Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 43. Pertengkaran


__ADS_3

🗓️ Flash Back


Berlebaran pergi ke kampung itu sudah menjadi kebiasaan keluarga Bima setiap tahunnya.


Mereka biasa pergi di lebaran ke 4 atau ke 5, namun lebaran kali ini pergi ke kampung seperti maju mundur untuk kesana.


Tadinya Lastri menyuruh pergi ke kampung dengan mobil kantor Monik saja, tetapi tak ada supir yang akan membawa mereka kesana.


Supirnya akan ada 2 hari lagi baru bisa kesana, sedangkan ibu dan bapaknya Bima tetap kekeh ingin pergi saat itu hari juga dengan naik motornya. Namun Vera dan Bima tak mengizinkan orang tuanya pergi dengan naik motor berdua saja ke kampungnya.


Saat itu Monik belum menikah dan kejadian ini menunjukkan wajah asli dari lastri dan saudaranya yang lain.


Lalu Vera berkata kepada orang tuanya agar hari ini tak usah pergi kesana dulu, kalau mau besok baru akan jalan bersama - sama.


Sebenarnya Bima, Diah, dan Vera tak ingin pergi ke kampung. Lantaran ibu dan bapaknya bersih keras ingin kesana dengan motor, akhirnya besok mereka akan pergi ke kampung dengan motor mereka masing - masing.


Monik saat itu tak ada di rumah, sudah 2 hari pergi ke kampung halaman pacarnya. Saat mereka pergi Monik tak tahu sama sekali, sedangkan Lastri tahu kalau mereka akan pergi besok pagi dengan motor. Namun Lastri tak mau ikut pergi dengan motor saat itu, dan dia juga tak suka pergi bersama Vera dan Bima ke kampung.


Pagi itu pun mereka berangkat dengan tiga motor, Bima Diah dan Aira, Vera dengan anaknya, sedangkan bapak dan ibu juga dengan motor mereka.


Sekitar 4 jam di perjalanan mereka semua sampai dengan selamat di kampung, bertemu sanak saudara dan keluarga membuat kedua orang tuanya senang sekali.


Banyak saudara di kampung yang mereka kunjungi, dan mereka juga bermalam disana hanya 1 malam saja.


Dan setelah puas berkeliling di kampung, mereka pun keesokan harinya pulang kembali ke rumah.


Dalam perjalanan tak ada firasat apapun di hati, bahkan pembawaan juga sangat senang dan tak ada yang aneh. Ketika berhenti sebentar untuk istirahat Aira minta ikut di motor kakek dan neneknya.


Tetapi pada saat itu Diah dan Bima tak mengizinkan Aira tuk naik bersama kakek dan neneknya.


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya lagi, menuju pulang kerumah.


Saat tak beberapa jauh dari tempat berhenti tadi, tiba - tiba...


" Bruk..!"

__ADS_1


" Ibu..!" ucap Vera yang berada di belakang motor bapaknya.


Bima dan Diah juga terkejut saat melihat ibunya terguling diaspal jalanan itu. Bima langsung berhenti di tengah jalan dan langsung membantu ibunya untuk berdiri.


kebetulan di belakang motor kami ada petugas polisi yang sedang melintas, beliau pun membantu dalam mengamankan pelaku yang menabrak motor bapaknya Bima.


Seorang anak muda laki - laki yang ugal - ugalan membawa motornya, dan menyebrang sembarangan dengan menabrak motor kedua orang tua Bima.


Polisi itu langsung mengamankan motor dan pelakunya ke kantor polisi.


Sedangkan ibunya Bima di larikan ke rumah sakit karena tak bisa jalan dan lemas seketika. Dari tempat itu tak beberapa jauh ada rumah sakit besar disana.


Ibunya pun segera di periksa dan di rontgen tulang kakinya. tak berapa lama hasilnya keluar dan sangat terkejut sekali.


Ternyata tulang kaki ibu mertua Diah patah dan retak sehingga tak bisa di buat jalan kakinya.


Lalu keluarga dari pelaku ingin bertanggung jawab untuk mengantar ibunya Bima sampai pulang ke rumah dengan selamat.


Sebelum pulang ibu mertua mengatakan sesuatu ke Diah, bahwa Lastri sudah di telpon untuk membuka pintu rumahnya dan menyediakan makanan untuk ketika mereka pulang sampai dirumah.


Setelah semua sudah di bilang ke Diah, lalu Diah pun pergi keluar untuk menunggu semua berkas dan adminitrasi di bereskan.


Diah terpikir dengan ucapan mertuanya tadi, dan mempunyai firasat akan ada keributan yang akan terjadi dirumahnya nanti.


Namun Diah hanya diam saja tanpa berkata apa pun ke Vera, dan tak terlalu banyak bicara saat disana.


Tak berapa lama mereka pun pulang kerumah, sementara Lastri sudah menunggu ibunya sampai di rumah saat itu dengan cemas.


Tapi apa yang dirasakan oleh Diah tentang firasat itu benar adanya.


ketika ibunya sudah sampai dirumah, dan menidurkannya di sofa. Tak beberapa lama Monik pulang dari tempat pacarnya, dengan perasaan kesal terlihat jelas di wajahnya.


Namun Monik tak langsung meledak karena masih ada tamu yang mengantarkan tadi disana.


Lastri hanya diam saja pura - pura tak mengerti dengan wajah polos dan lugunya.

__ADS_1


Dia diam tak berkata apa - apa, sementara Monik sudah tak kuasa menahan amarahnya.


Tamunya pun pulang setelah semuanya selesai, dan kini Monik mulai mencoba membuka suaranya ke Vera.


" Apa aku bilang!"


" Naik mobil saja, tinggal tunggu 2 hari lagi saja. Itu pun tak ada yang mau mendengarkan, malah bapak dengarkan cakap anak bapak untuk naik motor bersamanya." ucap Monik dengan ketusnya.


Lalu Vera merasa tak suka menjadi marah ke Monik karena ucapannya menyindir dirinya.


" Apa maksud kau bilang gitu ke bapak?! Bukan aku yang mengajak bapak pergi dengan motor ya! asal kau tahu bapak sama ibu yang sibuk tetap mau pergi naik motor !" ucap Vera yang geram dengan Monik.


Anak bertengkar, ibu meringis kesakitan, sedangkan bapaknya dan Lastri hanya cuma mencoba memisahkan saja. Vera dan Monik bertengkar sampai saling meludah dan melempar gelas satu sama lainnya.


Mereka tak ada yang mau mengalah dan tak menghiraukan ibunya yang sedang kesakitan. Saat itu Bima sedang keluar memanggil tukang urut patah tualang untuk ibunya. Jadi Bima tak tahu bagaimana peristiwa yang sedang terjadi di dalam rumah.


Lastri dengan wajah polosnya mencoba meleraikan adik - adiknya saat itu karena semua tetangga datang dan sudah pada menonton mereka berkelahi.


Tak berapa lama Monik masuk ke kamarnya dan perkelahian pun mulai berakhir. Bima pun pulang membawa tukang urut itu bersamanya.


Saat ibunya sedang di urut, Lastri mencoba duduk mendekat dengan Diah disana. Lalu Lastri berkata sesuatu saat itu kepada Diah dengan wajah manisnya.


" Kakak gak tahu loh kalau kalian pergi ke kampung kemarin." ucap Lastri sambil tersenyum.


Diah hanya diam saja dan mencoba tak mau meladeni pembicaraan kepadanya.


" Bisa - bisanya dia berkata seperti itu kepada ku." ucap Diah dalam hatinya.


Sementara Vera saja sudah berkata duluan kepada Diah, bahwa kakak Lastri tidak mau ikut pergi besok ke kampung. Namun Lastri mencoba mengalihkan agar dia tak tampak kesalahannya. Lastri sungguh berhati jahat dan tega membuat adik - adiknya bertengkar karena hasutannya.


Sebenarnya Monik mendapat kabar dan hasutan dari Lastri, saat dia mengetahui ibunya mengalami kecelakaan itu. Namun Lastri mencoba untuk berpura - pura tak tahu apa - apa agar tak ada yang menyalahkannya.


Bersambung manteman...


Dukung terus karya author ya manteman...

__ADS_1


Salam dari Author Radiah ❤️


__ADS_2