
~Pagi itu, Diah mencari sekolah yang baik untuk Aira masuk kesana. Dan sekolah itu ternyata Aira sangat suka dan dekat dari rumahnya saat berjalan.
Diah pun memasukan Aira disana, dan mulai besok Aira sudah bisa masuk sekolah. Lalu Diah bertanya pada ibu yang punya kos mereka, untuk mencari pekerjaan serta apa pun ke keluarganya.
"Kau mau kerja ya Diah? kebetulan kalau kau mau, ibu lagi butuh seorang karyawan di toko baju ibu. Kau bisa bekerja disana kalau kau mau?!" ujar Ibu Sriana.
"Saya mau bu, kerja yang penting halal saya mau kok bu. Lagian saya juga bisa belajar karena saya punya keinginan untuk membuka usaha saya sendiri." ujar Diah kepada ibu Sriana.
"Baguslah kalau kau memang mau, jadi ibu gak perlu cari orang lain yang rumahnya jauh-jauh dari toko ibu saat ini." ujarnya lagi.
Diah sangat senang karena sudah mendapat pekerjaan di Yogyakarta, dan Aira juga sudah mulai sekolah disana.
Kehidupan mereka mulai membaik dan bahagia walau hanya berdua. Tapi Diah tak tahu dengan Aira yang terkadang menangis bila melihat teman-temannya yang diantar sekolah oleh papanya.
Namun Aira harus memendam semuanya tanpa Diah tahu bahwa hatinya sakit.
Diah juga tak ada menghubungi rumahnya dan bahkan orang tuannya saat itu.
Diah bertekad sendiri untuk bisa berjuang sendiri dan berhasil dengan usahanya nanti yang sekarang sedang mencari cara untuk dilakukannya.
***
Sebulan sudah berlalu...
Ibu Sriana suka dengan kinerja Diah, dia rajin dan ramah dengan para pelanggan ibu Sriana.
Diah juga pandai mendesain dan memberi masukan ke pelanggannya bu Sriana. Dan semua pembeli sangat senang berbelanja di toko baju bu Sriana. Setiap hari toko itu semakin ramai dan bertambah pelanggan bu Sriana yang ingin mengambil baju kepadanya.
Apa lagi Diah sekarang berjualan juga dengan sosmed dan langsung online siaran langsung di buatnya. Sehingga barang yang di jual dan di produksi semakin jauh jangkauannya, bahkan sampai keluar pulau pembelinya.
Bu Sriana buka butik batik dan gaun lainnya, dia juga menjahit dan produksi sendiri di rumahnya.
Jadi karyawannya ada yang di toko dan ada yang menjahit di rumahnya.
__ADS_1
Rumah bu Sriana besar dan ruangan khusus untuk produksi menjahit ada di samping rumah dan di sebelah tokonya langsung.
Karyawan toko di butik ada 3 orang, dan bu Sriana yang selalu memegang kasir atau pembayaran.
Dua orang butik sebagai menarik pelanggan dan melayaninya, sementara satu orang sebagai mengemas dan mengepak barang yang sudah di bayar oleh pembeli tersebut.
***
Semakin hari produksi barang semakin meningkat dan membuat bu Sriana sedikit kewalahan saat ini.
Akhirnya Diah berinisiatif untuk membantu menjahit dan memasang payet-payet di gaun pemilik pelanggan yang mau nikahan 2 hari lagi. Dan besok pagi gaun itu sudah mau diambil oleh pemiliknya karena akan di bawa ke kampung halamannya segera.
Malam itu Diah dan bu Sriana serta karyawannya Maria bekerja lembur sampai jam 12 malam. Mereka mempersiapkan semua baju yang akan diambil besok pagi jam 9 sudah harus di paking dengan rapi.
Aira malam itu pun tidur di rumah bu Sriana di samping Diah yang sedang bekerja disana. Aira tak mau tidur sendirian di rumahnya, jadi dia ikut ke tempat Diah bekerja sampai pada akhirnya tertidur disana.
"Akhirnya selesai juga malam ini..," ucap bu Sriana yang sudah kelelahan dari tadi.
Maria dan Diah pun pergi tidur saat itu juga, Diah pulang ke kosannya dan membangunkan Aira untuk segera masuk ke kamar mereka.
Sedangkan maria tidak pulang ke rumah, dia tidur di ruang kerja itu semalaman bersama bu Sriana.
Diah...
Paginya Diah sudah bangun dan memasak untuk sarapan anaknya dan mengantarkannya ke sekolah.
Diah masih mengantuk dan sangat lelah sekali karena tadi malam harus bergadang menyiapkan pekerjaannya.
Setelah pulang mengantar Aira, Diah kembali ke rumahnya dan melanjutkan memberesi rumahnya dan yang lainnya. Namun tiba-tiba dia tertidur dan setengah jam kemudian baru terbangun dan buru-buru ke toko depan untuk masuk kerja.
Saat Diah datang wajah karyawan yang mengepak barang dan yang satunya lagi terlihat tidak senang dengan Diah. Mereka merasa tidak adil saat Diah tidak di tegur saat terlambat datang hari itu.
"Bu maaf saya tadi...," terhenti saat dipotong pembicaraannya.
__ADS_1
"Diah tolong saya itu ada pembeli, kamu layani ya dan ibu Rania ini pelanggan lama kita, dia ingin jahit baju tapi tak tahu mau bagaimana model yang cocok ke dirinya, coba kamu bantu ya? Saya ada yang mau saya ambil sebentar." ucap Sriana yang langsung pergi.
"Baiklah bu..," ucap Diah dengan sopan.
Diah pun memberikan buku model baju dan fashion yang sekarang lagi trend, dan menyuruh bu Rania untuk duduk dan menikmati minuman yang ada di meja.
"Ibu..., saya tinggal sebentar ya? Nanti kalau ada perlu apa-apa bisa panggil saya atau yang lainnya. Saya permisi dulu kesana ya bu." ujar Diah yang lembut melayani para pelanggan dan pembelinya di butik.
Diah pun melayani pembeli yang lain dan berkomunikasi dengan mereka. Sementara karyawan yang lainnya hanya diam dan peking-peking dengan berlama-lama dan sambil bergosip.
"Sherly, lihat deh si Diah itu anak baru masuk sudah sok berlagak toko ini miliknya saja." ucap Luna yang sekarang lagi membungkus gaun itu ke dalam kotak.
"Lagian kok bu Sri begitu banget ya. Diah terlambat datang tapi gak di tegur, sementara aku kemarin terlambat karena kesiangan juga sama seperti dia tapi malam di marahi." Luna menggerutu ke Sherly.
"Mungkin ada apa-apanya kali si Diah itu ya?!" Sherly pun menyeletuk begitu saja.
Diah dibiarkan sama mereka repot sendirian dan juga membungkus barang-barang itu setelah di bayarkan ke kasir setelah ibu Sriana kembali.
Diah langsung pergi ke ibu Rania dan bertanya bagaimana dengan bajunya dan modelnya.
Namun bu Rania masih terlihat bingung, dan tak tahu mau yang model seperti apa.
Diah pun mengambil buku dan pensilnya lalu bertanya kemauannya bu Rania seperti apa konsep bajunya nanti. Diah pun langsung menggambarkannya dan mewarnai serta memberi gambar payet-payetnya. Sangat lama mereka berbicara dan membahas gaunnya, namun setelah itu bu Rania puas dengan hasil gambaran dan desain Diah saat itu.
"Wah.., bu Sriana sangat beruntung memiliki karyawan yang mahir dan pandai mendesain dan membuat saya puas dengan hasil gambarannya." ucap bu Rania saat bertemu dengan bu Sriana untuk menentukan kapan pengambilan dan memberi pembayaran setengahnya dulu sebagai depe awalnya.
Sriana pun sangat mengagumi kinerja Diah di butiknya saat ini.
"Gak sia-sia dia ku pekerjakan disini dan sekarang butik ku semakin maju berkat dirinya juga."
"Mereka semua karyawan ku yang memang bisa diandalkan dan sangat bekerja keras."
"Aku nanti akan memberikan hadiah pada mereka semua dengan menambah upah gaji mereka semuanya tergantung kerja keras mereka." ucap Sriana dalam hatinya.
__ADS_1