat ke ponselnya dan tak tahu kalau hidangan sudah lengkap semuanya.


" Silahkan mbak nikmati, semua ini pesanan mbak kan?" tanya pelayannya.


Tiara pun melihat dan memeriksa makanan yang dia pesan, ternyata sudah lengkap semua tapi sekarang Tiara ingin menambah satu lagi. Sepiring sambal untuk dia tambahkan, karena hari ini Tiara ingin makan yang pedas - pedas dan minum yang segar - segar.


Bima di rumahnya...


Tring..., tring..." ponselnya Bima dari tadi berbunyi terus.


Bima langsung mengeceknya dan ternyata itu dari Tiara, dia langsung mematikan suara nada dari ponselnya itu agar Diah tak menaruh curiga dan kepo dengan suara ponselnya itu.


Karena Diah selalu tak suka mendengar nada - nada sumbang atau yang mengganggu telinganya.


Diah selalu protes dan mengomel kalau ponsel tak di jawab atau di pedulikan.


Jantung Bima sekarang jadi tak stabil karena merasa sedikit cemas, sebab Tiara sudah keluar dari penjara.

__ADS_1


❤️ Bersambung.....


__ADS_2