Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 34 Jebakan.


__ADS_3

Hanya Narin saja yang sendirian di dapur, setelah Narin selesai menghabis kan secangkir kopi nya kemudian dia menaiki anak tangga satu persatu, tiba- tiba dia terkejut karna pintu kamar ayah nya terbuka dan dia melihat ada sekelebat seseorang berbaju hitam berada di dalam kamar Mita, karna penasaran Narin pun masuk ke kamar Mita kemudian Narin melihat Mita di ranjang nya dalam keadaan telanjang dan Sebelum Narin datang Mita sudah di bius oleh Rico, tapi ketika Rico mau keluar dari kamar Mita saat itu lah Narin melihat ada seseorang berbaju hitam bersembunyi di balik ranjang Mita sehingga membuat Narin penasaran kemudian Narin mengikuti nya, tapi obat tidur di kopi juga bekerja membuat Narin tiba-tiba jatuh kelantai dan tertidur, Setelah Narin jatuh ke lantai, Rico mengangkat tubuh Narin lalu meletakan Narin di samping tubuh Mita, kemudian Rico juga melepaskan semua pakaian Narin dan kedua orang itu tidur dalam keadaan telanjang, setelah itu Rico menutup tubuh Narin dan Mita dengan selimut di posisi Narin memeluk Mita setelah itu Rico pun pergi.


Keesokan pagi nya seperti biasa ayah Narin pagi-pagi sudah keluar dari kamar dan dia melihat pintu kamar nya yang sekarang di tempati Mita terbuka, jadi ayah Narin bermaksud untuk menutup pintu kamar itu, tapi kemudian dia terkejut ketika dia melihat Narin di ranjang bersama Mita yang masih tertidur dengan posisi Narin sedang memeluk Mita, dengan rasa penasaran ayah Narin mendekati ranjang untuk memastikan apakah benar yang dia lihat, kemudian ayah Narin menarik selimut mereka dan dia jadi lebih terkejut lagi ketika melihat Mita dan Narin dalam keadaan telanjang, dengan emosi ayah nya memukul kan selimut ke tubuh Narin dan juga mengenai tubuh Mita kemudian Mita dan Narin terbangun di waktu yang bersamaan, repleks Mita langsung berteriak melihat tubuh nya dan Narin.


"Aaaaaa........!" Narin bergegas menutup mulut Mita kemudian ayah Narin juga segera berjalan menuju pintu kemudian menutup pintu Kamar nya, ayah nya bertanya kepada Narin sementara Mita terus menangis.


"Narin! apa yang kamu lakukan?" tanya Romi panik, Narin berusaha mengingat tapi dia tidak bisa mengingat nya dan berkata.


"Entah lah ayah! aku juga lupa!" kemudian Romi melirik Mita dan bertanya.


"Dan kamu Mita! apa yang kamu lakukan? tega-tega nya kamu menghianati Karen!" Mita kebingungan, dalam tangisan nya kemudian dia berkata.


"Paman! saya bersumpah bahwa saya tidak tahu apapun tentang ini," sambil Mita mengenakan pakaian nya, Narin juga mengenakan pakaian nya, kemudian Romi berkata.


"Baik lah Mita! anggap saja hal ini tidak pernah terjadi dan jangan sampai Karen tahu karna dia masih bersedih atas kematian ayah nya dan cukup kita saja yang tahu."


Kemudian Romi berjalan pergi dengan maksud meninggalkan mereka, tapi setelah membuka pintu dia pun jatuh pingsan, Narin terkejut dan dengan di bantu Mita Narin mengangkat tubuh Romi ke atas ranjang kemudian Narin menelpon dokter pribadi nya, Dokter pun datang dan di tangga berpapasan dengan Karen, karna Karen tidak tahu apa- apa Karen pun dengan heran bertanya.


"Dokter! siapa yang sakit?"


"Pak Romi." sahut Dokter Danu , kemudian dokter melanjutkan perjalanan nya menuju kamar Romi, setelah memeriksa Romi, dokter pun berkata.


"Tekanan darah Bapa' naik dan apakah Bapa' mau di rawat di rumah sakit? " tanya dokter kepada Romi.

__ADS_1


Narin, Mita dan juga Karen berdiri di samping ranjang Romi, kemudian Karen berkata.


"Ayah' sebaik nya ayah di rawat saja di rumah sakit agar ayah sembuh, karna aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk kepada ayah," ucap Karen dengan sedih, tapi mertua nya menyahut.


"Jangan khawatir Karen! aku akan baik-baik saja," sahut Romi agar Karen bisa tenang, kemudian dokter memberikan obat kepada Narin sambil berkata.


"Berikan obat ini kepada pasien secara teratur," Narin menerima obat kemudian dia letakan di atas meja di samping ranjang ayah nya kemudian dokter pun pergi, di depan pintu, dokter bertemu dengan Isna dan dengan pura-pura bingung Isna bertanya.


"Apa yang di lakukan Dokter di sini? Siapa yang sakit?" kemudian Karen memeluk ibu nya sambil menangis Karen berkata.


"Ayah sakit Bu' Dokter bilang karna tekanan darah tinggi ayah sedang kambuh," sambil Isna menurun kan pelukan Karen kamudian dia berjalan mendekati ranjang Romi lalu berkata.


"Besan, kamu jangan khawatir karna aku yang akan merawat mu,"


"Karen, Mita! Ayah ingin makan gulai kambing seperti masakan Herman, dan bisa kah kalian memasak nya untuk ku?"


"Ba_ baik Paman," sahut Mita gugup.


Kemudian Mita dan Karen keluar kamar dan di bawah tangga di ruang tamu mereka bertemu Rico yang bertanya.


"Mita! karen! mau kemana?" Karen dan Mita saling memandang kemudian Karen berkata.


"Rico! antar kan kami ke pasar karna kami akan berbelanja,"

__ADS_1


"Ok!" sahut Rico, kemudian mereka pun pergi dengan mobil, di kamar Isna menawar kan diri.


"Besan mau makan apa? Bagaimana kalau aku buat kan bubur atau sup!" sok perhatian.


"Bubur saja, tapi jangan banyak memasak, karna nanti siang aku mau makan gulai kambing," Isna mengangguk kemudian Isna meninggal kan kamar Romi dan hanya ada Narin saja lagi yang tersisa dikamar itu dan Narin sudah siap menghadapi sidang tertutup itu.


"Narin! Ayah tidak mau kamu dan Karen bercerai dan usahakan kejadian tadi tidak di ketahui siapa pun, jadi katakan kepada Mita untuk merahasiakan nya juga."


Narin hanya diam karna dia juga sedang berfikir dan berusaha mengingat semua kejadian semalam, karna bahkan Narin tidak pernah bersikap seperti itu kepada Karen,kemudian Romi berkata.


"Pergi lah! Karna aku mau istirahat." Kata-kata Romi menyadar kan Narin dari lamunan nya kemudian dia pergi bekerja.


Setelah dari pasar Karen dan Mita memasak, Mita berusaha mengendali kan diri nya agar dia tidak membuat Karen curiga dan Karen bertanya.


"Kalau kamu hari ini tidak pergi ke restoran lalu siapa yang akan memasak?" Pertanyaan Karen menyadar kan Mita dari lamunan kemudian Mita berkata.


"Oohhh...., itu! dulu paman mengajari aku dan beberapa orang untuk memasak jadi selain aku masih ada yang lain yang bisa memasak persis seperti masakan paman," ucap Mita dengan gugup.


"Ooooww...," sahut Karen.


Dan setelah gulai kambing siap Karen mengantar kan nya ke kamar mertua nya kemudian dia memberi makan mertua nya lalu memberikan obat untuk mertua nya sambil berkata.


"Ayah cepat sembuh ya, Yah.., kalau ayah butuh sesuatu ayah panggil saja aku, dan aku akan tidur di kamar ini juga agar ayah mudah memanggil ku,"ucap Karen dan mertua nya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2