Dilema Suami Dan Mertua

Dilema Suami Dan Mertua
Bab 114. Suasana Yang Dirindukan


__ADS_3

Lebaran sholat Idul Fitri...


Pagi itu pukul 10 pagi saat mereka pulang dari masjid. Semua berjalan menuju rumah masing-masing, dan di rumah alm. papa semuanya pergi dan tak ada orang satu pun dirumah.


Aira sudah sampai di depan rumah dan membuka pagar rumah omanya, tiba-tiba berteriak dan berlari.


"Ayah...!"


Aira pun berlari dan memeluk ayahnya sambil menangis, Bima juga sedikit sedih dan merindukan mereka. Diah yang ada di depan mereka juga terkejut saat melihat suaminya sudah ada di depan rumahnya.


"Kamu sudah sampai mas? kenapa gak bilang kalau hari ini kamu berangkatnya?" kata Diah.


Bima hanya diam saja, dan duduk memeluk anaknya Aira. Pintu pun di buka oleh mbok inah, dan mereka semua masuk ke dalam rumah. Bima juga ikut masuk dan duduk di ruang tamu yang sudah banyak makanan disana.


"Mas, makan dulu kita yuk." Aira dan adik Mutiara pun diajak makan oleh Diah. Bima pun ikut ke meja makan dan berkumpul bersama.


"Makan yang banyak mas..., kamu baru beberapa hari sudah terlihat kurusan loh mas." Diah sangat memperhatikan dan juga menantikan penjelasan dari suaminya.


Mereka semua makan bersama dan semua kumpul di rumah alm. papanya. Bima menikmati makanan yang di sediakan istrinya, dan beberapa camilan lainnya. Lebaran kali ini sangat hangat terasa di keluarga Diah karena dapat berkumpul bersama. Namun juga sekaligus menyedihkan karena papa dan mama sudah tiada dalam kebersamaan mereka semua.


Selesai makan Bima diam-diam membawa masuk kopernya ke dalam kamar Diah, dan mencari obat yang harus diminumnya. Bima melihat dan menutup pintu kamar itu agar tidak ada yang tahu kalau dirinya akan minum obat di dalam kamar.


Namun dia tidak tahu kalau Diah ada di dalam kamar itu, dan akan mengganti bajunya di kamar mandi. Setelah selesai Diah melihat Bima mencari sesuatu di dalam tasnya dan mengeluarkannya.


Bima mengambil butir demi butir, lalu meminumnya saat itu juga. Diah pun berjalan menghampiri Bima dan berdiri di depan Bima saat itu juga.


Diah lalu bersimpuh di hadapan suaminya yang sedang tertangkap basah minum obat dari rumah sakitnya itu.


Diah pun sungkeman dengan Bima di dalam kamarnya, dan meminta maaf atas kesalahannya disengaja maupun tak disengaja.


"Mas, kamu sakit?" tanya Diah.

__ADS_1


Tapi Bima hanya diam saja, dan menatap Diah.


"Kenapa tak ada kabar selama 4 hari mas? Aku sangat mengkhawatirkan kamu."


"Dan aku juga sudah tahu kalau kamu sebenarnya menutupi sesuatu. Coba katakan pada ku mas.., kamu kenapa?" tanya Diah dengan sangat lembut.


"Maafkan mas ya, sebenarnya mas kemarin sedang ada di rumah sakit dan sudah berbohong kepada kamu."


"Mas hanya gak mau membuat mu khawatir saja dan tidak tenang berada disini." ucap Bima yang berbicara perlahan.


Diah terkejut dan terlihat akan menangis, dia menutupi mulutnya saat itu dan tak percaya suaminya sakit sendirian disana tanpa dirinya disisinya.


"Kenapa gak bilang sama mama yah..? Mama kan bisa temani ayah disana.., kasihan ayah sendirian."


"Mama sangat merindukan ayah, dan juga cemas memikirkan ayah disini."


"Tapi mama ingin penjelasan dan ini sudah mama dapatkan."


Bima pun lega sudah mengatakan yang sebenarnya ke Diah istrinya, tadinya dia sedikit ragu untuk mengatakannya. Tapi Bima berpikir, berbohong atau menutupi akan lebih tak baik lagi bagi hubungannya dengan Diah istrinya. Jadi Bima mulai berterus terang dengan istrinya itu, dan urusan pun terselesaikan tanpa ada pertengkaran.


Tapi Diah merasa sangat sedih dan sebagai istri pasti dia seperti tak bertanggung jawab kepada suaminya.


Diah pun menyuruh Bima lebih baik untuk istirahat saja di kamarnya, tapi Bima tidak mau. Karena dia ingin berlebaran bersama dengan seluruh keluarga.


Bima dan Diah pun keluar dari kamar dan bergabung dengan semua keluarga Diah di ruang tamu. Para saudara dan tetangga pun berdatangan seperti tiap tahunnya.


Diah dan Bima sangat senang karena begitu ramai di rumah alm. papa, Diah juga sudah 2 tahun tak merasakannya lagi saat dia tak berada di dekat mereka.


Anak-anak juga sangat senang karena mendapatkan beberapa uang dari om, tante dan abang serta kakak sepupu Diah. Mereka memang setiap tahun selalu ngumpul di rumah papa, dan sampai sekarang pun tidak berubah walau papa sudah tidak ada.


Seharian berkumpul, bercerita dan bersenda gurau serta saling bermaaf-maafan membuat semakin harmonis dan semakin erat keluarga Diah saat itu.

__ADS_1


Nanti sore Sania akan ke rumah mertuanya dan Diah juga akan ke rumah ibunya Bima mertuanya Diah. Mereka akan berkumpul disana semua sudah biasanya sore sampai malam. Karena semua pada ke rumah mertuanya dulu baru akan berkumpul di rumah dan bahkan ada yang tidur disana ketika capek untuk pulang.


Nuansa lebaran memang paling di tunggu-tunggu karena bisa berkumpul, yang jauh bisa pulang ke kampung, dan yang sudah sibuk bekerja dapat cuti untuk bersama orang tua untuk beberapa hari.


Walau cuma setahun sekali, tapi itu sangat berarti dan pasti di tunggu setiap tahunnya. Dan sorenya pun Diah dan Bima pergi ke rumah mertuanya. Disana sudah ramai menunggu kedatangan Bima dan Diah serta Aira dan Abid.


Rani juga ikut bersama mereka, Diah sekalian memperkenalkan Rani juga kepada seluruh keluarga besar. Dan sekarang keluarga Bima sudah menyayangi Diah dan tak memandangnya rendah seperti dulu lagi.


Sekarang Diah sudah seperti merasa seperti keluarga yang sebenarnya. Dan saat di rumah ibu Bima semua sangat berbahagia. Perasaan Diah kali ini saat bersama keluarga mereka tidak was-was yang berlebihan lagi seperti saat dulu.


Aira dirumah omanya sangat dekat dengan yang lainnya, dan mereka semua menyayangi Aira dan Abid.


Mereka semua suka pada Abid yang lucu dan menggemaskan.


Tanpa terasa waktu cepat berlalu dan malam sudah menjelang, Abid juga sudah kelelahan dan tertidur karena seharian main sama keluarga Bima dirumah oma.


***


Keesokan harinya Tiara dan Roby bersama ibu Tiara datang ke rumah mamanya Roby, mereka disambut oleh mamanya Roby. Dia sangat senang karena Tiara sudah memberinya sepasang cucu yang lucu dan menggemaskan.


Kini ke salah pahaman diantara keluarga sudah tidak ada lagi dan semua sudah saling menyayangi setelah Tiara melahirkan kedua malaikat kecil ke dunia ini.


Roby dan Tiara juga saling mencintai dan mulai merencanakan masa depan yang lebih baik. Dan kedua orang tua mereka kini sangat akrab bermain bersama kedua anak yang sangat menggemaskan. Begitulah hari yang selalu di tunggu saat setahun sekali itu, membuat semua menjadi bahagia saat bisa berkumpul bersama tanpa ada alasan apa pun untuk berkunjung ke rumah kerabatnya.


Bersambung...


Mohon dukungan para pembaca LIKE + KOMENTAR + GIFT 🌹/ VOTE + RATE 5 ⭐


TERIMA KASIH UNTUK PARA PEMBACA🙏🙏🙏


Semua dukungan para pembaca sangat berarti bagi kami para Author🤗😘

__ADS_1


__ADS_2