Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 19 Di tipu ayah.


__ADS_3

"Narin! kita bicara di rumah." kemudian Narin dan ayah nya pulang.


"Sejak kapan kelakuan mu seperti itu?" tanya Herman kepada Karen dengan nada kecewa,Karen pun mau bicara tapi ayah nya langsung bicara lagi.


"Ayah tidak mau mendengar alasan apa pun karna kamu hanya harus menikah dengan Narin sebelum kamu benar-benar hamil!" ucap nya sambil berteriak.


"Ayah, tolong percaya kepada ku bahwa kejadian nya tidak seperti yang ayah fikir kan,aku bersumpah Yah!" Karen berusaha meyakinkan ayah nya.


Kemudian Ayah Karen memegang dada nya lalu pingsan, Karen pun berteriak kemudian datang Mita yang segera menelpon ambulans begitu dia melihat Karen memanggil ayah nya dan ayah nya tidak merespon nya.


30 menit kemudian ambulance datang dan ayah Karen di bawa ke rumah sakit lalu di periksa dokter dan ketika dokter masih memeriksa Narin bersama ayah nya datang karna di telpon oleh Mita, kemudian ayah Narin menyuruh Narin mengajak Karen ke warung.


"Narin! ajak Karen ke warung karna seperti nya Karen belum sarapan."


"Nanti saja Tuan, karna sekarang aku sedang menunggu Dokter keluar dan mau bertanya tentang kondisi ayah ku," sahut Karen dengan ekspresi wajah sangat cemas, kemudian ayah Narin berkata.


"Sekarang ada aku yang akan menjaga ayah mu dan nanti saat kami semua pergi siapa yang akan menjaga ayah mu dan bagaimana kamu akan makan? saat tubuh mu lemah bagaimana kamu bisa merawat ayah mu?" tanya ayah Narin kepada Karen dan Mita berkata.


"Karen! benar apa yang di katakan Tuan Wijaya, jadi ayo kita makan sekarang setelah itu kita kembali lagi kesini setelah selesai makan, tidak akan lama ko' dan ada tuan Wijaya yang akan menjaga ayah mu sekarang, lagi pula sekarang juga sudah jam 10 pagi terlambat makan nanti kamu juga bisa sakit,kalau kamu sakit siapa yang akan merawat ayah mu?"


Kemudian Karen pun berjalan di ikuti Mita dan ayah Narin memberikan isyarat agar Narin juga mengikuti mereka maka Narin pun menurut tanpa rasa curiga.


Setelah 5 menit kemudian dokter keluar dari ruangan ayah nya Karen kemudian ayah nya Narin pun bertanya kepada dokter.


"Dokter! bagaimana keadaan pak Herman?"


"Maaf, siapa keluarga bapak Herman?" dokter pun balik bertanya, tapi tanpa menjawab apa pun Ayah Narin langsung masuk ke ruangan tempat ayah Karen di rawat dan bertanya.


"Kamu sakit apa Herman?".

__ADS_1


"Pak Herman hanya shock dan beliau tidak apa-apa hanya perlu istirahat sebentar kemudian boleh pulang." sahut dokter, ayah Narin merasa lega lalu berkata kepada dokter.


"Dokter tolong jangan katakan kepada orang lain, siapa pun jangan ada yang tahu bahwa pak Herman baik-baik saja, katakan kalau kondisi nya sedang tidak baik,"


"Tapi aku tidak mau membuat anak ku khawatir." sahut Herman dengan bingung.


"Justru biarkan mereka khawatir, siapa tahu mereka mau menikah, kita gunakan kesempatan ini untuk membuat mereka menuruti keinginan kita." ayah Narin menjelas kan rencana nya, Ayah Karen pun faham lalu berkata kepada dokter.


"Dokter! tolong jangan katakan kepada anak-anak kami tentang kondisi ku yang baik-baik saja, ke dua anak kami Narin dan Karen itu sangat keras kepala sehingga sulit di atur jadi sekarang waktu yang tepat untuk menguji mereka."


Dokter pun diam sambil berpikir dan dokter tidak memberikan jawaban apapun kemudian pintu terbuka, tiba-tiba Karen masuk di ikuti Narin, kemudian dengan panik Karen bertanya.


"Dokter bagaimana keadaan ayah saya?" Dokter baru membuka mulut nya mau bicara tapi langsung ayah Narin yang sambil berakting pura-pura menangis karna sangat sedih dia pun berkata.


"Karen ayah mu....," Ayah Narin tidak menerus kan kata-kata nya tapi dia langsung memeluk Narin kemudian ayah Karen berpura-pura batuk parah sambil berkata.


"Karen! ayah hanya ingin kamu menikah dengan Narin hanya itu permintaan terakhir ayah." Karen pun menangis sambil memeluk ayah nya lalu berkata.


"Baiklah saya permisi." ucap dokter sambil menggelengkan kepala nya setelah itu dokter pun pergi.


Ayah Narin mengajak Narin keluar kamar tempat ayah Karen di rawat, sementara Karen terus menangis sambil memeluk ayah nya,setelah Narin dan ayah nya diluar kemudian ayah Narin berkata.


"Narin! kamu harus menikah dengan Karen."


"Tapi ayah! Karen bukan kekasih ku, aku tidak mencintai Karen, karna Karen juga sudah memiliki kekasih." sahut Narin berusaha menolak tapi Ayah Narin kembali Berakting pura-pura menangis sambil berkata.


"Apakah kamu tega menghancurkan harapan terakhir seorang ayah? apakah ayah mengajari mu untuk tidak perduli kepada orang lain?"


"Bukan begitu ayah..! aku hanya...," Ayah Narin memotong ucapan Narin kemudian berkata.

__ADS_1


"Jika kamu menolak untuk menikahi Karen maka ayah akan mencabut hak mu untuk warisan dan kamu tidak mendapat kan sepeser pun." ucap ayah nya dengan wajah serius dan Narin tahu bahwa ayah nya tidak sedang main main dengan ucapan nya itu,kemudian Narin pun duduk di bangku lalu ayah Narin masuk ke dalam dan berkata kepada ayah Karen.


"Jangan khawatir Herman, karna Narin sudah setuju untuk menikah dan keinginan terakhir mu akan terpenuhi, ooohhh sahabat ku yang malang." ayah Narin berbicara dengan banyak drama sambil memeluk tangan ayah nya karen.


Karen melepas kan pelukan nya dari tubuh ayah nya lalu pergi keluar menemui Narin yang sedang duduk melamun kemudian karen bertanya kepada Narin.


"Mengapa tuan muda menerima pernikahan ini?" Narin dengan wajah putus asa balik bertanya.


"Apakah kita punya pilihan?" Karen diam dan Narin berkata lagi.


"Ayah ku akan menghapus nama ku dari daftar warisan jika aku menolak menikahi mu." Karen pun duduk di samping Narin lalu berkata.


"Ayah ku juga sedang sekarat dan dia juga ingin kita menikah sebagai permintaan terakhir nya," mereka berdua kemudian sama-sama diam dan sama-sama berada dalam pikiran masing-masing.


Mereka tidak menyadari kalau ke dua ayah mereka mengintip dari balik pintu yang mereka buka sedikit, ke dua ayah mereka kemudian tos dan terlihat puas karna akting mereka pantas mendapat kan penghargaan.


Kemudian Mita datang dengan membawa nasi bungkus dan air minum untuk Karen lalu bertanya.


"Karen ada apa? mengapa kamu terlihat sedih? bagaimana keadaan Paman?"


Karen menangis dalam pelukan sahabat nya dan sahabat nya pun berpikir ayah Karen memang sedang sekarat sehingga Mita juga ikutan menangis.


Kemudian Narin berdiri lalu berkata kepada Karen.


"Karen! ikut aku."


Karen pun dengan bingung mengikuti Narin yang berjalan menuju ke tempat parkir lalu Narin masuk ke dalam mobil nya dan di susul Karen kemudian Narin berkata.


"Kita akan menikah." Karen kaget dan bertanya.

__ADS_1


"Apa tuan muda sudah tidak waras?.


__ADS_2