
Barang sudah di kemas malamnya, tinggal Minggu depan mereka akan pindah ke tempat yang baru.
Pagi ini Diah dan Bima akan membersihkan rumah yang akan mereka sewa.
Sapu dan yang lainnya sudah mereka beli untuk rumah mereka saat itu.
Aira juga ikut kesana, dan Sania ikut membantu membersihkan bagian dalam rumah bersama Diah.
Sedangkan bagian luar Bima yang membersihkan rumput - rumput liarnya. Aira dan kedua anak Sania bermain bersama di rumah Sania yang tak jauh dari rumah sewa itu.
Semua sarang laba - laba dan debu di bersihkan tak tersisa. Ibu mertuanya Diah tadi pagi tak ada di rumah, pagi - pagi sudah pergi ikut suaminya ke tempat kerja.
Monik sudah tinggal sendiri di rumah sewanya, kini dia tak pernah kerumah ibunya lagi. Yang Diah tahu Monik tak pernah datang untuk melihat atau mengunjungi orang tuanya kalau tak ada perlunya saja.
***
Hari demi hari sudah berlalu dan malam ini saatnya Bima ingin mengatakan sesuatu kepada ibunya.
ibu dan bapaknya akan pulang sebentar lagi, dan Bima akan menunggu mereka di ruang tamu.
"Brem..." terdengar suara motor bapaknya yang berhenti di depan rumah.
" Cklek.." terdengar suara pintu yang terbuka.
Ibu dan bapaknya sudah pulang ke rumah. Bima langsung berdiri dan menyambut mereka di depan pintu.
Terlihat keduanya lelah dengan aktifitas seharian yang mereka lakukan di tempat mereka mencari nafkah.
Lalu Bima meminta mereka duduk di ruang tamu bersamanya saat itu juga.
Diah sudah menyediakan teh untuk di minum agar penat hilang sedikit dari tubuh mereka dan melepas dahaga saat itu juga.
Malam itu teh hangat menemani mereka di ruang tamu itu.
" Ibu, bapak..., duduklah dulu ada yang mau Bima katakan pada kalian saat ini." Bima berkata pada mereka berdua.
__ADS_1
Ibu dan bapak saling berpandangan dan mengerutkan dahi mereka masing - masing saat itu juga. Mereka pun duduk dan menuruti perkataan Bima.
Kemudian Bima menarik nafasnya dan sangat berat mau mengatakannya ke pada kedua orang tuanya.
" Ibu..."
" Bapak..."
" Bima mau minta izin untuk Besok hari Minggu kami sudah tidak tinggal disini lagi. Kami sudah mendapatkan rumah sewa sekarang, dan Bima bersama Diah serta Aira akan belajar hidup mandiri mulai dari sekarang." ucap Bima kepada kedua orang tuanya.
" Apa maksud kamu Bima?! Ibu sudah bilang kamu tidak boleh pindah dari rumah ini. Dari awal bapak dan ibu sudah mengatakan bahwasannya kamu yang akan tinggal disini bersama bapak dan ibu." ibunya tak menyetujuinya.
" Ibu tak mau kalau kamu sampai pindah dari sini, kalau kamu bersikeras juga ibu gak mau tinggal dirumah ini lagi." ibunya mengancam dengan meninggalkan rumah itu juga.
" Tapi bu..., aku gak mau semua jadi ribut. Dan mereka semua selalu menyalahkan istri ku yang tak pernah berbuat apapun ke mereka.
" Sudahlah bu, keinginan ku sudah bulat dan rumah juga sudah aku bayarkan. Kami besok akan pindah ke rumah sewaan kami pagi - pagi sekali." kata Bima menyudahi pembicaraannya.
Ibu Bima gak terima akan hal itu, dia menangis dan menghampiri Diah meminta agar tak pindah dari rumah itu. Diah jadi bingung dengan keadaan itu, sebenarnya Diah tak ingin menyakiti hati orang tua tapi mau tak mau harus tega dengan apa yang terjadi.
Ibunya sedih dan masih duduk di ruang tamu itu, Bima sudah masuk kedalam kamarnya bersama anak dan istrinya.
Ibunya Bima akhirnya masuk ke dalam kamar dan langsung tidur tanpa makan malamnya. Ibunya merajuk dan tidak mau apa - apa lagi malam itu, sedangkan bapaknya Bima tak ada berkata apa - apa dan hanya diam saja.
Diah, Aira dan Bima pun tidur sangat awal agar besok bisa bangun lebih cepat untuk segera pindahan.
***
Sementara Lastri yang mengetahui Bima akan pindah rumah sangat senang dengan kabar itu. Karena Lastri ingin masuk ke rumah ibunya itu, tujuannya memang ingin memiliki rumah orang tuanya untuk dirinya sendiri.
Diah juga tahu akan hal itu, karena ada tetangganya yang bercerita ke Diah saat ingin ke warung depan gang rumahnya. Dan Diah tak ingin meladeni cerita mereka dengan tak berlama - lama di warung tersebut.
Sekarang Lastri sudah mulai merancang rencananya untuk bisa masuk ke rumah orang tuanya.
Dengan berbagai banyak alasan sampai bisa menempati rumah dan stay di dalam rumah itu.
__ADS_1
Sementara Bima dan Diah tak perduli akan hal itu, mereka pagi itu sudah mengangkat barang - barangnya ke dalam mobil yang mereka sewa hari itu.
Bima pagi itu pamit pada ibunya lagi untuk keluar dari rumah ibunya dan ingin hidup mandiri bersama keluarga kecilnya. Ibunya jadi kesal dan tak mau menatap Bima saat itu, bahkan tak mengucapkan apapun kepada mereka.
Lalu Aira datang menghampiri neneknya, Diah menyuruh anaknya untuk bersalaman dengan neneknya.
" Nek, Aira pergi dulu ya nek...?" kata Aira polos.
Namun neneknya hanya mengusap kepala Aira saja tanpa menjawab kata - kata dari cucunya tersebut.
Matanya berkaca - kaca, dan merasa sedih karena sudah lama sekali mereka tinggal di rumah itu.
Ibunya sangat kehilangan mereka di rumah itu, bapak mertuanya tak berbuat apa pun dan tak banyak berbicara. Diah juga tak mengerti bagaimana sifat mertuanya itu, tampak tak mengerti apa - apa namun bekerja sangat luar biasa.
" Bu, saya dan mas Bima pergi ya bu. Jaga kesehatan ibu dirumah, jangan terlalu banyak pikiran." ucap Diah yang berpamitan.
Mertuanya masih diam tak memperdulikan, namun ketika mobil barang mereka jalan meninggalkan rumah, ibu mertuanya menangis dan masuk ke dalam kamarnya.
" Bima tega sekali kamu nak meninggalkan ibu sendirian disini, hanya kamu yang cuma perduli sama ibu nak..?!" berteriak dalam hatinya.
Aira...
" Ma! memang kita mau kemana sih ma?" tanya Aira penasaran.
" Kita akan tinggal di rumah sewaan kita sayang..., kita akan tinggal sendiri di tempat tinggal yang baru." kata Diah ke anaknya.
" Jadi kita gak tinggal di rumah nenek lagi ma?" ditanya Aira lagi.
" Tidak sayang..., kita sudah tidak tinggal disana lagi. Dan...., rumah kita ini dekat dengan rumah bunda Sania, jadi kamu bisa bermain sama Mutiara disana." ucap Diah
" Iya ma?!" Aira merasa kesenangan saat itu.
Dan tak beberapa lama mereka sampai di rumah sewaan itu, disana sudah ada Sania dan Mutiara anaknya. Mereka sangat senang saat bertemu kembali sekali lagi.
Barang - batang di turunkan dari atas mobil dan di gotong dari luar masuk ke dalam. Diah dan Sania bersama - sama merapikan dan membereskan barang - barang Diah kakaknya di rumah.
__ADS_1