Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 25 Pergi Bulan Madu.


__ADS_3

Narin hanya mengambil tiket kemudian pergi meninggal kan ayah dan mertua nya tanpa berkata apa pun dan langsung masuk ke kamar setelah di kamar Narin menunjukan tiket kepada Karen kemudian bertanya.


"Karen! bagaimana menurut mu? ayah ingin kita berdua pergi ke Bali besok untuk berbulan madu,"


Karen hanya diam duduk di bangku sambil menikmati makan es krim nya dalam piring dengan berbagai rasa dan Narin hanya memandangi saja istri nya makan es krim dengan lahap seolah baru pertama kali mencicipi rasa es krim tangan kanan nya memegang es krim rasa coklat dan tangan kiri memegang es krim rasa tiramisu.


Narin hanya mampu menggelengkan kepala melihat kelakuan istri nya yang kadang menyebalkan, konyol dan menggemaskan tapi yang pasti Karen sekarang sudah bisa membuat Narin berbicara baik kepada nya dan tidak lagi mengatakan Karen pembawa sial bagi nya seperti nya hati Narin sudah mulai tenang duduk di samping Karen.


Sambil makan es krim Karen berkata.


"Ya sudah kita pergi saja, kita juga tidak pernah berani kan menentang perintah ayah kita,"


"Hhmmm...,"ucap Narin sambil berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi Narin pun berbaring di ranjang dengan posisi bersandar di bantal yang tinggi karna dia susun 3 tingkat sambil Narin Chetan dengan kekasih nya yang entah ke berapa.


"Jam berapa besok berangkat?" tanya Karen.


"Eeemmm..., entah lah?" Sahut Narin, Narin sudah tidak pokus lagi berbicara dengan Karen karna dia sedang sibuk juga.

__ADS_1


Setelah selesai makan es krim Karen pun pergi ke kamar mandi dia mencuci tangan dan juga wajah nya kemudian Karen juga berbaring di ranjang di samping Narin sambil Karen bermain game online.


Tidak lama kemudian mungkin karna Karen sangat mengantuk Karen pun tiba-tiba tertidur dan ponsel nya terlepas dari tangan nya, Narin terkejut ketika mendengar hero andalan Karen di umum kan telah wafat, dia pun melihat Ke arah Karen, jadi Narin tahu kalau Karen sudah tertidur dan Narin pun kemudian mengganti kan Karen untuk melanjut kan permainan karna Narin tidak mau istri nya di keluarkan dari permainan dia pun melanjut kan permainan sampai tim Istri nya mendapat kan kemenangan dan bukan AFK.


Setelah mendapat kan kemenangan kemudian Narin meletakan ponsel Karen di atas meja di samping tempat tidur Karen dan Narin menyelimuti tubuh Karen sambil memandangi wajah Karen yang sudah tertidur lelap itu, tapi Narin bahkan tidak pernah berfikir untuk berhubungan intim dengan istri nya karna dia belum mencintai istri nya dan walau pun Narin adalah seorang play boy kelas paus tapi dia bahkan belum pernah berhubungan sexs dengan wanita mana pun karna ayah nya sering berkata kehormatan keluarga Wijaya ada di pundak nya dan dia sangat hati hati dalam bertindak agar tidak melakukan perbuatan yang akan mencoreng nama baik keluarga Wijaya yang terhormat.


Keesokan pagi nya mereka pun bersiap untuk berangkat dan melakukan perjalanan menuju Bali seperti keinginan ayah nya dan ke dua ayah mereka juga mengantar kan mereka ke bandara untuk memastikan kepergian mereka, ketika sore Karen dan Narin pun tiba di tempat tujuan.


Keluarga Wijaya juga memiliki rumah di Bali dan ketika masuk ke dalam rumah mereka di sambut pembantu mereka dan berkata.


"Mari tuan dan nyonya saya antar ke kamar,". Kemudian Narin dan Karen berjalan mengikuti pembantu nya menuju kamar dan ketika tiba di kamar pembantu nya berkata.


Narin pun mengeluarkan semua pakaian nya di atas ranjang dan Karen melihat keluar jendela sambil Karen berkata.


"Ini kamar ku, jadi tuan muda pergi cari kamar tidur lain,"


"Siapa kamu yang seenak nya memberikan peraturan seperti itu?" sahut Narin kesal.


Karen pun mau bicara lagi tapi ponsel Narin tiba-tiba berdering dan Narin keluar kamar untuk menerima panggilan karna panggilan itu dengan nama Luci, Narin pergi dengan meninggal kan pakaian nya yang sudah berhamburan di atas ranjang dan Karen pun juga langsung pergi mandi, dan di luar kamar itu setelah Narin selesai berbicara dengan kekasih nya Narin pun pergi mencari kamar yang lain, dia bertemu pembantu nya dan mereka pun berbicara kemudian Narin bertanya.

__ADS_1


"Nama kamu siapa?"


"Nama saya Siti tuan, saya bekerja di sini sudah 1 tahun dan pak Arga yang mempekerjakan saya,"


Narin tahu Arga adalah orang yang di percayai ayah nya untuk proyek di Bali kemudian Narin bertanya lagi.


"Bi! ada berapa kamar di rumah ini?"


"Ada 5 kamar tuan," sahut Siti, kemudian Narin bertanya lagi.


"Di mana kamar yang lain?"


"3 Kamar ada di atas dan 2 kamar ada di bawah, tapi apakah tuan dan nyonya tidak suka kamar utama?" tanya Siti dengan bingung, Narin pun tersenyum kemudian dia pergi.


Setelah berbicara dengan Bibi Siti, Narin pun berusaha menemukan kamar lain di atas dan dia menemukan nya, kemudian dia kembali ke kamar yang sudah di jadikan Karen markas utama nya Karen dan karna Narin tidak melihat Karen maka tanpa bicara Narin pun memunguti semua pakaian nya, di saat yang sama Karen juga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di dada nya dan Karen tidak menduga kalau Narin ada di kamar itu dan yang lebih tidak di duga Karen lagi kalau ternyata ketika Karen menutup pintu kamar mandi dan ujung bagian bawah handuk nya terjepit pintu.


Karen kaget melihat Narin ada di kamar nya dan dia pun berkata.


"Kenapa tuan kemari? dasar pria cabul, pasti mau mengintip aku mandi."

__ADS_1


Sambil bicara Karen sambil berjalan dan ketika Karen berjalan maju, maka handuk nya tertinggal jauh di belakang, Karen pun telanjang tanpa mengenakan sehelai benang pun dan Narin sangat terkejut melihat pemandangan nyata di depan mata nya, Karen pun berteriak karna sangat malu dan bergegas Karen mengambil handuk nya yang tertinggal di pintu kemudian langsung memakai nya, begitu Karen melihat lagi ke arah Narin ternyata Narin sudah terduduk di lantai karna shock, Narin hanya mampu mengedip kan mata nya 3 kali dan dia tidak bisa berbicara apapun lagi kemudian Karen bergegas masuk lagi ke dalam kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi, suara pintu di tutup dengan keras cukup untuk menyadar kan Narin dari lamunan nya kemudian dia pun bergegas mengumpul kan baju-baju nya yang berhamburan di lantai dan segera pergi meninggal kan tempat itu dengan membawa semua harta nya.


__ADS_2