Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 14 Pertemuan Yang Menguntungkan.


__ADS_3

Kemudian Narin melihat ke arah Karen sambil berkata.


"Wanita itu benar-benar sangat merepotkan ku, bahkan saat tidur pun dia tidak bisa berhenti mengganggu ku, tidur nya seperti kera dan beberapa kali kaki nya menendang wajah ku."


Suasana berubah jadi tegang, Narin sadar kalau di belakang nya ada orang lain yaitu Hanan, kemudian Hanan keluar dari ruangan di susul Karen, lalu Narin duduk di bangku di depan ayah nya kemudian berkata.


"Apakah ada yang ingin ayah tanyakan?"


"Apakah kamu dan Karen tidur bersama dalam satu kamar?" tanya ayah nya serius, Narin mengangguk sambil berkata.


"Itu benar, tapi aku bersumpah tidak terjadi apa-apa karna aku terlalu lelah untuk memikirkan hal lain dan aku hanya memiliki 1 keinginan saat itu, yaitu tidur."


"Apakah kamu yakin?" tanya ayah nya lagi disertai ekspresi wajah ragu, kemudian Narin memasang wajah kesal sambil berkata.


"Kenapa ayah meragukan ku?"


"Karna kamu play boy." sahut ayah nya serius lalu Narin bersandar di kursi dan menceritakan kejadian di perjalanan nya dengan Karen menurut versi nya.


Di luar, Hanan dan Karen sedikit bertengkar karna Hanan salah faham kemudian Karen pun menjelaskan kepada Hanan dan perlahan Hanan memahami situasi nya.


Jam makan siang pun tiba, hari itu saat Narin sedang menyetir sendirian dia melihat ayah Karen yang jatuh di pinggir jalan, melihat itu Narin pun menghenti kan mobil nya dan mendatangi ayah nya Karen, Narin membantu ayah nya karen berdiri.


"Bapa' tidak apa apa?" tanya Narin, Ayah Karen berusaha mengingat kemudian Narin bilang.


"Aku teman kantor Karen dan nama ku Narin." ucap Narin dengan sopan, ayah Karen kemudian berkata.


"Nama ku Herman dan terima kasih sudah membantu ku," lalu Narin membawa ayah Karen duduk di bangku yang ada di pinggir jalan kemudian Narin bertanya.


"Apa yang terjadi? dan mengapa Bapa' tadi jatuh di jalan?" Ayah Karen tersenyum kemudian berkata.


"Aku dari pasar, tadi saat aku mau menyebrang aku terkejut karna ada mobil yang lewat dan bergegas aku menepi, tetapi tongkat ku tersangkut sehingga aku hilang keseimbangan kemudian terjatuh."

__ADS_1


"Apakah ada yang sakit? atau kita sekarang pergi ke dokter?" tanya Narin lagi, ayah Karen menggeleng kan kepala sambil berkata.


"Aku tidak apa-apa dan aku tidak mau ke dokter."


Narin pun diam sambil memandangi ayah Karen dan kemudian menawarkan diri.


"Mari ku antar pulang." Ayah Karen pun mengangguk lalu Narin membantu nya berdiri kemudian ayah Karen masuk ke mobil Narin dan Narin mengantar kan nya sampai kerumah.


Pagi itu ayah Karen pergi ke pasar dia membeli ayam, ikan, dan sayuran, dia membeli lebih banyak bahan berencana mau memasak makan siang juga untuk Narin.


Jam makan siang pak Herman datang ke kantor Wijaya, satpam yang meliha ayah Karen di luar kemudian berkata.


"Silahkan masuk Pa!" ucap satpam dengan sopan karna memang pak Herman adalah orang yang mendapat izin langsung dari Narin untuk masuk ke dalam kantor Grub Wijaya, sambil tersenyum Ayah Karen bertanya kepada satpam.


"Dimana Karen?" ketika satpam mau menjawab pertanyaan nya karen juga keluar dari dalam lift, melihat wajah ayah nya Karen langsung bertanya kepada ayah nya.


"Ayah! apa yang ayah lakukan disini?" Ayah nya pun berjalan masuk ke dalam di ikuti Karen kemudian ayah nya berkata.


"Kemaren tuan muda Narin mengantar kan aku ke rumah setelah aku jatuh di jalan dan hari ini aku sengaja memasak untuk tuan muda Narin," Ayah nya menjelas kan kemudian Karen pun berkata.


"Ayo kita coba." ucap Karen menyemangati ayah nya.


Kemudian Karen menuntun ayah nya ke lift dan ada 2 lift di kantor itu, mereka memilih lift sebelah kanan dan ketika mereka masuk ke dalam lift di saat yang sama ayah Narin juga keluar dari lift yang satu nya tapi mereka tidak sempat saling melihat.


Setelah menaiki lift mereka menuju ruangan Narin, ketika Karen mengetuk pintu di ruangan Narin dari belakang Hanan memanggil.


"Karen!" Karen menoleh lalu Hanan berkata.


"Pak Romi tadi menelpon ku dan berpesan untuk di sampai kan kepada mu kalau dia meminta di ambil kan tas nya yang ketinggalan di atas meja, lalu kamu di suruh mengantar kan kepada beliau sekarang karna beliau menunggu di depan pintu lift." Karen pun melihat kepada ayah nya dan ayah nya berkata.


"Pergi lah Nak! ayah akan menemui tuan muda Narin sendirian,"

__ADS_1


Karen mengangguk dan bergegas pergi ke ruangan pak Romi, setelah tersenyum kepada ayah Karen Hanan juga pergi, kemudian ayah Karen masuk ke ruangan Narin dan dengan takut ayah Karen menyapa Narin.


"Maaf Tuan, karna saya mengganggu Tuan." Narin tersenyum sambil berkata.


"Paman tidak mengganggu karna sekarang juga sudah jam istirahat makan siang," sambil Narin melirik ke tangan kanan ayah Karen lalu bertanya.


"Apakah Paman mencari Karen?"


"Sebenar nya ini untuk mu, tadi aku sengaja memasak dan bermaksud memberikan kepada mu, tapi...aku ragu apakah kamu mau memakan nya," sahut nya dengan malu, Narin segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ayah nya Karen kemudian dia mengambil rantang dari tangan ayah Karen lalu membuka rantang itu dan mulai mencicipi nya sambil berkata.


"Ini sangat enak Paman." sambil Narin makan dengan lahap, lalu dengan bangga ayah Karen berkata.


"Syukur lah kalau kamu suka, terima kasih." sambil tersenyum bahagia.


"Apakah Paman mantan Chef?" tanya Narin.


"Bukan." sahut ayah Karen.


"Tapi masakan Paman sangat enak dan aku sangat suka," ucap Narin lagi, setelah selesai makan Narin mengambil uang dari dalam saku nya yang berjumlah 500 ribu sambil berkata.


"Paman, besok masak lagi ya dan antar kan kemari aku pesan masakan yang berbeda,"


Ayah Karen menerima uang dengan bahagia sambil berkata.


"Kamu serius?"


"Saya sangat serius." sahut Narin dengan tegas, membuat Ayah Karen sangat terharu dan berkata.


"Setelah 15 tahun berlalu ini uang pertama yang bisa aku hasil kan dengan tangan ku sendiri,"


"Apakah Paman lama tidak bekerja?"

__ADS_1


"Iya Nak! cerita nya panjang, tapi sekarang aku merasa senang karna setidak nya aku bisa mengurangi beban Karen karna selama ini Karen lah yang membiayai ku." ucap ayah Karen sambil memeluk uang itu, Narin pun tersenyum dan setelah Narin selesai makan ayah karen membereskan rantang nya kemudian dia pun pamit pulang, di lantai bawah ayah nya bertemu dengan Karen dan berkata.


"Tuan muda menyukai masakan ku dan dia memesan masakan lain besok."


__ADS_2