Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 16 Awal Yang Baik.


__ADS_3

"Boleh, kapan?" Kemudian Narin melihat ke arloji nya lalu berkata.


"Jangan sekarang, karna sekarang aku masih sibuk." setelah bicara begitu Narin pun pergi.


Setiap hari Narin dan ayah nya makan di restoran itu tapi ayah nya tidak pernah penasaran dengan juru masak nya itu meski setiap hari makan masakan nya.


Restoran Narin dengan cepat sangat berhasil dan terkenal, bahkan semua staf di grub Wijaya juga makan di restoran itu dan ayah Karen sangat bahagia karna dia bisa menghasilkan uang, setelah 6 bulan kemudian Narin membelikan rumah sederhana untuk tempat tinggal Karen dan ayah nya sebagai hadian kesuksesan usaha mereka.


Mita juga berhenti bekerja di toko bunga karna memilih bekerja di restoran juga sebagai pelayan, dia juga tinggal di rumah ayah nya Karen dan meninggal kan kost nya.


Suatu hari Narin menyadari bahwa Hanan tidak masuk kerja selama 3 hari dan dia tidak minta izin kepada Narin sehingga membuat Narin heran, Narin pun berulang kali menelpon tapi tidak di angkat kemudian Narin memutus kan untuk datang ke rumah Hanan kemudian Narin melihat pintu rumah Hanan terkunci.


Kemudian ada 5 orang ibu ibu tetangga Hanan lewat dan Narin pun bertanya.


"Permisi Bu! apakah ibu tahu di mana Hanan dan keluarga nya?"


Ibu-ibu itu saling berpandangan kemudian salah satu menjawab.


"Kalau tidak salah Nilam sari di culik ya, Bu?" tetangga yang satu nya juga menyahut.


"Iya saya juga dengar gosip nya kalau ibu Nilam di culik, dengar-dengar kata nya ibu Nilam punya banyak hutang lalu di culik oleh anak buah nya juragan Bagong," ucap ibu-ibu sambil menggosip.


"Siapa? dan di mana tempat juragan Bagong itu?" tanya Narin lagi, kemudian wanita yang bernama ibu Apni bertanya.


"Apakah kamu membawa kertas dan pulpen?"


"Ada," sahut Narin sambil masuk ke dalam mobil dan mengambil kan nya kemudian menyerahkan nya kepada ibu Apni dan ibu Apni mencatat alamat juragan Bagong dan kemudian memberikan nya kepada Narin dan berkata.

__ADS_1


"Ini tampan! alamat nya juragan Bagong." setelah menerima alamat Narin kemudian membaca nya.


"Terima kasih cantik." ucapan Narin membuat semua ibu ibu tertawa mendengar kata manis Narin yang di sertai senyum manis nya itu membuat siapa pun yang melihat nya pasti baper, kemudian Narin masuk ke mobil nya dan pergi menuju alamat yang di tulis di kertas itu, 30 menit kemudian Narin sampai di tempat tujuan, Narin pun keluar dari mobil dan bertanya kepada 2 orang penjaga pintu.


"Dimana juragan Bagong?"


Salah satu dari mereka bertanya.


"Apa keperluan mu?"


"Aku mencari pria bernama Hanan dan ibu nya Nilam sari," kedua orang itu pun tertawa dan berkata.


"Kamu ada urusan apa mencari mereka?"


"Katakan atau aku akan bertanya dengan tangan ku." sahut Narin mulai kesal, sambil menunjukan tinju nya yang membuat kedua orang preman nya juragan Bagong tertawa kemudian mereka mulai menyerang Narin, tapi bagi Narin kedua orang itu bukan tandingan nya dan dalam beberapa jurus saja Narin berhasil melumpuhkan mereka, dari dalam datang lah juragan Bagong yang bertanya.


"Dimana Hanan dan ibu nya?" Kemudian juragan Bagong bertanya kepada anak buah nya yang ada di belakang nya.


"Siapa Hanan?"


"Bos! Hanan adalah anak nya ibu Nilam." sahut anak buah nya


"Ooowwhh...! wanita penjudi itu?" ucap juragan Bagong kemudian anak buah nya menjawab.


"Iya bos."


"Nilam punya banyak hutang kepada ku karna dia kalah judi dan dia tidak mampu membayar hutang jadi aku menahan nya di dalam gudang ku, lalu anak laki laki nya aku suruh menjual ginjal nya untuk membayar hutang ibu nya dan sekarang anak nya sedang di rumah sakit, mungkin sebentar lagi dia akan di operasi." ucap juragan Bagong sambil tertawa kemudian Narin menghajar nya dan tawa nya pun hilang berganti dengan tangisan lalu dengan emosi Narin memegang kerah baju juragan Bagong dengan nada nyaring di telinga juragan Bagong Narin pun berteriak.

__ADS_1


"Jika ginjal Hanan terlepas dari tubuh nya,maka aku Narin Wijaya Kusuma bersumpah akan melepas kan leher mu dari badan mu akan aku kirim kan leher mu ke selatan tangan mu ke timur, kaki mu di barat dan tubuh mu di utara." Ucap Narin dengan sangat emosi kemudian dengan tangan gemetar juragan Bagong berkata.


"Tunggu jangan marah, aku akan menelpon anak buah ku untuk membatalkan operasi,tolong...!" sahut juragan Bagong lalu Narin melepas kan kerah baju juragan Bagong kemudian juragan Bagong menelpon anak buah nya dan bertanya.


"Dimana kalian? bawa Hanan pulang! dan batal kan operasi! jangan banyak bertanya dan lakukan perintah ku!" ucap juragan Bagong yang melampiaskan kekesalan nya kepada Narin dan di lampias kan kepada anak buah nya.


Kemudian Narin pun menunggu dengan duduk di atas mobil nya dan setelah 30 menit menunggu datang lah Hanan bersama 2 anak buah juragan Bagong, melihat Narin kemudian Hanan bertanya kepada Narin.


"Tuan muda! apa yang tuan muda lakukan di sini?"


"Menunggu mu," sahut Narin dengan santai kemudian Hanan melihat ke sekeliling dia melihat semua wajah orang-orang juragan Bagong memiliki tanda tangan Narin alias bonyok dan Hanan juga melihat ke arah juragan Bagong yang juga bonyok karna telah mendapat kan kenang-kenangan dari Narin kemudian Hanan berkata.


"Tapi saya tidak bisa pergi tuan karna ibu saya masih di tahan mereka," Narin melihat kearah juragan Bagong kemudian Narin bertanya kepada juragan Bagong.


" Berapa hutang ibu Nilam itu?"


"200 juta." jawab juragan Bagong, Narin mengambil cek dari dalam mobil nya dan menulis angka nya lalu menyerah kan nya kepada juragan Bagong, setelah cek ditangan nya, juragan Bagong memberikan isyarat kepada anak buah nya untuk menjemput Nilam dan 1 orang masuk ke dalam, tidak lama kemudian dia keluar bersama ibu nya Hanan, kemudian Ibu dan anak berpelukan sambil Hanan berkata kepada ibu nya.


"Bu! ini bos ku dan dia yang sudah membayar hutang ibu." Ibu nya meraba tubuh anak nya lalu Hanan berkata.


"Ginjal ku masih lengkap Bu!" kemudian Ibu nya menangis sambil memeluk Hanan dan berkata.


"Maaf kan semua kesalahan ibu Hanan, ibu janji tidak akan terulang lagi karna ibu tidak mau kehilangan mu," Hanan mengangguk, lalu Narin berkata.


"Masuk lah ke mobil dan aku akan antar kalian pulang."


Kemudian mereka pun pergi meninggal kan rumah juragan Bagong dan setelah mengantar Hanan dan ibu nya Narin juga pulang ke rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2