Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 11 Sial Lagi.


__ADS_3

"Kalian pergi berdua saja." teriak ayah Narin.


"Apa???" Jawab Karen dan Narin di waktu yang bersamaan, membuat Karen dan Narin sangat terkejut, tapi ayah nya langsung bilang lagi.


"Jangan ada yang berani membantah perintah ku jadi kalian harus pergi sekarang juga!!!" Bentak pak Romi, tapi karna ini pertama kali Narin melihat ayah nya naik darah dia langsung ke luar dari ruangan ayah nya tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun , di ikuti juga oleh Karen dibelakang nya, kemudian mereka pun pergi berdua dengan mobil.


Di jalan yang mereka lewati penuh dengan batu-batu hitam yang tajam juga runcing, di tengah jalan setelah menaiki tanjakan tepat di atas gunung ada truk yang mengalami ban bocor kemudian Narin melewati mobil itu lalu menuruni gunung kemudian menaiki gunung yang satu nya lagi yang lebih tinggi dan ban depan mobil mereka juga bocor disebelah kanan, kemudian tepat di atas gunung mobil mereka kehabisan angin.


Narin berusaha beberapa kali mencoba menelpon bengkel tapi tidak ada signal, mereka pun saling memandang kemudian Narin mulai membongkar ban mobil nya.


Di belakang nya di gunung yang satu nya Narin melihat supir truk kelelahan karna membongkar ban nya juga lalu ketiduran di pinggir jalan dan ban bagus yang belum dia pasang di letakan di depan ban depan mobil nya yang mau di ganti itu dengan posisi berdiri bersandar di samping mobil.


Setelah selesai membongkar ban mobil kemudian Narin kelelahan dan meminta Karen mengambil ban serep di bagasi belakang tapi Karen kesulitan menurun kan nya kemudian ban itu terjatuh lalu berguling-guling menuruni gunung dengan cepat repleks Karen berteriak.


"Tuan muda! ban mobil nya melarikan diri." tapi entah apa yang mereka berdua fikir kan yang pasti mereka cukup konyol karna repleks mengejar ban mobil yang menuruni gunung itu kemudian ban mobil sampai ke tanjakan berikut nya lalu menyentuh ban truk yang bersandar di samping mobil truk, kemudian kedua ban berguling-guling lagi ke arah Karen dan Narin, mereka berdua kembali berlari ke arah sebalik nya dan tepat di atas tanjakan Narin terjatuh, dia pun berbalik untuk melihat ke arah ban yang datang tapi karna takut ban akan menabrak wajah nya yang super duper tampan itu dia pun menutupi wajah nya juga menutup mata nya sambil berteriak.


"Aaaaaaaa...!" teriak nya dengan sangat nyaring bahkan suara nya sampai ke langit ke tujuh dan ban mobil melewati diantara kedua kaki Narin yang terbuka itu tapi sedetik kemudian ban mundur karna kehabisan tenaga untuk menanjak, hanya sedikit lagi ban itu menabrak burung dan telur nya Narin tapi karna keberuntungan Narin yang bertubi tubi atau karna teriakan Narin yang nyaring sehingga membuat ban truk itu takut mendekati nya.


Kemudian ban itu berbalik arah lalu menuruni tanjakan lagi, tapi Narin belum berhenti berteriak meski ban truk itu sudah menjauhi nya karna dia menutup mata nya sehingga dia tidak tahu keadaan sudah aman, Karen hanya mampu ternga-nga melihat kelakuan Narin, lalu Karen berkata.


"Tuan muda! apakah tuan muda sedang kesurupan?" mendengar itu kemudian Narin membuka mata nya lalu dia melihat ke dua ban mobil itu sudah ada di bawah gunung berbaring di atas aspal mungkin karna kelelahan habis mengejar Narin, Narin kemudian dengan kesal berkata kepada Karen.


"Ambil ban mobil ku lalu bawa kemari." Karen pun menurut, kemudian Narin memasang ban mobil nya lalu mereka mengembalikan ban truk ke posisi nya semula dan supir truk masih tidur kemudian Narin bersama Karen pun melanjut kan perjalanan.

__ADS_1


Dalam mobil Narin hanya bergumam sendirian yang berkata.


"Sudah ku bilang kalau aku bersama nya pasti aku sial!" Karen yang tidak mendengar kemudian bertanya.


"Tuan muda bilang apa?"


"Kapan?" sahut Narin.


"Tadi barusan," Narin pun pura-pura lupa dengan berkata.


"Aku tidak berbicara." Karen pun diam, kemudian belum jauh perjalanan, mobil pun berhenti lagi karna ada kawanan bebek yang sangat banyak di depan, bahkan memenuhi jalanan, mereka ada yang minum di selokan juga karna di kanan dan kiri mereka ada selokan yang sangat kotor dan bau.


Berulang kali di bunyi kan klakson kawanan bebek tidak bergeming sedikit pun, mereka asyik menikmati hidup seperti bebek jalanan yang berfikir bahwa dunia hanya milik mereka saja.


Karen mencoba berdiri dengan berpegang pada kepala Narin dan dia berhasil berdiri lalu naik ke atas, kemudian Karen menarik tangan Narin dan Narin berhasil juga keluar, lalu Karen dengan bangga berkata.


"Tenang tuan' tidak perlu berterima kasih, saya iklas menolong tuan muda!" Narin yang tidak faham artinya kemudian bertanya.


"Apa maksut mu menolong?" Karen pun terdiam sejenak kemudian sambil menunjuk ke selokan Karen berkata.


"Siapa yang menolong tuan' keluar dari selokan kotor dan bau itu?"


"Kamu!" sahut Narin kemudian Narin balik bertanya.

__ADS_1


"Dan siapa yang menjadi penyebab kita jatuh ke dalam selokan itu?" sahut Narin sambil berteriak,tapi tanpa rasa bersalah Karen menjawab.


"Geng bebek." Karna sangat kesal kemudian Narin hanya mampu menggoyang pohon yang tumbuh di pinggir jalan.


Karen dan Narin hanya mampu duduk di depan mobil saja karna merasa tidak mampu mengusir kawanan bebek, saking bosan nya Karen sampai dia ngelantur berbicara.


"Nyonya bebek tolong lah kasih tau kepada teman-teman mu untuk memberikan jalan kepada kami,"


Narin bahkan tidak mau berkata apa pun tapi Karen memulai berbicara lagi.


"Nyonya bebek, siapa nama mu?"


"Bebek." jawab Narin.


Kemudian Karen berkata kepada bebek sambil menunjuk mereka satu persatu.


"Aku akan memberikan nama untuk mu, kamu Kiara, kamu Gladis, kamu Eka, kamu Kirana,kamu..."


"Karen." bentak Narin yang bosan dengan ocehan Karen kemudian Karen yang kesal bertanya.


"Apakah tuan muda menyebut nama bebek itu Karen?"


"Kapan?" tanya Narin dengan nada suara yang sangat putus asa.

__ADS_1


Kemudian Karen mau bicara lagi tapi pemilik bebek datang lalu membawa bebek nya pulang, dengan rapi bebek berjalan di pinggir jalan sehingga mobil Narin bisa lewat kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melanjut kan perjalanan.


__ADS_2