
Amelia pun jadi salah tingkah karna membuat pria yang dia idolakan basah kuyup dan Amelia melepas kan jaket nya untuk mengeringkan air di baju Roy, tapi Roy mengambil jaket itu dan membuang nya ke lantai lalu menginjak-injak nya dengan ekpresi marah kepada Amelia, kemudian Roy menarik tangan Karen.
"Ayo ikut aku." ucap Roy dan Roy membawa Keren ke mobil nya, Karen pun menurut saja.
"Masuk lah." ucap Roy lagi kemudian Roy membuka kan pintu mobil nya dan Karen masuk, lalu setelah itu Roy membawa Karen ke mall untuk membeli baju baru karna baju Karen basah.
"Pilih lah baju yang kamu sukai," ucap Roy dengan sopan kepada Karen, tapi dengan ekspresi masih canggung karna meski sudah lama Roy mengagumi Karen tapi baru kali ini dia bisa berkomunikasi langsung dengan Karen sehingga sikap Roy terkesan cool dan tidak hangat seperti sikap Narin.
Karen pun memilih baju dan mengenakan nya di ruang ganti dan Roy juga mengganti baju nya dengan yang baru, kemudian mereka langsung berjalan keluar.
"Kamu tidak membayar nya?" tanya Karen kepada Roy yang bingung karna mereka berjalan keluar sebelum membayar.
"Tempat ini adalah milik ibu ku." ucap Roy, dan tanpa banyak bicara Roy pun berjalan yang di ikuti Karen dari belakang, lalu mereka pun kemudian kembali ke kampus.
Setelah tiba di kampus Roy pindah tempat duduk dia memilih tempat duduk di samping Karen yang membuat Amelia merasa takut untuk mengganggu Karen lagi dan tentu saja kedekatan Karen dengan Roy membuat Amelia juga sangat cemburu.
"Dasar cewe cupu! bisa-bisa nya Roy mendekati wanita seperti itu." ucap Amelia kepada dayang-dayang nya.
"Iya, aneh si Roy itu! ngapain coba! dia naksir cewe cupu itu." sahut Rakhel.
Tapi sebalik nya Karen lebih banyak mengabaikan Roy dan Roy hanya bertepuk sebelah tangan, tapi semakin di abai kan oleh Karen, Roy semakin penasaran karna Karen merupakan cinta pertama Roy sehingga dia sangat ingin menjadi kan Karen kekasih nya.
Roy suka tidur di meja dan Karen sering membangun kan nya ketika jam pelajaran tiba, suatu hari ketika Roy tidur, Rani yang duduk di depan Karen bertanya kepada Karen.
"Karen! kita hari ini makan bakso yuk?"
__ADS_1
"Entah lah! aku sedang tidak selera makan dan aku juga bingung mau makan apa," sahut Karen.
"Bagaimana kalau kita beli rujak saja di depan dan juga beli gorengan," tanya Rani lagi.
"Aku tidak mau...!" jawab Karen bete.
"Kelihatan nya hari ini kamu tidak bersemangat! apakah kamu sedang bertengkar dengan suami mu?" tanya Rani,
"Tidak! aku hanya bingung saja bagaimana cara nya agar aku segera hamil, kami sudah 3 tahun lebih menikah, tapi seperti nya aku kesulitan untuk memiliki bayi." sahut Karen bete.
"Ikut program hamil saja." sahut Roy, tanpa bangun dan kepala nya masih berada di atas meja di atas tas nya, Karen dan Rani heran, mereka mengira Roy mengigau.
"Roy! apakah kamu tidur?" tanya Karen, tapi Roy tidak menunjukan reaksi apapun dan mereka berfikir Roy memang sedang mengigau, tapi sebalik nya Roy sudah bangun dan dia sangat terkejut mendengar kenyataan kalau Karen sudah menikah, tapi dia belum putus asa dan merasa mampu mengalahkan suami Karen karna dia merasa dia tampan dan juga kaya, tapi Karen tidak akan tertarik kepada pria mana pun karna kenyataan nya Narin jauh lebih tampan dari Roy.
"Ayo Karen, kita pergi ke kantin! siapa tahu nanti kamu menemukan makanan yang kamu sukai," ucap Rani.
Kemudian Karen dan Rani pun pergi ke kantin dan Roy pun mengangkat kepala nya kemudian dia menelpon tante nya dan bertanya tentang program hamil.
"Bibi Renata! aku ingin bertanya tentang program hamil, aku sering mendengar Bibi dan Kaka Selle sering membicara kan nya dan Kaka selle sekarang berhasil hamil." tanya Roy dan Selle adalah saudara perempuan nya.
"Memang nya kamu mau menghamili siapa?" tanya Renata dengan nada mengejek keponakan nya karna dia tahu keponakan nya belum menikah.
"Teman ku Bi! dia sudah menikah 3 tahun tapi belum punya anak dan aku mau kasih dia pendapat." sahut Roy dengan malu karna dia baru menyadari kalau pertanyaan seperti itu tidak seharusnya keluar dari mulut nya mengingat status nya yang masih lajang dan terutama jomlo.
"Oooo....,begitu." sahut Renata sudah faham, kemudian Renata menjelas kan detail nya kepada Roy dan Roy pun faham kemudian mencari Karen di kantin, Roy yang tiba-tiba duduk di samping Karen membuat Karen terkejut lalu Roy berkata.
__ADS_1
"Aku yang traktir." Karen pun bingung dan bertanya.
"Apa yang terjadi dengan mu?"
"Aku mau mendapat kan hati mu," sahut Roy serius dan di dengar oleh semua orang yang ada di kampus itu termasuk Amelia dan semua wanita merasa sangat kecewa mendengar kata-kata Roy.
"Karen sudah menikah," sahut Rani.
"Aku tahu!" jawab Roy dan yang terkejut bukan Roy tapi Amelia karna dia tidak menyangka bahwa Karen sudah menikah.
"What...?" ucap Amelia yang kaget dan di dengar oleh Roy dan Karen, juga semua orang yang ada di kantin itu.
"Hello! Roy! ngapain kamu dekat-dekat sama istri orang?" tanya Tifani kepada Roy.
"Apa masalah nya?" jawab Roy cuek sambil makan cemilan.
"Karen! tadi aku menghubungi Tante ku dan beliau seorang dokter ahli kandungan,Tante ku mengusul kan mu untuk ikuti program hamil, jika kamu mau nanti aku temani kamu bertemu Tante ku." ucap Roy, dan Karen pun melamun.
"Apa yang kamu fikir kan." tanya Rani.
"Aku akan berunding dengan suami ku." sahut Karen, kemudian Karen melanjut kan makan nya.
Mengetahui Karen sudah menikah Amelia dan beberapa wanita pun kembali bersemangat untuk mendapat kan perhatian Roy, tapi Roy tidak suka di kejar karna dia type pria yang suka mengejar dan target Roy adalah Karen, wanita yang sejak awal cuek kepada nya sehingga membuat nya sangat tergila-gila.
Hari itu Karen sedang menyapu ruangan kelas itu dan Amelia sengaja mengotori ruangan itu lagi dengan memakan kuaci biji bunga matahari dan membuang sampah nya berserakan di lantai, kemudian Karen menegur nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mengumpulkan sampah mu dan membuang nya di tempat sampah?" tanya Karen masih dalam nada sopan.
"Hey! miskin! jangan sok mengajari orang ya? kalau miskin itu jangan belagu!" sahut Amelia dengan kasar sambil mendorong Karen, dan di saat Karen hampir jatuh datang Roy dan Rani, sehingga di saat yang tepat Roy menangkap tubuh Karen yang hampir jatuh ke lantai.