Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 84. Mencoba Menerima


__ADS_3

Lastri merasa tertolong saat ini, karena ada Susi temannya. Namun kebusukan hati Lastri semakin besar dan ingin membalaskan semuanya kepada orang-orang yang sudah membuatnya seperti ini.


Sementara Lastri kerja, anaknya yang belum sekolah dirumah saja. Dan Lastri tak ada memberikan mereka uang dirumah, pagi-pagi Susi sudah pergi untuk pekerjaannya. Susi punya tempat terapi untuk orang-orang yang ingin kusuk terapi.


Kalau suaminya kerja selalu keluar kota sebagai tukang ikut kontraktor di perusahaan yang tak terlalu besar. Susi tak bisa hamil karena rahimnya sudah di angkat saat dia terkena kanker rahim saat itu.


Rendy dan Samanta kekasihnya...


Saat itu Rendy sedang mencari pekerjaan baru, dan sekarang Rendy dan Samanta sudah menikah sirih dan tinggal seatap di rumahnya Samanta.


Saat ini Rendy ingin merubah nasibnya dan mencari pekerjaan yang baru.


Rendy pun melamar menjadi kontraktor bergengsi dan ternyata disana ada temannya yang mengajaknya. Dan dia pun diterima oleh bos atasan sebagai karyawan disana. Rendy sebenarnya baik dan rajin bekerja, tapi karena Lastri yang terlalu banyak tingkah dan gengsi terlalu besar.


Lastri melihat Rendy di kalan ketika mau pulang dari kerjanya dan Rendy ingin mencari makan siangnya.


"Mas Rendy!"


"Mas...! Mas Rendy..., tunggu mas..!" Lastri memanggil Rendy namun Rendy hanya cuek saja.


Lastri menghampiri Rendy saat itu dengan sepeda motornya. Dia cepat-cepat turun dari motornya dan memegang tangan Rendy.


Lastri memohon pada Rendy sekali lagi untuk balikan lagi bersamanya. Namun Rendy tetap bersi keras tidak mau balikkan lagi dengannya.


Bahkan kalau Lastri masih memaksanya semua anak-anak akan diambilnya dari Lastri. Dan setelah mendengar itu Lastri menjadi takut sekali, Lastri sekarang tak akan memintanya lagi.


"Baiklah mas, kalau begitu. Aku tak akan membahas itu lagi pada mu kali ini." ucap lastri yang langsung pergi dari hadapan Rendy.


Rendy menatap Lastri yang pergi ke arah yang berlawanan arah dari rumah ibunya. Rendy juga tahu kalau rumah ibunya Lastri terbakar, dia hanya mencari tahu kalau Lastri dan anaknya selamat dalam kebakaran itu.


Rendy sangat tak mengerti kenapa Lastri menjadi wanita yang sangat tamak sampai adik-adiknya sendiri bahkan orang tua pun jadi bahan ceritanya ke orang-orang.


***


Tiara dan Roby sudah kembali dari liburan berduaan, mereka terlihat sangat bahagia. Ibunya Tiara pun sangat senang tinggal bersama dengan Tiara di rumahnya.


Sekarang Tiara hanya ingin berbakti dengan ibunya, karena hanya tinggal ibunya saja yang dia punya sekarang ini. Adiknya juga sekarang dia sekolahkan sampai tinggi agar bisa hidup mandiri nantinya.

__ADS_1


Nadira adik Tiara yang selalu baik hati dan penurut sama ibunya. Selama ini Nadira yang selalu menemani dan membantu ibunya di kampung. Sekarang dia sudah beranjak remaja, sudah sekolah menengah ke atas.


Nadira seorang adik perempuan yang bertolak belakang dengan sifat kakaknya Tiara. Dia sangat lembut dan penurut, sedangkan Tiara kakaknya sedikit keras dan pemberani.


Jadi mereka memiliki karakter yang lain dan sangat unik, namun ibu mereka sangat suka dan sayang pada kedua anaknya. Roby dan Tiara tak lupa membawakan mereka oleh-oleh dari sana.


Begitu banyak oleh-oleh untuk mereka, mulai dari pernak-pernik tuk adiknya, baju dan lainnya yang lucu. Ibunya mendapat kain sutra dan baju juga ada untuk ibunya, semua itu Roby yang memilih dan menyiapkannya. Roby sangat menyayangi mertuanya yang selalu tak pernah menyakiti hatinya dari awal menikah dengan Tiara.


Keluarga Roby sudah tahu pernikahan mereka kembali, bahkan mereka diminta untuk menghadiri dan mamanya memberikan restu tapi mereka seluruh keluarganya Roby tak mau menghadiri pernikahan mereka.


Kecuali Ratih sepupunya Roby yang dulu ingin di jodohkan oleh mamanya ke Roby. Kini Ratih sudah menikah dengan kekasihnya dan mereka sangat bahagia.


Ratih dulu juga tak mau di jodohkan oleh mamanya, karena sudah memiliki kekasih dan sudah pacaran selama 3 tahun. Sampai akhirnya Ratih lari dari rumah dan menikah dengan kekasihnya itu Baim.


Roby sangat salut ke Baim yang menunjukkan kepada seluruh keluarga bahwa dia benar mencintai Ratih dan bertanggung jawab.


Sekarang sudah ditunjukkannya itu, dan Baim sudah sukses menjadi pengusaha dan memberikan Ratih kehidupan yang di inginkan orang tuanya Ratih.


***


Paginya Bima sudah bangun, Dia sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan disana. Bima ingin memanjakan istri dan anaknya hari ini, karena semua belum pada bangun jadi Bima bisa leluasa melakukannya sendiri.


Lagian Bima juga sudah terbiasa melakukannya sendiri selama dua tahun belakangan ini. Sekarang Bima sudah terampil melakukan banyak hal yang biasa di lakukan oleh Diah seorang istri ya Bima.


Pakaian kotor di masukannya ke mesin cuci, air sudah di tampung, kamar mandi juga sangat bersih dan harum, telur sudah di masak 3 telur ceplok dan semangkuk nasi goreng di atas meja. Disana juga ada beberapa buah dan juga roti dan selainya.


Bima juga sudah siap untuk mandi dan bersiap untuk sarapan. Aira pun bangun dan merasa heran di kamarnya yang semua serba nuansa anak perempuan. Dia pun keluar dari kamar dan mencari ayahnya ke segala arah rumah itu.


"Ayah.., ayah..!"


"Ayah..., apa ayah di dalam sana ?" Aira mengetuk pintu kamar Yang ada di depan kamarnya.


Diah terbangun dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya. Dia melihat Aira di depan pintu kamarnya itu, Diah pun melihat di sekelilingnya dan melirik jam yang ada di sana.


"Astaga sudah pagi, dan aku bangun terlambat hari ini." ucap Diah dalam hatinya.


"Mama, ayah ada dimana? Kenapa tak ada ayah dimana pun." ucap Aira.

__ADS_1


Diah lalu pergi membawa Aira ke bawah dan melihat keberadaan dapur di rumah Bima.


"Rumah mas Bima besar juga ini ya? Tapi dimana dia sekarang? Apa sudah pergi kerja jam segini?" berkata dalam hatinya.


Diah masih mengajak Aira berjalan dan Diah pun melihat Bima yang duduk di meja makan dengan korannya disana.


"Ayah...!" teriak Aira saat itu berlari menghampiri.


"Aira?"


"Kamu sudah bangun ya?"


"Kamu lapar tidak? Ayah sudah buatkan sarapan saat ini." ucap Bima yang memeluk anaknya.


"Aira mau dong yah?!" kata Aira dengan senang.


"Kalau begitu cuci muka dulu disana.., dan sikat giginya. Akan ayah ambilkan piring buat kamu sarapan." kata Bima menjelaskan ke anaknya.


Lalu Bima melirik ke arah Diah istrinya, Bima mengerti istrinya merasa canggung di rumahnya itu.


"Sudah bangun juga ya sayang, mari duduk agar aku ambilkan piring untuk kamu dan Aira sarapan." kata Bima menarik tangan Diah dan mengajaknya duduk di kursi meja makan.


Diah pun mau tak mau berjalan mengikuti Bima yang menariknya, dan duduk di kursi yang sudah dia tarik untuk Diah duduk disana.


Diah hanya diam saja tanpa berbicara apa pun pada suaminya tersebut.


Dan tak beberapa lama sarapan pun siap di hidangkan pada Diah dengan lezatnya.


Bima menyuruh Diah untuk mencicipi masakannya saat ini. Dan memberi komentar tentang yang dia masak dengan rasanya.


"Bagaimana masakan ayah hari ini?" tanya Bima sambil melirik kepada Aira dan Diah.


"Sarapannya enak yah.., Aira suka banget. Iya kan ma..?" tanya Aira yang menatap kepada mamanya.


"Iya sayang masakannya enak dan lezat." kata Diah dengan terbata sambil menyantapnya.


Bima tersenyum dan sangat senang dengan ucapan dari mereka, kedua wanita yang sangat dia cintai dalam hidupnya, Aira dan Diah.

__ADS_1


__ADS_2