
Kolin pun kemudian pingsan dan Kanza mengangkat tubuh Kolin sambil berkata kepada Riyadi.
"Riyadi, buka kan pintu mobil dan aku pinjam mobil mu karna aku mau membawa Kolin ke rumah sakit." setelah berkata begitu Kanza pergi membawa Kolin ke rumah sakit, Dokter yang memeriksa Kolin pun berkata kepada Kanza.
"Dia baik-baik saja, hanya sedikit stres dan juga karna terlalu banyak minum sehingga berpengaruh pada kesehatan nya, tapi ibu dan bayi nya baik baik saja, jadi Anda tidak perlu cemas," ucap dokter, setelah itu dokter pun pergi, Kanza hanya diam tidak bergerak karna fikiran nya tidak tahu di mana arah nya dan setelah beberapa menit kemudian Kanza mendekati Kolin yang sedang berbaring kemudian Kanza berkata.
"Kolin." suara panggilan Kanza membuat Kolin membuka matanya di sertai air mata yang juga mengalir di sudut mata nya kemudian Kolin berkata.
"Nyonya mengusir ku karna memaksa aku untuk aborsi, tapi aku menolak nya karna aku merasa tidak adil jika aku membunuh darah daging ku sendiri dengan izin ku, aku memang seorang pelacur tapi apakah aku tidak berhak menjadi seorang ibu?" Kolin pun duduk dan Kanza masih berdiri mematung di samping ranjang rumah sakit.
"Jika kamu ingin mencampakkan ku juga maka aku siap menerima nya tapi satu hal yang harus kamu ingat bahwa aku tidak akan pernah bersedia jika di suruh membunuh bayiku, bayi ini hidup dan dia bergerak di dalam perut ku, jadi aku akan memperjuangkan nya sampai bayi ku lahir, sudah cukup aku hidup sendirian dan aku tidak mau anak ku berakhir seperti ku, jadi meski bayi ku lahir tanpa seorang ayah aku tidak akan pernah mau membuang bayiku ke tempat sampah seperti hal nya yang pernah di lakukan ibu kandung ku kepada ku." ucap Kolin sambil memegangi perut nya sambil dia terus menangis.
Kanza jadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa karna Kanza juga belum siap menerima kenyataan kalau wanita yang dia cintai ternyata sedang hamil dan itu entah bayi siapa.
Kanza pun keluar dari ruangan tempat Kolin di rawat lalu duduk di bangku yang terletak di luar ruangan itu kemudian Kanza melamun sementara Kolin terus menangis, yang di fikirkan oleh Kanza hanya tentang pendapat Karen saja dan bukan tentang hal lain.
Setelah 30 menit, Kolin selesai menangis kemudian dia keluar dan bermaksud ingin pergi meninggal kan Kanza, tapi ketika Kolin lewat di depan Kanza kemudian Kanza menangkap tangan Kolin lalu berkata.
__ADS_1
"Bagi ku sebenar nya tidak masalah dengan keadaan mu karna aku bersedia menerima mu dalam keadaan apa pun, yang aku khawatirkan hanyalah pendapat Karen, Ibuku."
"Aku bisa memahami," sahut Kolin sambil berusaha melepaskan tangan Kanza yang semakin erat memegang tangan nya.
"Pulang lah ke rumah ku, kita hadapi masalah ini bersama sama dan beri aku waktu untuk menjelaskan nya kepada Ibu ku."
"Tapi jika aku berada di rumah mu maka aku bisa saja merusak nama baik mu dan kamu akan di permalukan di depan semua orang,"
"Tidak! jika kita menikah maka status mu akan menjadi istri ku dan anak mu akan berstatus anak ku juga." ucap Kanza sambil menarik tangan Kolin kemudian Kanza mengajak Kolin ke KUA dan mereka pun resmi menikah.
Setelah beberapa hari menikah kemudian Kanza mengajak Kolin bertemu Karen malam itu, kebetulan saat itu Ekre dan ibu nya sedang berada di ruang tamu mereka pun dikejutkan dengan suara bel yang berbunyi setelah Kanza dan Kolin masuk, langsung berubah ekspresi wajah Karen ketika melihat wajah Kolin dan terutama karna perut nya sudah mulai terlihat, Karen menunjukan ekspresi wajah tidak setuju dengan wanita pilihan Kanza, Kolin sempat melihat ke wajah Ekre tapi Kolin tidak menyapa nya karna Ekre juga mengabaikan nya, tentu saja Kolin tidak tahu bahwa pria yang dia kenal adalah Aure yaitu kembaran Ekre, yang Kolin fahami hanyalah mungkin Aure malu mengakui pernah mengenal nya mengingat status Kolin adalah seorang wanita penghibur.
"Duduk lah Kanza." perintah Karen kepada anak nya, tapi tidak ada yang duduk, justru Kanza takut duduk karna dia mungkin berencana akan langsung kabur jika Karen mulai marah.
"Kenal kan Bu' dia adalah Kolin dan dia Istri ku." ucapan Kanza membuat Karen sangat terkejut sehingga Karen hampir pingsan tapi tubuh Karen langsung di tangkap oleh Ekre.
"Kapan kamu menikah?" tanya Karen.
__ADS_1
"Beberapa hari yang lalu Bu!"
"Lalu mengapa kamu tidak mengundang Ibu! apakah bagimu kehadiran Ibu tidak penting!" bentak Karen, sehingga membuat Kanza mundur selangkah dari tempat nya awal berdiri.
"Bagaimana dengan latar belakang keluarga nya?" tanya Karen sambil melirik ke wajah Kolin.
"Ketika masih bayi, saya di buang orang tua saya ke dalam tong sampah kemudian nyonya yang membesar kan saya." sahut Kolin jujur dan membuat Kanza menutup wajah nya dengan tangan nya karna dia takut melihat ekspresi wajah Karen.
"Lalu apa pekerjaan mu?"
"Sejak usia 15 tahun saya sudah di paksa oleh nyonya saya untuk menjadi pelacur dan kehidupan saya sangat buruk." ucap Kolin lagi sambil menangis, tapi dia tidak ingin berbohong karna dia tahu kebohongan nya justru bisa saja menjadi masalah di kemudian hari.
"Lalu bayi itu?" ucap Karen sambil melirik ke perut Kolin.
"Saya seorang pelacur dan saya tidur dengan banyak pria justru aneh jika saya ingat bayi siapa yang sedang saya kandung." jawaban Kolin membuat Karen bertambah emosi mendengar nya, kemudian Karen mengambil sapu dan memukuli tubuh Kanza dengan sapu, tapi Kanza hanya diam saja dia tidak berusaha melawan, Kanza juga tidak punya tenaga untuk berlari dan setelah beberapa pukulan dilakukan kemudian Karen pun pingsan, sehingga membuat Kanza panik dan langsung mengangkat tubuh Karen lalu mereka membawa Karen ke rumah sakit.
Di luar kamar tempat Karen di rawat Ekre hanya duduk diam melamun sehingga membuat Kolin serba salah karna Kolin sangat ingin berusaha menenangkan Ekre yang dia fikir adalah Aure, tapi Ekre yang sekarang memang tidak mengenali Kolin sehingga Ekre bersikap sangat cuek kepada Kolin bahkan di mata Ekre saat memandangi Kolin juga tersirat kebencian dan juga kemarahan sehingga membuat Kolin semakin merasa bersalah kepada Aure yang sudah pernah sangat baik kepada nya saat dia tersesat di Bali.
__ADS_1
Kolin melepas kan jaket nya dan terlihat huruf "R" di bahu kanan nya tapi baik Ekre atau pun Kanza mereka tidak ada yang tahu kalau ternyata Kolin juga adalah anak kandung nya Karen juga, yang di kabar kan sudah meninggal 28 tahun yang lalu.