Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 31. Terpaksa


__ADS_3

Malam setelah Monik pulang bersama Pacarnya tepat habis maghrib, Damar pacarnya pamit pulang kerumahnya.


Lalu Monik menyapa abangnya ( Bima ).


" Bang, aku mau ketemu sama ibu. Antar aku kesana ya bang?" ucap Monik meminta mengantarkannya.


Bima melihat ke arah Diah, lalu Diah mengangguk menyetujuinya.


Namun Diah tidak ikut bersama mereka, Bima dan Monik saja yang pergi kesana berdua.


Sementara Diah dan Aira dirumah saja beristirahat dan segera tidur malam.


Pintu di kunci oleh Diah dari dalam, namun tidak mengunci yang ada di atas agar Bima pulang bisa terbuka oleh kunci yang ada bersamanya.


Monik dan Bima pergi ke rumah kontrakan ibu mereka, Monik mau meminta maaf kepada ibunya.


Monik sebenarnya tak ingin meminta maaf, karena Vera sudah memarahinya baru Monik bergerak kesana.


Setelah sampai di depan rumah ibunya Monik turun dan enggan mengetuk pintu rumah itu.


" Monik ini rumah ibu, ayo ketik pintunya." ujar Bima abangnya.


Monik ragu dan tak mau mengetuk pintu rumah itu. Dia malah menyuruh abangnya saja yang mengetuk pintu rumah ibunya itu.


" Sudahlah abang saja yang ketuk, aku gak mau." ucapnya.


" Tok, tok, tok..." Bima pun mengetuk pintu itu.


" Ibu.., ini Bima yang datang." kata Bima dari luar.


" Bapak, Bima datang kesini pak ! tolong bukakan pintunya pak, cepat." kata ibunya yang senang.


Kaki ibunya masih sakit, jadi bapaknya yang membukakan pintu untuk Bima dari dalam. Bima pun masuk dan langsung duduk di dekat ibunya.


" Kaki ibu bagaimana?" tanya Bima.


" Sudah lumayan, tapi masih sedikit sakit kalau di injakan untuk berjalan." kata ibunya Bima.


" Assalamualaikum..." Monik baru masuk.


Dan dia hanya duduk saja di depan pintu rumah itu. Lalu Bima menjelaskan apa tujuan mereka sebenarnya. Monik masih diam saja dan wajahnya juga tak ada senyumnya.


Lalu Monik berkata sesuatu tiba - tiba namun terlihat tidak sungguh - sungguh.

__ADS_1


" Bu, aku minta maaf. Aku sudah salah sama ibu, kalau bisa pulanglah segera kerumah." ucap Monik yang sedikit datar.


Kedua orang tua itu pun hanya diam saja, mereka belum bilang apapun.


Lalu Monik mengajak pulang abangnya dengan alasan sudah malam dan besok akan bekerja kembali.


Monik pun segera menyalami ibunya dan bapaknya segera mau pulang kerumah. Ibunya hanya berkata sedikit saja ketika mereka mau pulang.


" Bima, ibu disini tunggu nanti habiskan bulanannya dulu. Sayang sudah di bayarkan semalam sama bapak." ucap ibunya agar Monik mendengarnya.


Monik sudah menunggu Bima di luar, dia tak ingin berlama - lama di rumah itu. Bima pun keluar dan menyalakan motornya, Monik duduk di belakang Bima dan langsung segera jalan menuju pulang ke rumah mereka.


Monik di jalan pun hanya diam saja, dia tak ada bertanya apa pun kepada Bima abangnya.


" Monik, tadi ibu bilang pulangnya tunggu akhir bulan dulu karena sayang sudah di bayar tapi tak di tempati." Bima memberi tahu Monik apa kata ibunya tadi.


Monik tetap diam saja tak bergeming sedikit pun, dia malah bermain dengan ponselnya di belakang.


"Aku saja kalau karena bukan kak Vera yang menyuruh ku, tak mau aku datang ke rumah itu. Lantaran ucapan dan desakan Vera lah aku kesana untuk meminta maaf, sebenarnya malas banget aku sih." berkata dalam hatinya.


Bima pun dengan cepat melajukan motornya agar cepat sampai di rumah.


Saat ini sudah jam 21:45, dan Bima juga sudah lelah karena tadi dia bekerja di hari Minggu yang seharusnya libur untuknya.


Beberapa menit kemudian....


Terlihat rumah sangat sepi dan sunyi dari depan, lalu Bima turun dan membuka pintu rumahnya.


" Ceklek..."


" Assalamualaikum..." ucapnya sembari melangkah masuk ke dalam rumahnya.


Monik pun juga masuk dan langsung ke kamar mandi. Setelah itu masuk ke kamar dan menutup kembali pintu kamarnya.


Monik tidak ada mengucapkan terima kasih kepada Bima karena sudah mengantar dan menemaninya bertemu dengan ibu malam itu.


Bima membuka pintu kamar mereka sedikit dan melihat anak serta istrinya sudah tidur disana.


Bima pun memasukkan motornya ke dalam rumahnya langsung mengunci pintu dan segera ingin tidur karena sudah terlalu lelah.


Perjalanan menuju kerumah ibunya lumayan cukup jauh, bila melaju motornya perlahan bisa memakan hampir satu jam di perjalanan.


Bima membuka pintu kamarnya dan langsung merebahkan dirinya ke kasur.

__ADS_1


Dan malam itu dia tak ada makan malam sedikit pun.


Diah yang sudah sangat lelah tak tahu kalau suaminya sudah pulang dan tidur bersamanya. Bima pun terlelap dalam mimpinya malam itu.


………………………………………………………………


Keesokan harinya


Diah bangun lebih awal dan dia menyiapkan semua keperluannya untuk berjualan. Uang belanja sudah di hitung dan catatannya juga sudah di pegang.


" Mas, mas, mas Bima..." Diah membangunkan suaminya.


" Hem..?!" hanya bergumam.


" Mas ayo segera bangun kita akan pergi ke pasar lagi nih untuk belanja." ucap Diah yang sedang mengganti baju tidur dengan baju jualannya.


" Ah..!" tiba - tiba Bima menariknya ke atas kasur lagi.


" Tak usah jualan saja ya sayang. Mas hari ini lelah sekali, dan ini saja masih mengantuk.." ucap Bima sembari memeluk Diah yang dia tarik tadi ke kasur.


" Tapi mas.." suaranya tergantung fan berhenti.


" Suttss..." kata Bima menyuruh diam, lalu Bima pun tidur lagi dalam pelukan Diah.


Diah pun akhirnya tak berjualan, Bima sangat lelah saat itu. Dan Diah tak bisa berbuat apa - apa, Diah juga tidur kembali bersama suaminya.


Pukul 06:00 Diah terbangun dan mulai memasak untuk sarapan dan bekal suaminya. Semua dia lakukan sendiri di rumah tanpa ada yang membantunya.


Pukul 06:30 Diah membangunkan Bima untuk segera mandi dan sarapan pagi. Karena bima masuk kerja jam 7 sudah harus sampai di tempat kerjanya.


Bila pagi hari semua serba repot, dan banyak menyita waktu dan tenaga.


Karena tak berjualan semua pekerjaan bisa dituntaskan dengan cepat.


keperluan suami dan anak sudah siap disediakannya. Hari ini sangat senang, tapi ketika mengantar Aira pergi ke sekolah, semua pelanggan pada bertanya kepada Diah.


" Kak.., kok gak jualan hari ini? aku mau belanja kakak gak buka." kata pelanggannya.


" Iya kak..., maaf ya. Besok saya sudah jualan lagi kok." ucap Diah ramah ke pelanggannya.


Diah pun sedikit merasa bersalah dan mereka pada kecewa datang tapi warung tak buka.


" Hem, mau bagaimana. Kalau pergi sendiri ke pasar, aku gak bisa bawa motornya selain pergi sama mas Bima." berkata dalam hatinya yang sedikit kecewa tak bisa bawa motor.

__ADS_1


Diah pun melanjutkan perjalanannya dengan Aira setelah selesai berbicara pada orang yang menyapanya.


Aira sudah jalan di depan duluan karena sudah tak sabar mau bertemu dan bermain dengan teman - temannya sehabis libur semalam.


__ADS_2