Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 79 Kehilangan jejak.


__ADS_3

"Kolin adalah keturunan asli keluarga Wijaya dan kita jual saja informasi ini kepada Hanan agar kita tidak bertemu Narin dan Karen, kita bisa menjual Kolin kepada Hanan bahkan sampai milyaran, lalu kita pergi meninggal kan tempat ini." ucap Lila dan Isna berfikir sambil tersenyum puas.


"Kamu benar Lila! kenapa ibu tidak pernah memikirkan hal itu sebelum nya? tapi bagaimana jika mereka meminta tes DNA maka kita pasti di paksa menunggu," ucap Isna sambil berfikir.


"Kolin memiliki tanda lahir huruf R di bahu kanan nya, jadi menurut ku kalau kita sebut kan tentang hal itu maka Hanan pasti akan percaya kepada kita tanpa harus menunggu tes DNA segala." kemudian mereka di kaget kan oleh suara Rico yang di luar kamar bertanya kepada Burhan.


"Burhan! apa yang kamu lakukan di kamar ibu?" Lila dan Isna yang ada di dalam pun kemudian terkejut dan segera keluar kemudian Isna bertanya.


"Apakah kamu menguping pembicaraan kami?" tanya Isna curiga.


"Tidak! aku bahkan baru saja datang," sahut Burhan, lalu setelah itu Burhan pergi meninggal kan mereka dan Isna berkata kepada Rico.


"Aku tidak pernah mempercayai Burhan, Rico! kamu urus Burhan dan kalau bisa lenyap kan saja dia, agar dia tidak mengacaukan semua rencana kita!" perintah Isna, Rico pun mengangguk.


Siang itu Riyadi datang mengantar kan Kolin dan Burhan memang kagum pada Kolin dia berusaha mendekati Kolin untuk memastikan tanda lahir itu tapi sayang nya tanda lahir itu tertutup oleh jaket yang di kenakan Kolin.

__ADS_1


Melihat Burhan yang mendekati Kolin kemudian Isna pun memberikan isyarat kepada Kolin untuk menjauhi Burhan dan karna mendapat kan perintah langsung dari Isna maka Kolin pun berani mengabaikan Burhan kemudian masuk ke dalam kamar nya.


Malam itu Burhan masuk ke kamar Kolin dan diam-diam dia meletakan handycam dengan mode aktif, kemudian dia keluar lalu dengan sengaja menumpahkan bi*r ke baju Kolin sehingga Kolin terpaksa masuk ke kamar untuk mengganti baju nya, setelah itu Kolin keluar lagi, lalu Burhan mengambil handycam nya kemudian melihat rekaman Vidio yang sudah dia dapatkan dan Burhan memproses agar Vidio itu persalinan keponsel nya kemudian dia mengambil beberapa tangkapan layar di huruf R yang ada di bahu Kolin sebagai bukti, Burhan merasa puas dengan penemuan nya dan dia tidak sabar menunggu pagi datang.


Bukan lah hal sulit bagi Burhan menemukan petunjuk tentang Wijaya dan juga Hanan kemudian Burhan datang ke hotel Wijaya yang di pimpin oleh Hanan, Burhan pun tiba di kantor itu dan langsung mencari Hanan, tapi di halangi oleh security, kemudian Burhan pun berpesan kepada security agar disampai kan kepada Hanan bahwa dia memiliki informasi tentang anak perempuan Wijaya yang masih hidup, setelah mendengar hal itu Hanan pun langsung marah kemudian menyuruh security mengusir Burhan karna Hanan juga tahu kalau anak yang di maksut sudah mati, tapi Burhan tidak kehabisan akal dia pun menyerahkan ponsel nya kepada security dan menampil kan satu foto dibahu Kolin yang ada huruf "R", setelah melihat nya Hanan langsung keluar menemui Burhan dan Burhan menunjukan lebih banyak foto lagi terutama yang ada di bahu Kolin kemudian Hanan menghubungi Mita.


"Sayang! apakah kamu masih menyimpan Poto bayi pertama nya Karen?"


"Ya ada, tapi untuk apa?" sahut Mita.


"Kirimkan saja nanti saat pulang ke rumah aku akan ceritakan." sahut Hanan, Mita pun mengirimkan foto bayi itu lalu Hanan mencocokan foto yang di miliki Mita dengan Poto yang di bawa oleh Burhan dan setelah Hanan percaya kemudian Burhan meminta 1 milyar, Hanan pun setuju membayar Burhan jika memang itu adalah keturunan Wijaya asli.


Rico sempat menolak untuk masuk ke dalam mobil yang sudah dia rusak karna dia juga tahu rem nya tidak akan berfungsi tapi Burhan kemudian memukul Rico sampai pingsan sehingga Rico tidak bisa mengatakan alasan dia menolak masuk ke dalam mobil itu.


Hanan dengan sangat bersemangat dan melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang sepi, sampai akhir nya Hanan panik saat menuruni sebuah tanjakan karna rem nya tidak berfungsi kemudian mobil yang Hanan kemudikan menabrak sebuah truk semen.

__ADS_1


Susah payah dengan terluka parah Hanan keluar dari mobil nya dan berhasil menjauhi mobil nya tapi Rico bersama Burhan meledak di dalam mobil nya jadi hilang lah sudah bukti dan saksi tentang Kolin.


Hanan di bawa ke rumah sakit tapi nyawa Hanan juga tidak bisa di selamat kan, upacara pemakaman Hanan ada di televisi dan Narin melihat nya juga di siaran langsung, tapi dia tahu meski dia berusaha secepat mungkin datang ke Jakarta dia tidak akan sempat menyaksikan langsung pemakaman Hanan di tambah lagi Narin masih takut bertemu dengan Karen langsung.


Setelah kematian Hanan kemudian Narin memutuskan untuk kembali ke Jakarta untuk menggantikan Hanan memegang perusahaan nya kembali dan hari itu adalah hari pertama Narin tiba di Jakarta, ketika masih berada di bandara Aure langsung bilang.


"Ayah, bagaimana kalau kita mengunjungi ibu dan Ekre?" tanya Aure kepada Narin tapi jawaban Narin membuat Aure sangat kecewa.


"Tidak! bahkan jika bisa kita rahasiakan saja kehadiran kita karna aku belum siap bertemu Karen sekarang!" sahut Narin.


"Lalu kapan ayah siap?"


"Suatu hari nanti tapi tidak sekarang!" sahut Narin sambil memandangi langit Jakarta yang dia rindukan.


Setelah ziarah ke makam ayah dan ayah mertua nya kemudian Narin mengunjungi makam anak nya yang mereka panggil mawar merah, lalu Narin pergi ke makam Hanan, Narin merasa sangat sedih kehilangan salah satu orang yang paling berharga dalam hidup nya.

__ADS_1


Suatu hari saat Narin berada di kantor, Aure berinisiatif mengunjungi Ekre dan juga ibu nya jadi dia berusaha mengubah penampilan nya agar ibu nya tidak mengenali nya, dia pakai jenggot palsu juga topi serta kaca mata hitam, tentu saja penampilan nya sangat berbeda bahkan ayah nya pun tidak akan mampu mengenali nya.


Hari itu Aure membunyikan bel di gerbang pintu pagar istana Wijaya, karna hari itu adalah hari ketujuh kematian Hanan maka semua orang berada di rumah.


__ADS_2