Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 53 Keajaiban datang.


__ADS_3

Hari itu adalah hari ulang tahun ke 5 Kanza, tapi Rani sedang berada di dubai untuk liburan dan jalan-jalan bersama Amelia Debora, Roy dan Karen sepakat merayakan ulang tahun Kanza di rumah Wijaya dan ketika Kanza meniup lilin ulang tahun nya tiba-tiba Karen pingsan dan di bawa ke rumah sakit,Roy, Mita, Hanan dan Narin merasa sangat cemas, Kanza juga hanya menangis karna takut ibu nya sakit.


Dokter pun keluar dari ruangan tempat Karen di rawat dan menemui mereka semua.


"Siapa suami pasien?" tanya dokter.


"Saya dok!" sahut Narin, maju ke depan dan dokter pun mengulur kan tangan nya kemudian berkata.


"Selamat! istri anda hamil." seolah tidak percaya bercampur perasaan sangat bahagia Narin mengulangi pertanyaan nya.


"Istri saya hamil Dok?" dokter mengangguk kemudian pergi dan semua orang juga ikut bahagia, kemudian Narin masuk ke ruangan Karen dan berkata.


"Sayang! kamu hamil!" Karen pun juga sangat bahagia meski dia tidak lagi muda tapi dia sangat bersemangat untuk melihat bayi nya sendiri.


Setelah keluar dari rumah sakit Karen pulang ke rumah nya dan Narin mempekerjakan beberapa pembantu tetap dan bukan hanya di hari Minggu saja, tapi datang setiap hari dan satu baby sister juga ada yang tugas nya khusus untuk menjaga Kanza.

__ADS_1


Singkat cerita Karen pun melahirkan bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan di beri nama Aure dan Ekre, kehidupan sempurna dan bahagia di miliki Karen dan Narin bersama keluarga besar mereka dan bahkan mereka tidak pernah tahu bahwa anak perempuan mereka juga masih hidup, tapi kebahagiaan mereka sangat singkat atau tepat nya 1 tahun.


Hari itu Karen dan Narin berencana mengunjungi pabrik teh, karna mereka berencana menambah pembangunan pabrik lagi, jadi seperti sebelum nya mereka pergi bersama untuk melihat lokasi baru yang akan di bangun dan perjalanan ke tempat itu cukup jauh jadi si kembar tidak di ajak yang pergi hanya Narin dan Karen saja, Kanza dan si kembar di titip kan kepada Mita.


Karna tempat yang mereka tuju melewati restoran ibu Sari kemudian Narin dan Karen sepakat untuk mampir di restoran ibu Sari.


Di sebuah lampu merah Narin menghentikan mobil nya dan tidak jauh dari mobil mereka ada tempat sampah dan di sana lah Rico sedang memulung sampah, Rico yang sedang duduk santai melihat Narin dan Karen berada di mobil itu.


Lampu hijau menyala, mobil Narin pun meninggal kan tempat itu, Rico juga naik ojek untuk menyusul mereka kemudian tidak jauh berjalan Karen dan Narin tiba ke parkiran di restoran ibu Sari.


"Aku ingat saat kita pertama kali melewati jalan ini, dulu jalan ini masih berbatu dan juga belum di aspal."


"Ya, tapi sekarang jalan nya sudah di perbaiki dan mungkin semua jalan sudah di aspal berharap saja ban kita tidak bocor dan tidak ada bebek." sahut Narin dalam candaan nya.


Mereka pun tertawa karna mengingat masa lalu dan di persimpangan mereka di kejutkan oleh seekor sapi yang berdiri memenuhi sebelah kiri jalan dan pemilik sapi berusaha menarik sapi nya tapi sapi nya tidak mau berjalan dan Narin berusaha menghentikan mobil nya tapi mobil nya tidak bisa berhenti karna rem nya blong kemudian Narin membanting setir ke kanan untuk menghindari sapi itu tapi mobil Narin menabrak pohon yang berada di sebelah kanan jalan, Karen pingsan dan ketika Narin melihat Karen pingsan Narin pun membuka pintu mobil dan turun dari mobil tapi karna kepala Narin pusing dia pun pingsan dan tubuh Narin terguling ke bawah jurang dan kepala nya terbentur sebuah batu yang berada di bawah jurang itu.

__ADS_1


Pemilik sapi yaitu seorang pria yang kira-kira seusia dengan Narin segera menolong Karen dan mengeluarkan Karen dari dalam mobil lalu meletakan tubuh Karen di bawah pohon di sebrang jalan yang sedikit lebih jauh dari mobil itu berada dan Karen pun siuman kemudian dengan pelan Karen berkata kepada pemilik sapi itu.


"Tolong selamat kan suami ku." Kemudian pemilik sapi pun mencari Narin di bangku pengemudi dan masuk ke dalam memeriksa bangku belakang siapa tahu ada penumpang lain di bangku belakang dan di saat yang sama ketika pemilik sapi masih berada di bangku pengemudi, mobil pun meledak dan pemilik sapi juga mati terbakar dalam mobil, Karen melihat kejadian itu dan ketika mobil meledak Karen pun pingsan, setelah api hampir padam lewat lah sebuah truk kemudian menghubungi polisi dan juga ambulans.


Tidak lama kemudian ambulans dan polisi datang ke tempat itu, Karen di bawa ke rumah sakit bersama mayat dalam mobil yang di duga mayat Narin juga di bawa ke rumah sakit dan setelah wajah Karen di bersihkan dokter mengatakan kepada polisi pernah melihat wajah itu di televisi dan dokter yakin itu adalah Nyonya Wijaya, kemudian polisi datang ke rumah Wijaya karna hari itu hari Minggu Hanan dan Mita juga berada di rumah.


Bel pagar di depan berbunyi, kemudian pembantu membuka kan pagar lalu membawa 2 polisi berseragam masuk ke dalam dan saat itu Hanan dan Mita sedang berada di ruang tamu, Hanan dan Mita saling memandang dengan firasat buruk melihat kedatangan ke dua polisi itu.


"Maaf, apakah benar ini adalah kediaman keluarga Wijaya?" tanya petugas polisi itu.


"Iya Pa' benar." jawab Hanan masih dalam keadaan heran.


"Begini Pa' kami tadi menemukan sebuah mobil yang meledak di jalan menuju perkebunan teh, mobil itu mengalami kecelakaan di duga ada masalah dengan rem nya, dan kami menemukan seorang wanita tidak jauh dari mobil itu, tidak ada tanda pengenal apapun yang kami bisa temukan di TKP tapi wajah wanita itu pernah terlihat di televisi yaitu Karen Wijaya Kusuma dan kalian tolong konfirmasi apakah wanita itu adalah Nyonya Wijaya atau bukan, silahkan datang ke rumah sakit harapan bunda." sahut polisi yang di tanda pengenal nya bertulisan nama Wawan.


"Lalu bagaimana dengan Narin!" tanya Hanan dalam kepanikan.

__ADS_1


"Kami juga menemukan mayat seorang pria di dalam mobil dan karna mayat nya sudah hangus jadi seperti nya sulit untuk di kenali." sahut Wawan lagi.


__ADS_2