
Karen mau membuka pintu untuk kembali ke dalam rumah tapi tangan nya di pegang Narin dan mulut nya di tutup Narin kemudian Narin berkata.
"Diam!"
Karen pun mengangguk dan Narin melepas kan Karen kemudian Karen bertanya.
"Apakah kamu Tuan Muda Narin yang asli?"
"Apakah kamu pernah bertemu Narin yang palsu?" Sahut Narin dengan kesal, Karen menunjuk ke dalam sambil berkata.
"Lalu siapa yang ada di bawah selimut?"
"Itu hanya guling o on?" jawab Narin dengan sangat kesal kemudian Narin bertanya.
"Apakah kamu yakin ayah kita tidak melihat kepergian mu?"
"Ayah mu sudah tidur dan aku yakin karna aku sudah melihat nya langsung ke dalam kamar nya." sahut Karen dengan sangat bangga karna merasa pandai menyelidiki sesuatu, lalu dengan wajah tegang Narin bertanya lagi.
"Apakah tadi kamu masuk ke kamar ayah ku?" Karen mengangguk dan Narin berkata.
"Gawat!!"
"Gawat kenapa?" tanya Karen bingung, repleks sambil memegang ke dua pipi nya dengan telapak tangan nya Karen berkata.
"Apakah ayah mu akan berubah wujud ketika tidur?" pertanyaan Karen membuat Narin tambah kesal dan menyentil dahi Karen sambil kemudian berkata.
"Bukan begitu Ow'on, masalah nya adalah di kamar ayah ku ada CCTV."
"Apakah tuan yakin? bagaimana tuan tahu?" tanya Karen dengan gugup, Narin menjewer kuping Karin sambil Narin berteriak.
"Karna ini rumah ku!"
Karen kemudian berjalan memutari tempat Narin berdiri sebanyak 3 kali kemudian Karen bertanya.
"Mengapa ayah tuan memasang CCTV? apakah ayah tuan tidak punya pekerjaan lain?"
Narin kemudian berjalan masuk menuju kamar nya dan Karen mengikuti nya kemudian setelah tiba di dalam kamar, Karen dengan bingung bertanya.
"Mengapa CCTV harus di pasang di rumah ini?" Narin duduk di ranjang dan berkata.
"Di rumah besar ini sudah 3 kali mengalami pencurian dan pelaku nya adalah para pembantu yang bekerja di rumah kami jadi karna hal itu di rumah ini sekarang tidak ada pembantu dan hanya ada pembantu yang datang di hari Minggu saja, yaitu ketika ayah ku ada di rumah dan tidak bekerja, ada 3 CCTV yang terpasang di rumah ini,"
__ADS_1
Karen melihat ke belakang dan juga ke sekeliling nya dia melihat ke semua sudut kamar kemudian bertanya.
"Apakah di sini juga ada?"
Narin berjalan ke jendela kamar nya dan Karen juga mengikuti nya kemudian dia menunjuk ke arah CCTV yang terpasang di pagar di luar rumah nya dan karen kemudian terkejut dan bertanya.
"Jangan bilang yang satu nya ada di dapur?" mendengar pertanyaan itu Narin jadi bingung kemudian balik bertannya.
"Kapan aku bilang yang satu nya ada di dapur?" mendengar jawaban itu Karen terlihat lega karna arti nya proses pembuatan nasi goreng istimewa nya aman dan kemudian Narin berkata.
"Tidak ada barang berharga di dapur meski maling membawa kulkas beserta isi di tambah piring dan gelas dan kompor nya juga tidak akan ada masalah silah kan saja bawa."
"Lalu yang satu nya berada di mana?" tanya Karen serius, kemudian Narin juga memasang wajah serius sambil berkata.
"Di ruang tamu di dalam lampu gantung." mendengar jawaban itu langsung terlihat jelas kebahagiaan dari wajah Karen, sehingga dengan heran Narin bertanya.
"Apa yang kamu khawatir kan?"
"Apakah tuan yakin tidak ada CCTV di kamar kita?" tanya Karen lagi dengan serius, membuat Narin tertawa sambil berkata.
"Maksut mu kamar ku?"
Karen pun diam karna merasa pertanyaan Narin sangat memojokkan nya, Narin kemudian mengubah topik pembicaraan dengan bertanya.
"Bertemu Hanan," sahut Karen.
"Menurut ku sulit jika kamu pergi malam-malam begini, apa lagi ini adalah malam ke dua pernikahan kita dan aku rasa ayah kita akan tahu jika kamu pergi."
Karen hanya diam sambil Menggaruk kepala nya karna merasa kehabisan akal, kemudian ponsel Narin berbunyi dan itu vidio call dari kekasih Narin yang bernama Barbara yang bertanya.
"Narin! kamu di mana sayang?"
"Aku di rumah sayang, ada apa sayang apakah kamu merindukan ku?" sahut Narin disertai senyuman manis.
Lidah Karen langsung keluar ke arah Narin mendengar rayuan Narin, tapi Narin mengabaikan nya.
"Kamu di mana sayang?" tanya Narin kepada Barbara lalu Barbara menjawab.
"Aku di bar sayang, di tempat biasa, kamu datang ya..? aku tunggu!" tanpa ragu Narin menjawab.
"Ok, sayang."
__ADS_1
Setelah menutup panggilan Narin berkata kepada Karen.
"Ayo kita keluar malam ini," mendengar itu Karen kemudian bertanya.
"Bagaimana jika ayah kita tahu?"
"Mereka tidak akan banyak bertanya ketika yang menghilang kita berdua,"
Karen pun berpikir kemudian Narin membujuk nya.
"Ayolah istri ku! karna sekarang kekasih ku sudah menunggu dan aku sudah berjanji kepada nya untuk datang."
Karen merasa tersipu malu ketika di sebut istri oleh Narin.
Narin memandangi wajah karen dengan tatapan yang memiliki kekaguman ketika melihat bibir merah Karen, terjadi ketegangan di hati mereka ketika mata mereka saling bertatapan, seolah jantung mereka berdetak lebih kencang dan ada niat di hati Narin untuk mencium bibir Karen, Karen pun memandangi Narin dengan perasaan malu-malu tapi mau,ketika bibir mereka hampir bertemu, kemudian suasana romantis berubah ketika ponsel Karen berbunyi dan itu panggilan dari Hanan yang bertanya.
"Karen! kamu di mana?" mendengar itu Karen pun gugup lalu Narin menjawab.
"Dalam perjalanan."
Kemudian panggilan suara di tutup Narin dan Karen hanya diam karna dia merasa kehabisan akal, Narin pun pergi ke meja nya untuk mengambil kunci mobil, kemudian mereka pun pergi bersama, di dalam mobil Narin berkata.
"Aku akan menjemput mu besok pagi dan malam ini kamu menginap saja di rumah ayah mu,"
"Hhmmm..." sahut Karen, kemudian Karen menelpon Hanan dan berkata
"Hanan aku menunggu mu di rumah ayah ku."
Narin pun mengantar kan Karen ke rumah ayah nya Karen dan setelah itu Narin pergi ke bar menemui kekasih nya.
Tapi mendadak Hanan ada masalah karna ayah nya masuk rumah sakit sehingga dia batal datang dan Karen pun tidur dengan Mita, ketika pagi Narin datang untuk menjemput Karen.
Narin membunyikan klakson mobil beberapa kali tapi yang keluar hanya Mita saja yang mau pergi bekerja dan Narin bertanya kepada Mita.
"Di mana Karen?"
"Masih tidur," jawab Mita, kemudian Narin bertanya lagi.
"Apakah bersama Hanan?"
"Hanan semalam batal datang karna ayah nya Hanan masuk rumah sakit." sahut Mita lagi,kemudian Mita berkata.
__ADS_1
"Kaka' masuk saja karna Karen masih tidur, dia di kamar ku karna Karen takut tidur sendirian katanya semalam ada suara burung hantu di belakang rumah." Narin mengangguk sambil tersenyum kepada Mita kemudian Mita pun pergi.