Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 77 Perpecahan hubungan.


__ADS_3

Kemudian ketukan pintu menghilangkan khayalan Burhan lalu Burhan pun membuka kan pintu dan yang datang adalah dua orang teman nya yang tentu saja sudah ada janji dengan Burhan untuk menyewa Ningsih dan setelah menerima uang 100 ribu Burhan pun menyuruh kedua nya masuk lalu Burhan mengirimkan chat kepada Isna seolah dia adalah Ningsih yang sedang berbicara dengan isna, Burhan mengabaikan teriakan kesakitan dari Ningsih yang berada di dalam kamar bersama ke dua teman nya karna dia sudah berniat mencampakan Ningsih dan akan pergi ke Jakarta menyusul Isna berniat numpang hidup bersama Isna lagi.


Isi chat nya.


"Hallo apa kabar?" tanya Burhan.


"Baik! bagaimana kabar mu?"


"Aku sekarang sudah berpisah dengan suami ku dan tidak punya tempat tujuan dan aku juga lupa dengan alamat mu yang ada di jakarta," isi Chet nya Burhan


Dalam hati Isna berkata "Lumayan jika Ningsih menjadi anak buah nya juga karna wanita yang tidak punya tujuan biasa nya sangat mudah di atur bahkan bisa jadi pembantu gratis nya juga" jadi Isna pun memberikan alamat nya kepada Ningsih yaitu alias Burhan, tentu saja Isna tidak menyangka dengan siapa dia sekarang sebenar nya berbicara.


Setelah 2 jam ke dua teman Burhan keluar dari kamar dengan panik karna Ningsih sudah tidak lagi bergerak, mendengar itu Burhan juga ikutan panik karna menemukan kenyataan Ningsih sudah mati kemudian Burhan dan teman-teman nya memutuskan membagi mayat Ningsih menjadi 3 bagian dan masing-masing membuang mayat nya, setelah semua nya beres kemudian Burhan menjual ponsel Ningsih untuk membeli tiket tujuan ke Jakarta karna Burhan sudah mengantongi alamat isna dari chetan nya bersama isna.


Setelah mengubur sebagian mayat Isna kemudian Burhan pun dengan yakin pergi menuju Jakarta.


Sesampai nya di Jakarta Burhan langsung datang ke tempat Isna dan Isna sangat terkejut ketika melihat Burhan ada di depan nya dengan tersenyum menjengkelkan Burhan menyapa Isna.


"Hello sayang!" langsung tubuh Isna jatuh ke lantai begitu mendengar suara itu dan dia kehilangan tenaga untuk berdiri kemudian Burhan duduk di sofa, dia bersikap sok berkuasa dengan berkata.


"Bawakan minuman untuk ku." ucap Burhan kamudian Isna pun memberikan kode kepada anak buah nya untuk menuruti keinginan Burhan karna Isna tahu kalau dia memang tidak akan mampu melawan Burhan.


Kehidupan Isna yang indah sekarang berubah dalam sekejap karna kehadiran Burhan dan dia tidak lagi bisa memiliki uang karna uang yang disimpan Isna di kamar nya selalu bisa di curi Burhan dan dihabis kan nya di meja judi.

__ADS_1


*****


Di rumah, Kanza malam itu di kamar nya dia merasa gelisah, dia duduk lalu berdiri dan mondar mandir seperti setrika, Kolin pun bertanya.


"Kanza mengapa kamu terlihat tidak tenang? Apakah ada masalah dengan pekerjaan mu?" tanya Kolin.


"Entah lah Kolin! malam ini hati ku merasa sangat gelisah, semoga saja bukan firasat buruk." kemudian Kanza mengambil Laptop nya dan memulai kesibukan nya.


Saat Kanza sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan nya, Kanza menerima panggilan dari polisi yang meminta Kanza datang ke kantor polisi untuk memastikan mayat Ibu nya, karna Ibu nya di temukan gantung diri di atas sebuah pohon, banyak saksi yang mengatakan kalau Rani sempat mengalami gangguan mental dan sering menyakiti diri nya sendiri.


Mendengar berita kematian ibu nya Kanza seperti kehilangan tenaga untuk bicara dan ponsel di tangan nya terlepas, Kolin pun menyentuh pundak nya sambil berkata.


"Kanza," suara Kolin menyadarkan Kanza dari lamunan nya kemudian Kanza berkata.


"Apa!" Kolin juga ikutan kaget.


"Kolin kau tidur saja, aku akan menjemput Ibuku dan membawa nya ke rumah Ibu angkat ku." Kolin mengangguk karna dia faham Kanza tidak akan mengenal kan nya kepada keluarga nya karna status sosial Kolin, jadi Kolin berusaha untuk tidak menambah beban fikiran Kanza dengan menuruti semua perintah Kanza.


Kemudian dengan tangan gemetar Kanza menelpon Karen dan menceritakan semua nya kepada Karen, lalu Karen pun bersama Ekre menjemput Kanza di rumah nya kemudian mereka menjemput mayat Rani lalu membawa nya ke rumah Karen, keesokan harinya Rani di makam kan di samping makam Roy.


Kanza tidak pulang ke rumah nya selama 3 hari tapi Kolin faham dan dia dengan sabar menunggu Kanza dan tidak berusaha menghubungi Kanza.


Siang itu Kanza baru ingat kalau Kolin berada di rumah nya, kemudian Kanza menelpon ke rumah nya lalu pelayan nya memberikan telepon kepada Kolin, di saat yang sama Karen juga datang dan berdiri di belakang Kanza tapi Karen tidak langsung menyapa nya karna Karen berfikir Kanza sedang menelpon untuk urusan pekerjaan.

__ADS_1


"Kanza," ucap Kolin pelan karna dia menahan tangis nya karna terlalu mencemaskan Kanza.


Yang di dengar Karen.


"Maaf aku tidak memberikan kabar kepada mu selama 3 hari karna aku sangat sibuk,"


"Aku sangat merindukan mu, apakah kamu sudah makan?"


"Jangan khawatir! aku baik baik saja."


Karen pun kemudian duduk di samping Kanza dan membuat Kanza merasa malu karna ibu nya menguping pembicaraan nya kemudian.


"Nanti ku hubungi lagi!" ucap Kanza kepada Kolin kemudian tanpa menunggu jawaban dari Kolin, Kanza pun langsung menutup panggilan nya.


"Apakah kamu punya kekasih?" tanya Karen serius.


"Ibu...,"


"Ibu tidak akan melarang kamu memiliki kekasih atau pun istri, ibu juga tidak keberatan meski wanita itu dari keluarga miskin, tapi ingatlah Kanza! ibu hanya minta satu hal yaitu wanita yang akan menjadi istri mu harus jelas asal usul nya dan juga harus berasal dari keluarga baik-baik! jangan buat ibu kecewa." ucap Karen sambil memeluk Kanza, Kanza pun hanya diam tidak berani menceritakan apa pun lagi tentang Kolin kepada Karen, karna Kanza sangat menghormati Karen dan takut Karen akan kecewa kepada nya.


Malam itu tepat jam 12 malam Kanza datang ke kamar dalam keadaan mabok dan suara pintu terbuka membangun kan Kolin, kemudian Kanza pun berbaring di ranjang sambil mulut nya tidak henti berkata.


"Ibu maaf kan aku." dia ucap kan berulang kali.

__ADS_1


Kolin mencium bau alkohol yang menyengat dari pakaian Kanza kemudian tanpa ragu Kolin pun membuka semua pakaian Kanza tapi di luar dugaan Kanza kemudian mulai memeluk Kolin dan juga melepaskan semua pakaian Kolin, tapi Kolin tidak berusaha menolak nya, 7 Minggu bersama Kanza hal seperti ini lah yang di harap kan Kolin sebagai hadiah dari Kanza dan sekarang Kolin senang karna Kanza membuat Kolin percaya bahwa Kanza adalah pria normal.


__ADS_2