Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 32 Berduka.


__ADS_3

Sambil menangis Romi menggelengkan kepala dan berkata.


"Ayah tidak lapar Nak', jangan khawatir kan ayah dan bagaimana keadaan Karen?" tanya Romi kepada Narin.


"Karen juga hanya mampu menangis saja dan aku tidak tahu cara menghibur nya," sahut Narin yang juga dalam kesedihan karna dia juga merasa kehilangan.


Ayah Narin pun berbaring di ranjang nya sambil memeluk foto Herman dia memejamkan mata nya dan Narin pun faham bahwa ayah nya sedang tidak ingin di ganggu kemudian Narin pergi ke kamar tempat Karen berada dan Narin berkata.


"Karen! makan lah sesuatu dan jangan biarkan diri mu larut dalam kesedihan kalau kamu tidak makan nanti kamu bisa sakit," Narin berkata sambil mendekati ranjang tempat Karen berbaring, kemudian Narin duduk di samping nya.


"Aku tidak lapar, Tzuan apakah bir bisa membuat ku lupa pada masalah ku?" tanya Karen kepada Narin dan mendengar pertanyaan itu Narin tidak bisa menjawab dia hanya diam kemudian Karen berkata lagi.


"Tuan! ajak aku ke bar." pinta Karen sambil Karen berjalan menuju mobil, Narin pun mengikuti nya dan mengantar kan Karen ke bar walau pun Narin ragu dengan yang sedang dia lakukan tapi dia merasa tidak punya pilihan selain menuruti keinginan Karen.


Kemudian ke dua wanita langganan Narin membawa kan beberapa botol minuman dan tanpa meminta pendapat Narin, Karen pun langsung minum dan Narin hanya melihat saja.


"Karen! Sudah lah henti kan! karna ini bukan kebiasaan mu dan takut nya nanti akan berbahaya untuk tubuh mu," Narin berulang kali berkata tapi Karen mengabaikan nya Narin pun kehabisan akal untuk melarang Karen jadi dia menelpon Hanan.


"Hanan! kamu dimana! datang lah ke bar! cepat!" perintah Narin kepada Hanan


"Ok!" sahut Hanan.


Kemudian panggilan pun di putus kan Narin dan 30 menit kemudian Hanan datang dan bertanya kepada Karen.


"Karen! apa yang kamu lakukan dan mengapa kamu jadi seperti ini?" Karen tidak menjawab pertanyaan Hanan, dia hanya bisa menangis dalam pelukan Hanan sambil berkata.

__ADS_1


"Ayah kuuuu...," Hanan pun memeluk Karen dan mencoba menenangkan Karen dengan berkata.


"Tenang lah sayang," tapi kata-kata Hanan tidak membuat Karen berhenti menangis dan Hanan kebingungan kemudian berkata kepada Narin.


"Narin! coba lah tenang kan Karen!" Narin tersenyum lebar mendengar permintaan Hanan kemudian.


"Kalau aku bisa membujuk nya maka aku tidak akan memanggil mu untuk datang kesini," sahut Narin.


"Kau kan suami nya." ucap Hanan, Narin juga menyahut.


"Kau kan kekasih nya." tidak lama kemudian Karen tertidur di dalam pelukan Hanan.


"Seperti nya dia tertidur," sambil Hanan memegang tangan Karen yang terasa dingin.


"Ajak saja dia menginap di hotel!" ucap Narin memerintah Hanan dan Hanan merasa tidak nyaman dengan ucapan itu jadi dia langsung berkata.


"Dia tidak mencintai ku," ucap Narin cuek.


Hanan merasa kesal dengan sikap Narin kemudian Hanan mengatakan hal yang tidak pernah di fikir kan Narin.


"Baik lah Narin! sekarang aku faham tentang satu hal yaitu sampai kapan pun Karen tidak akan bisa bahagia bersama mu! jadi malam ini, silahkan ucapkan selamat tinggal kepada Karen dan aku akan membawa Karen jauh dari kehidupan mu setelah malam ini! karna pak Herman juga sudah tidak ada lagi jadi tidak ada alasan Karen tetap bersama mu!"


Ancaman Hanan membuat hati Narin menjadi sakit, kemudian Narin bergegas berdiri untuk membawa Karen ke dalam pelukan nya dan langsung menggendong nya, Narin membawa Karen pergi dari tempat itu tanpa berkata sepatah kata pun.


Setelah meletakan Karen di bangku belakang mobil nya Narin pun menutup pintu mobil dan dia di kejut kan dengan suara Hanan yang berkata.

__ADS_1


"Kau juga masuk ke dalam dan biar aku yang menyetir,"


"Astaga! aku kira tadi suara hantu!" ucap Narin sambil dia mengusap dada nya karna dia benar-benar terkejut.


Hanan pun masuk ke mobil dan siap mengemudi, Narin pun duduk di samping Hanan di bangku penumpang kemudian Hanan mengantar mereka ke rumah keluarga Wijaya dan setelah itu Hanan menggendong Karen, tapi kemudian Narin berkata.


"Berikan kepada ku,"


"Tapi kamu juga habis minum, dan bagaimana jika nanti kalian berdua terjatuh di tangga?" tanya Hanan ragu.


"Percaya padaku," ucap Narin dengan yakin, dengan Ragu Hanan menyerahkan Karen kepada Narin dan setelah menggendong Karen kemudian Narin berkata.


"Bawa saja mobil ku ke rumah mu dan besok jemput aku," ucap Narin sambil berjalan masuk dan tidak di duga sebelum Narin membunyikan bel pintu, ternyata pintu terbuka dari dalam dan kedatangan mereka di sambut oleh Lila dan tentu saja Narin tidak akan perduli kepada Lila, dia terus berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya, membuat kekecewaan bercampur kebencian Lila terhadap Karen bertambah besar dan berniat untuk menyingkir kan Karen secepat nya, Lila pun membantu Narin untuk membuka kamar Narin dan setelah Narin masuk Lila pun pergi.


Keesokan pagi nya, Narin pergi ke dapur dan membuat kan bubur untuk Karen, kemudian setelah selesai dia membawa nya ke kamar,ketika Narin masuk ke kamar, Karen sudah bangun dan memegang kepala nya kemudian Narin bertanya.


"Sudah bangun?"


"Hmm...," sahut Karen singkat, Narin membuka gorden di kamar nya sambil berkata.


"Semalam kamu mabok berat,cpasti kepala mu masih pusing, tadi aku buat kan bubur untuk mu, makan lah selagi masih hangat agar mual di perut mu berkurang," ucap Narin sambil mendekati Karen.


Karen juga seperti nya masih belum sadar sepenuh nya dan beberapa kali mau meraih sendok tapi gagal karna pandangan nya masih belum stabil, Narin kemudian mengambil mangkok itu lalu menyuapi Karen, sehingga membuat Karen merasa mulai baper dengan perhatian Narin, setelah selesai makan Karen berkata.


"Aku mau ke kamar mandi,"

__ADS_1


Narin mengangguk tapi ketika Karen berdiri dia pun sempoyongan jadi Narin mengantar kan Karen ke kamar mandi dan setelah Karen masuk ke kamar mandi kemudian Narin mengambil kan handuk untuk Karen, kemudian Narin membuka pintu kamar mandi lalu memasukan tangan nya yang memegang handuk kepada Karen tapi kepala nya tetap di luar sambil Narin berkata.


"Karen! ini handuk mu!" Karen pun mengambil handuk dari tangan Narin, setelah itu Narin menutup pintu itu, kemudian Karen mandi, dan Narin juga bersiap untuk pergi ke kantor, setelah selesai mandi, kemudian Karen pergi menemui ibu nya dan saat itu ibu nya sedang di kamar nya, sedang menyetrika baju dan ketika Karen masuk ke kamar ibu nya kemudian Karen memeluk ibu nya sambil berkata.


__ADS_2