Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 56 Melupakan.


__ADS_3

Mita pun kemudian pergi ke kamar Narin dan datang dengan membawa beberapa album pernikahan Narin dan Karen, juga beberapa Poto Narin di masa lalu, kemudian Karen menunjukan cincin pernikahan di jari nya dan menunjukan juga cincin yang dia pakai sama seperti yang ada di foto itu dan juga sama dengan yang ada di jari Narin, tapi tetap saja Narin belum bisa mengingat semua nya.


Memaksa mengingat semua nya membuat kepala Narin sakit dan Narin berteriak sambil kedua tangan Narin memegangi kepala nya.


"Aaa...." Karen segera mendekati Narin dan memegang tangan nya bermaksud untuk menenangkan nya tapi Narin menolak, ketika tangan Karen menyentuh tangan Narin kemudian Narin mendorong tubuh Karen sehingga Karen jatuh ke lantai dan Kanza yang membantu Karen untuk berdiri, kemudian Narin memeluk Ningsih, dan Ningsih juga memeluk Narin, melihat pemandangan itu di dalam hati Karen seperti ada tsunami yang mampu menghancurkan harapan dan juga impian nya, meski Karen bukan wanita yang pandai tapi dia tahu arti sakit hati karna cemburu dan melihat suami nya berpelukan dengan madu nya membuat hati Karen terasa sangat sakit, Karen pun berusaha mengendalikan diri nya dengan berkata.


"Narin! kalau kamu belum bisa mengingat semua nya maka tidak masalah, tapi tolong tinggal lah di sini, anak-anak kita memerlukan keberadaan mu." Mendengar itu, Narin pun segera melihat ke arah Ningsih dan Ningsih pun mengangguk karna dia yakin Narin tidak akan mengingat Karen, terutama Narin kaya dan Ningsih menyukai istana Wijaya yang sangat mewah itu, dalam sekejap kemewahan istana Wijaya mampu menyihir Ningsih dan membuat nya jadi serakah, Ningsih setuju tinggal di istana Wijaya dengan tujuan menjadi nyonya besar menggantikan posisi Karen.


"Hanan! antar kan Narin ke kamar ayah mertua! dan pastikan CCTV di kamar itu di non aktif kan." ucap Karen dengan nada suara bergetar karna dia sedang menahan tangis nya, dan Karen memandangi kepergian Narin yang menaiki anak tangga satu persatu dengan wanita lain dalam pelukan Narin, setelah memastikan Narin berada dalam kamar, dia pun tidak bisa menahan tangisan nya, Karen berteriak dan mengutuk takdir buruk nya, hati nya tidak bisa berbohong dengan berkata sedang baik-baik saja dan Karen memegang pisau buah yang ada di atas meja tapi kemudian Aure dan Ekre memeluk nya dan Kanza memohon.

__ADS_1


"Ibu....," ucap si kembar seraya menangis melihat ibu nya yang putus asa.


"Ibu...kami memerlukan ibu." ucap Kanza juga sambil menangis dan Kehadiran ketiga putra nya di depan nya menguatkan hati Karen, selama ini Karen mampu menerima takdir nya, ayah nya wafat, ibu nya mencampakkan nya, anak perempuan nya meninggal dunia bahkan sebelum dia sempat melihat, dan dia juga pernah koma, tapi Karen selalu berusaha kuat menerima takdir nya bahkan setelah koma selama 9 tahun tidak membuat Karen kehilangan semangat hidup dan semangat hidup nya yang tinggi mampu melawan malaikat maut nya, tapi ketika suami nya memeluk madu nya, Karen merasa kehilangan harapan untuk hidup dan Karen merasa kiamat datang di depan nya.


"Karen! tenang kan diri mu dan fikir Kan lah anak-anak mu." ucapan Mita membuat Karen sadar bahwa dia tidak sendirian dan dia menenangkan diri nya dengan memeluk ketiga anak nya.


Malam itu Karen menjemput Narin untuk mengajak nya makan malam dan Karen yang tidak pokus karna masalah hati nya, dia pun membuka kamar mertua nya tanpa mengetuk pintu dan Karen melihat Narin bermesraan dengan madu nya dan tubuh Karen serasa kehilangan tulang tulang nya, Karen langsung terduduk di lantai tapi respon Narin justru tidak terduga yaitu Narin dengan kesal memarahi Karen.


Kemudian Kanza memapah Karen ke meja makan dan si kembar menjemput Narin untuk makan dan mereka semua berkumpul di meja makan tapi justru makan bersama seharusnya tidak perlu ada.

__ADS_1


Narin duduk di samping Ningsih dan Karen duduk di depan Narin hanya berjarak terhalang meja makan tapi seolah jarak mereka sejauh 1 mil, Karen tidak mampu menelan nasi dalam mulut nya ketika Karen melihat madu nya menyuapi suami nya dan Narin juga melakukan hal yang sama, Narin memberikan minum kepada Ningsih dan Ningsih juga seolah sengaja membuat Karen cemburu dengan melakukan hal yang sama, semua mata tertuju pada Karen kecuali mata Ningsih dan Narin, mereka memandangi Karen dengan perasaan sedih, bahkan si kembar juga datang memeluk ibu nya untuk menenangkan ibu nya, dan makan malam yang seolah di tengah badai itu pun berakhir, Narin dan istri nya pergi ke kamar mereka dan mereka tidak menghiraukan kepergian mereka menyisakan air mata Karen yang bahkan mampu megalah kan air di lautan.


"Tenang lah Karen..." ucap Mita.


"Baru kali ini aku merasa sangat rapuh, untuk pertama kali nya aku menyesali kelahiran ku ke dunia ini dan untuk pertama kali nya aku merasa aku lebih baik mati." Karen menangis dan memukul dada nya, terasa ada yang mengganjal di dada nya bahkan Karen merasa hidup nya tidak lagi berguna, tapi ketika melihat wajah ketiga putra nya dia berusaha mengendalikan diri nya.


"Anak-anak! jangan khawatir, ibu baik-baik saja." ucap Karen kepada ketiga anak nya sambil mencium mereka dan mulut nya bisa berbohong tapi bukan hati nya, kemudian Karen dengan langkah lemah seolah tidak punya tulang di kaki nya dia berjalan menaiki anak tangga satu persatu dengan sangat pelan.


"Ka' Aure! bagaimana kalau malam ini kita tidur dengan ibu," ajak Ekre.

__ADS_1


"Ya De' kita tidur di kamar ibu malam ini." sahut Aure, kemudian malam itu si kembar tidur di kamar Karen dan berusaha menghibur Karen.


Pagi itu Ningsih bertemu Mita di ruang tamu dan Mita sedang membaca koran, kemudian Ningsih mendekati Mita dan Ningsih juga melihat semua majalah yang ada di rak di samping sofa dan puluhan majalah yang di lihat Ningsih ada wajah Narin, semakin menguatkan keinginan nya untuk menjadi serakah dan menggantikan posisi Karen, rasa bangga di hati nya melihat wajah suami nya di majalah membuat Ningsih melupakan dari mana asal usul nya.


__ADS_2