Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 97 Mencari Alasan.


__ADS_3

Malam itu saat Aure kehabisan akal untuk membuat alasan sementara di depan nya, Raura sudah mulai membuka baju nya tiba tiba dari luar, Kanza mengetuk pintu untuk menjemput Aure.


"Adik ku! bagaimana kalau malam ini kita nonton bola karna malam ini tim andalan mu bermain dengan tim andalan ku."


"Benar kah?" sahut Aure bingung karna kenyataan nya Aure tidak pernah menonton bola.


"Iya, ayo..!" sambil Kanza menarik tangan Aure dan tanpa berusaha menolak kemudian Aure pun mengikuti Kanza sehingga membuat Raura merasa kecewa lagi mengingat mereka bisa di bilang masih pengantin baru, dengan perasaan kesal Raura pun berbaring sendirian di ranjang dengan harapan suami nya datang.


Sampai nya di depan televisi Aure pun berkata.


"Sebenar nya aku tidak pernah menonton bola."


"Apa salah nya? pura pura saja suka!" sahut Kanza kemudian mereka berdua pun begadang sampai ketiduran di sofa dan karna sudah pagi Karen pun melihat mereka berdua yang tidur di sofa dengan heran kemudian Karen membangun kan mereka lalu bertanya.


"Kenapa kalian tidur di sini?"


"Kami menonton bola Bu' dan kami ketiduran." sahut Kanza, kemudian Kanza berjalan pergi menuju kamar nya.


"Kalau kamu tidur di luar lalu bagaimana kamu dan istri mu bisa punya anak?" tanya Karen kesal kepada Aure.


"Gampang Bu' nanti aku bikin, mudah ko' Bu." ucap Aure sambil berbaring di sofa lagi dan bermaksut melanjut kan tidur nya tapi Karen memukuli nya dengan bantal sambil berkata.


"Bersiap lah, kamu harus bekerja." dengan loyo Aure pun berjalan menuju ke kamar Ekre kemudian Aure pun melanjut kan tidur nya dan bangun di sore hari lalu pergi ke rumah sakit dan dia melihat Ekre sudah bersiap untuk pulang.


"Apakah kamu sudah sembuh?" tanya Aure.


"Ya Ka' hari ini aku sudah di izinkan untuk pulang, ni lagi nunggu Ka' Kanza menjemput."

__ADS_1


"Ooo.... jadi malam ini aku bebas tugas?" sahut Aure sambil tersenyum lebar karna dia merasa lelah menjadi Ekre yang sudah menikah.


"Iya Kaka' dan sebentar lagi Ka' Kanza akan datang." sahut Ekre.


"Baik lah kalau begitu aku akan pulang saja ke rumah Ayah karna aku sudah beberapa hari tidak pulang dan takut nya Ayah akan khawatir kepada ku" kemudian Aure berjalan menuju pintu dan bertemu Kanza di pintu.


"Aure, kamu mau kemana?" tanya Kanza.


"Pulang!" jawab nya cuek dan langsung pergi, kemudian Kanza dan Ekre pun juga pulang ke rumah Karen.


Ketika Aure masuk ke rumah dia bertemu Ayah nya yang sedang duduk di sofa kemudian Aure menegur nya.


"Hy Ayah! apakah Ayah merindukan ku?"


"Tidak! Jadi kamu masih ingat jalan pulang?" tanya Narin cuek sambil terus melakukan pekerjaan di laptop nya.


***


Menjadi kekasih Mayang adalah pilihan yang salah karna ternyata suami Mayang adalah seorang mafia dan hubungan Aure dengan Mayang bisa membahayakan nyawa nya.


Aure dan Mayang sering bertemu secara diam-diam tapi tanpa mereka sadari Mayang selalu di ikuti oleh anak buah suami nya.


Hari itu merupakan hari yang sial bagi Aure karna hari itu Mayang meminta perceraian kepada suami nya tapi sebalik nya suami nya yang sudah tahu perselingkuhan Mayang justru melakukan hal yang tidak di duga yaitu suami nya melakukan kekerasan fisik kepada Mayang sehingga membuat tulang tangan dan kaki Mayang patah, adegan itu di penuhi teriakan kesakitan dari Mayang yang di rekam menjadi sebuah vidio yang berdurasi 1 jam, dan setelah Mayang tidak lagi bisa bergerak kemudian suami nya menembak m*ti Mayang dan Vidio rekaman itu lalu di kirimkan kepada Aure melalui ponsel Mayang, setelah melihat kejadian itu Aure langsung kena mental, Aure pun langsung menghubungi Kanza dan juga mengirimkan vidio itu kepada Kanza lalu mereka janjian mau bertemu di sebuah restoran, Kanza sudah datang terlebih dahulu dan dia juga menelpon Ekre agar Ekre membantu masalah Aure, kemudian kanza menyuruh Ekre datang agar mereka bertiga bertemu Aure di restoran yang tidak jauh dari hotel Wijaya, Kanza dan Ekre sudah datang tapi Aure belum juga datang.


Di perjalanan, Aure mendapat kan masalah yaitu anak buah Suami nya Mayang mengejar nya lalu mencegat mobil Aure kemudian melepaskan tembakan tapi karna banyak nya warga maka tembakan mengincar dada kemudian mengenai perut Aure dan dengan susah payah Aure menelpon Kanza lalu berkata.


"Kaka' aku tertembak dan sekarang sedang menuju ke rumah sakit terdekat tempat Ekre pernah di rawat." kemudian panggilan pun terputus dengan panik Kanza berkata kepada Ekre.

__ADS_1


"Ekre hubungi ibu dan beritahu kan kepada semua orang bahwa Aure sekarang sekarat dan berada di rumah sakit" ucap nya dengan sangat panik sambil Kanza mencari nomor kontak Narin yang pernah di berikan oleh Aure.


"Tapi ka' bagaimana jika ibu.."


" Tidak ada waktu untuk berfikir!" sahut Kanza.


"Ayah, ini aku Kanza! ayah datang lah ke rumah sakit karna Aure sekarang sedang sekarat di rumah sakit!"


"Di rumah sakit mana?" tanya Narin panik, kemudian Kanza menutup panggilan dan mengirimkan alamat rumah sakit kepada Narin, Narin pun bergegas pergi menuju tempat yang di maksut Kanza.


Setelah memastikan semua orang tahu kemudian Kanza dan Ekre pergi ke rumah sakit dan di saat yang sama di tempat parkir Kanza dan Ekre bertemu Narin dan juga Karen yang datang bersama Kolin dan Raura.


Kanza pun melihat mobil Aure yang ada di parkiran kemudian Kanza bertanya kepada salah seorang petugas rumah sakit itu.


"Pa' di mana pemilik mobil itu?" tanya Kanza sambil menunjuk ke mobil Aure.


"Sedang di ruang ICU Mas." ucap petugas itu sambil melihat ke arah mobil yang di tunjuk oleh Kanza.


Mendengar itu, semua orang pun berlari menuju ruang ICU dan di luar ruangan itu mereka semua melihat beberapa dokter dan perawat berada di luar kemudian Narin bertanya.


"Dokter, bagaimana keadaan Anak ku?"


"Apakah pasien yang tertembak itu adalah keluarga bapa'?"


Tanpa menunggu jawaban kemudian semua orang bergegas masuk ke dalam ruangan dan semua orang menangis melihat keadaan Aure, Karen berdiri di samping Aure di sebelah kanan dan Narin berdiri di samping Aure di sebelah kiri, sementara yang lain juga mengelilingi Aure, semua orang menangis melihat keadaan Aure dan dengan lemah Aure berkata.


"Ayah, ibu, aku bahagia bisa melihat ayah dan ibu bertemu dan tolong hilangkan semua kebencian yang ada di hati ayah dan ibu, aku mohon ayah dan ibu bersatu kembali anggap saja itu adalah permintaan terakhir ku." ucap Aure sambil meraih tangan Karen dan Narin lalu menyatukan tangan ke dua nya di atas dada nya sambil memegang nya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2