Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 13 Sial Lagi??


__ADS_3

Kemudian tanpa menunggu jawaban, Karen langsung berbaring di ranjang Narin sementara Narin terlalu lelah untuk berdebat dia pun juga berbaring di samping Karen.


Tapi Narin kesulitan tidur di samping Karen karna Karen tidur seperti kera dan berputar seperti gasing, bahkan beberapa kali kaki Karen menendang wajah Narin dan Narin pun beberapa kali ikut juga berbalik mengikuti ke arah kepala Karen berada agar wajah nya selamat dari tendangan Karen.


Pagi pun datang Karen terbangun lalu dia berteriak karna kaget ada Narin yang tidur di samping nya.


"Aaaa....dasar play boy cap buaya betina." ucap Karen sambil melemparkan bantal kepada Narin dan memukul nya dengan guling, Narin kaget dengan teriakan Karen lalu bertanya.


"Mengapa berteriak?" Karen pun memasang wajah curiga kemudian bertanya.


"Apa yang tuan muda lakukan di sini? tuan sengaja ya memanfaat kan situasi karna tidak ada orang dan tuan menyelinap ke kamar ku?" terlihat ekspresi wajah kesal di pasang oleh Narin.


"Dengar cewe halu, pertama! ini kamar ku,Kedua! aku tidak melakukan apa pun kepada mu, ketiga! kamu jangan memfitnah ku tanpa bukti, dan keempat! keluar dari kamar ku sekarang!!!" ucap Narin sambil berteriak kepada Karen, Karen pun langsung pergi tanpa berani menoleh karna dia merasa sangat malu.


Narin kemudian merasa lapar sementara pembantu nya juga belum datang, dia pun pergi ke dapur memasak nasi goreng kemudian setelah matang Karen datang dan berkata.


"Tuan muda! aku lapar." Karen berkata sambil memegang perut nya sambil Karen melihat ada nasi goreng lalu dia mengambil piring dan memasukan semua nya ke dalam piring lalu makan di meja sementara Narin hanya membeku berdiri seperti patung saking terkejut nya dia karna Karen menghabis kan nasi goreng yang dia buat tadi dan Narin hanya melihat Karen makan dengan perasaan yang kesal tapi malas bicara.


Kemudian Narin mengambil beberapa apel di kulkas lalu dia kembali ke kamar nya.


Siang hari telepon berdering, itu dari orang yang ingin di temui Narin yaitu pak Irwan kemudian mereka berjanji bertemu di sebuah tempat di depan lapangan bola.


Kemudian Narin memakai pakaian nya yang sudah di cuci oleh bi Ijah semalam, ketika melihat Narin yang bersiap mau pergi kemudian Karen berkata.

__ADS_1


"Ikuuuut...!"


"Cepat lah bersiap jika mau ikut." sahut Narin, Kemudian Karen juga memakai pakaian nya yang kemaren dan mereka pergi dengan mobil.


Pak Irwan sudah berada di tempat itu, Narin pun mendatangi nya sementara Karen hanya berjalan-jalan di lapangan bola sambil menunggu Narin dan pria itu selesai berbicara.


Setelah selesai Narin dan pak Irwan bicara, kemudian pak Irwan pun pergi meninggalkan tempat itu, sekarang hanya ada Narin dan Karen saja, kemudian Narin berkata kepada Karen.


"Karen! kita kembali ke kota sekarang." tapi Karen tidak pokus karna dia terpesona sambil ngiler pada mangga Muda di pohon yang ada di depan nya.


"Tuan muda! tunggu sebentar, aku mau mendapat kan mangga itu, setelah berhasil kemudian kita pulang, kira-kira siapa ya pemilik nya?" Narin melihat ke arah pohon mangga itu lalu berkata.


"Tanah ini milik keluarga Wijaya tadi baru saja aku membayar nya,"


Kemudian Karen melempar kan ranting kayu ke pohon dan 1 mangga jatuh membuat semangat Karen bertambah tapi Narin hanya melihat sambil bersandar di samping mobil nya dan tidak mau sedikit pun membantu Karen.


Tapi kemudian setelah beberapa lemparan, Karen melempar kan ranting ke tempat yang salah yaitu di tempat yang ada sarang tawon membuat tawon beterbangan, Karen menyadari bahaya dan berlari sambil berteriak.


"Kabuuuurrr...!"


Narin pun bingung melihat Karen berlari kemudian dia melihat kebelakang dan dia terkejut melihat tawon beterbangan ke arah nya, dia pun ikut berlari juga dan di depan nya Narin melihat Karen menumpang dengan motor yang lewat di pinggir jalan sehingga sekarang hanya Narin yang tersisa di kejar kumpulan tawon, setelah lelah berlari Narin menemukan sungai kemudian dia melompat ke sungai dan menyelam kemudian tawon pun pergi.


Narin merasa aman kemudian dia keluar dari air lalu berjalan menuju mobil nya yang dia parkir, tapi sial nya Narin tidak bisa mendekati mobil nya karna tawon beterbangan di atas mobil nya.

__ADS_1


Narin pun mulai putus asa dan dia dengan lemas duduk di tepi jalan untuk pertama kali nya dia merasa kehabisan akal, lalu Narin mengangkat kedua tangan nya sambil berdoa.


"Ya Allah, tolong bantu lah hamba yang sedang dalam kesulitan ini,"


Sambil Narin menadahkan kedua tangan nya ke atas, di saat yang sama lewat lah seorang wanita kira-kira berusia 45 tahun dan memberikan uang 5000 rupiah kepada Narin sambil berkata.


"Belajar lah bekerja anak muda dan berhenti jadi pengemis." lalu wanita itu langsung pergi, Narin kaget karna seperti nya wanita itu salah faham tentang Narin, Narin berdiri sambil berkata.


"Nyonya Anda sangat pelit, menyumbang 5000 rupiah tapi sudah sangat sombong pakai ceramah lagi!" Narin bicara sendirian tapi tujuan nya untuk orang yang tadi sudah pergi.


Kemudian di belakang Narin berhenti sebuah motor matic yang di kendarai seorang pria yang seusia dengan ayah nya dan pria itu kemudian memberikan uang 10 ribu rupiah ke tangan Narin lalu berkata.


"Ini Nak! aku tambah kan 10 ribu dan cukup untuk sarapan mu."


Narin masih membeku dan tidak bisa berkata apa pun lagi, pria itu juga sudah pergi dengan motor nya hanya tinggal Narin sendirian, kemudian dia pun melamun sambil sesekali melihat ke arah mobil nya yang di kelilingi tawon dan dia terlihat sangat sangat sangat putus asa.


Dalam ke putus asaan datang lah Karen dengan 3 orang yang membawa semprotan pembasmi hama setelah mereka melumpuhkan tawon, kemudian Narin mengambil mobil nya, lalu Karen dan Narin langsung kembali ke kota, sore mereka tiba di kota dan Narin langsung mengantar Karen ke kost nya kemudian Narin pulang ke rumah nya.


Keesokan pagi nya mereka bekerja seperti biasa, saat itu Karen membersihkan ruangan pak Romi, disaat yang sama pak Romi datang, lalu bertanya kepada Karen tentang perjalanan mereka semalam.


Karen pun menceritakan semua nya lalu datang lah Narin dan Hanan masuk ke dalam ruangan pak Romi juga, mereka melihat Karen sedang semangat bercerita membuat pak Romi jadi tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Karen tapi cerita berhenti ketika Karen melihat Narin berdiri di belakang nya dan seperti siput yang langsung masuk ke dalam cangkang, Karen langsung diam sementara ayah nya masih belum bisa menahan diri nya untuk tertawa.


"Seperti nya perjalanan kalian sangat menyenangkan" ayah nya Narin bertanya kepada Narin.

__ADS_1


"Siapa bilang?" sahut Narin dengan kesal, pak Romi melihat ke arah Karen dan Narin.


__ADS_2