
Pria itu berfikir Kolin masih tidur dan dia tidak mau mengganggu tidur Kolin lalu dia mandi dan setelah mandi kemudian duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaan nya di laptop nya sehingga membuat Kolin sangat penasaran tentang siapa yang sudah menyewa nya.
Kolin pun perlahan membuka mata nya dan dia terkejut ketika melihat tuan nya adalah Kanza, Kolin langsung bangun dan duduk di ranjang nya dengan bingung sambil dengan keras dia berkata.
"Kanza!" merasa nama nya di panggil Kanza pun melihat ke arah Kolin.
"Kamu sudah bangun?" tanya Kanza dengan senyuman manis di bibir nya sehingga menambah pesona di wajah nya yang tampan.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kolin heran.
"Kenapa? Apakah kamu tidak senang?" tanya Kanza menggoda Kolin.
"Tapi apa yang kamu Lakukan di sini?"
"Ya...suka-suka aku, kan ini rumah ku," sahut Kanza merasa tidak puas menggoda Kolin.
"Ini?" sambil Kolin melihat ke sekeliling kamar untuk meyakin kan nya kalau dia sekarang tidak sedang berada di dalam kamar kost.
"Ya, ini rumah ku! Bagaimana kabar mu?" Kanza pun membuka surat Kolin dan membaca nya di depan Kolin, membuat Kolin sangat malu dan menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya, Kanza pun mendekati Kolin dan duduk di samping Kolin.
"Aku tidak mau menuruti isi surat mu yang mengatakan sementara kita tidak bertemu, tapi aku mau menjawab surat mu yang berkata tentang cinta, Kolin aku juga sangat mencintai mu." ucapan Kanza membuat Kolin nyaris tidak percaya kemudian Kolin membuka tangan yang menutupi wajah nya lalu memandangi Kanza dengan perasaan baper.
"Kolin! jujur aku tidak bisa melupakan mu dan selalu merindukan mu, karna itu semalam aku datang ke tempat mu tapi aku malah di usir." Kanza menjelas kan.
"Di usir! oleh siapa? apakah oleh nyonya ku?"
"Eee...mungkin."
"Lalu?" tanya Kolin masih dalam suasana baper.
__ADS_1
"Kemudian aku menyuruh orang lain untuk menjemput mu!"
"Tapi mengapa kamu mau membuang banyak uang hanya demi aku?" tanya Kolin terharu.
"Karna aku selalu merindukan mu dan apakah kamu tahu kedatangan mu ke sini adalah hal yang paling membahagiakan bagi ku."
"Benar kah? jadi pertemuan pertama kita tidak bisa membuat mu bahagia?" tanya Kolin penasaran.
"Eemmm...itu juga!" sahut Kanza kemudian mereka berdua tertawa karna sama sama ke baperan.
Kolin kemudian mengambil tas nya dan meletakan satu pil pencegah kehamilan di tangan nya kemudian kanza bertanya.
"Obat apa yang kamu minum?" tanpa menunggu jawaban Kolin, kanza pun merebut bungkus obat yang akan di minum kolin dan membaca nya kemudian tangan kiri Kanza memegang tangan Kolin yang memegang obat siap minum dan dengan tangan kanan nya dia membuka Goggle untuk mencari tahu, setelah tahu Kanza pun berkata.
"Di sini kamu tidak memerlukan obat ini," ucap Kanza sambil membuang semua obat itu ke dalam tempat sampah, dalam hati Kolin juga tidak keberatan meski dia nanti hamil bayi nya Kanza karna Kolin sangat mencintai Kanza.
Kolin adalah wanita yang lulus dalam pelatihan dan dia cukup berani memulai serangan kepada Kanza melihat bibir Kanza menganggur maka Kolin pun kepikiran untuk mencium nya, tapi Kanza yang memahami tujuan Kolin segera menghentikan nya dengan berkata.
Kolin pun kebingungan dengan penolakan Kanza dan merasa semakin penasaran, Kolin pun membuka kancing baju nya satu persatu sampai 3 buah kancing baju nya sudah dia lepas kan dan itu arti nya sampai di dada nya kemudian Kolin berkata.
"Seperti hal nya pria yang lain yang sudah menyewa ku maka kamu juga berhak atas tubuh ku."
Kanza kembali menutup baju Kolin dan setelah memasang semua kancing baju Kolin kemudian Kanza pun berkata.
"Jangan salah faham! aku memang laki laki normal yang juga memiliki nafsu, tapi....," Kanza pun berbaring di ranjang nya dan Kolin memandangi nya dalam suasana kebaperan.
"Kau tidur saja." ucap Kanza, yang dikatakan Kanza itu membuat Kolin terperanjat karna kali ini dia bertemu pria yang seperti ini lagi selain Narin, Kanza memejamkan mata nya dan Kolin pun berbaring di samping Kanza dengan banyak rasa penasaran di hati nya tapi setelah beberapa jam Kolin kemudian tertidur juga.
Kolin pun terbangun lalu dia melirik jam dinding di dekat jendela dan jam menunjukan pukul 12 siang kemudian Kolin melihat ke arah kanan, dia sedikit terkejut karna ada pelayan yang berdiri, menunggu nya bangun.
__ADS_1
"Di mana Kanza?" tanya Kolin.
"Tuan Kanza sudah pergi untuk bekerja, apakah nyonya mau saya bawakan makanan ke dalam kamar ini?" tanya pelayan itu.
"Aku mandi dulu, kemudian aku akan datang ke dapur setelah aku selesai," sahut Kolin kemudian pelayan pun mengangguk lalu pergi dari kamar Kolin.
Selesai mandi Kolin pun makan dan selesai makan Kolin tidur lagi sampai sore Kolin belum juga bangun, bahkan Kolin tidak tahu ketika Kanza membuka pintu dan masuk ke kamar, kesempatan itu tidak di sia-sia kan Kanza, karna Kolin tidur maka Kanza bisa memandangi wajah Kolin sampai lama tanpa harus malu tapi semua nya berakhir ketika ada suara seperti benda pecah di lantai bawah yang membuat Kolin terkejut mendengar nya, suara itu membuat Kolin terbangun dan Kolin juga terkejut ketika melihat Kanza sudah ada di samping nya.
"Selamat sore." Kanza menyapa nya dengan senyuman yang sangat manis, kemudian Kanza pun berjalan keluar kamar ke tempat suara yang sudah membangun kan Kolin tadi, Kanza melihat sebuah vas bunga yang terbuat dari kaca, pecah dan pelayan nya berkata.
"Maaf tuan! saya tidak sengaja memecahkan nya,"
"Kau sendiri tidak apa-apa kan? apakah kau terluka?" tanya Kanza dengan sopan dan cemas.
"Saya baik baik saja tuan!" sahut pelayan nya kemudian Kanza pun pergi dari tempat itu dan kembali ke kamar kemudian Kanza bersiap untuk mandi dan setelah selesai mandi Kanza pun duduk di samping Kolin yang sedang berbaring.
"Apa kau lapar?" tanya Kanza, Kolin menggelengkan kepala nya.
"Aku sudah makan tadi jam 1 siang." sahut Kolin.
"Siang? jam berapa kamu sarapan?"
"Aku tidak sarapan." sahut Kolin.
"Apakah mereka tidak memberi mu sarapan?" tanya Kanza kesal karna dia berfikir pelayan nya tidak memperhatikan Kolin.
"Itu...,"
"Akan aku marahi mereka karna mereka hanya memberikan makan kepada mu sekali saja sehari." Kanza pun segera berdiri tapi Kolin memegang tangan Kanza dan menahan nya.
__ADS_1
"Aku yang bangun jam 12 siang dan ketika aku bangun pelayan mu sudah menunggu ku entah sejak kapan, mereka tidak menterlantarkan ku," sahut Kolin dengan baper karna dia melihat perhatian Kanza yang menganggap nya istimewa.