Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 8 Pulang Kampung.


__ADS_3

Setelah beberapa jam Karen datang ke ruangan pak Romi untuk mengantar kan segelas air putih dan Romi bertanya kepada Karen.


"Di mana Narin?"


"Entah lah tuan, mungkin tuan muda sedang pulang ke rumah untuk mengganti pakaian." Sahut Karen, kemudian Ayah Narin bertanya kepada Karen.


"Karen! menurut mu Narin itu seperti apa?"


Karen pun diam dan mulai gugup kemudian pak Romi berkata lagi.


"Jawab saja yang jujur karna aku tahu kamu bukan orang yang suka berbohong."


"Tuan muda itu adalah pria yang pemarah,cerewet, jutek menyebalkan,sombong,angkuh dan juga jahat ops..!" sahut Karen jujur tapi bergegas Karen menutup mulut nya karna dia baru sadar kalau yang dia ucap kan itu sebenar nya salah karna dia mengatakan keburukan seorang anak di depan ayah nya, tapi respon pak Romi justru berbeda dari yang Karen fikir kan.


"Jujur sekali kamu berkata tentang Narin,seperti itu kah Narin ku, di mata mu?" ucap pak Romi sambil tertawa kemudian dengan bingung Karen bertanya kepada pak Romi.


"Tapi mengapa bapak menanyakan pendapat saya tentang anak bapa'?" Pak Romi hanya tertawa sambil minum air putih yang baru saja di letakan Karen di meja nya dan di saat yang sama Karen juga bertanya.


"Apakah tuan muda Narin itu bukan anak bapa'?" langsung tersedak pak Romi mendengar pertanyaan itu dan dia balik bertanya.


"Memang nya kamu tidak pernah mendengar Narin memanggil aku ayah?"


"Maksut saya bukan begitu Pa' saya hanya heran mengapa sifat Bapa' jauh berbeda dengan sifat anak Bapa' itu, apakah tuan muda Narin itu anak pungut bapa'?" Pak Romi tertawa terbahak bahak.


"Kamu ini suka sekali menggosip ya?" ucap Romi sambil terus menahan tawa nya kemudian Romi bilang.


"Sudah lama aku tidak merasa sesenang ini sampai tertawa seperti tanpa beban," ucap pak Romi yang mendadak wajah nya menunjukan ekspresi sedih, kemudian Karen bertanya.


"Mengapa begitu apakah tuan memiliki masalah?"


Pak Romi merasa sedih dan terlihat dari wajah nya dia sangat tertekan akan sesuatu Karen pun memberanikan diri untuk bertanya lagi.


"Apakah saya bisa membantu?" Romi menggelengkan kepala sambil berkata.


"Bahkan semua detektif swasta yang aku sewa juga belum menemukan pria yang aku cari itu,"


"Apakah pria yang tuan cari sudah membawa kabur uang tuan?" tanya Karen lagi, Pak Romi menggelengkan kepala dan berkata.


"Ini bukan tentang uang, tapi tentang ingin membalas budi kepada seseorang." Karen semakin bingung dan bertanya lagi.

__ADS_1


"Apakah tuan memiliki Poto pria itu?"


"Itulah bagian tersulit nya yaitu pria yang aku cari bahkan tidak ada Poto nya dan juga tidak tahu nama nya, yang aku ingat hanya wajah nya saja dan aku menjuluki nya sebagai penyelamat Narin."


"Maksut tuan?" tanya Karen yang bingung dengan cerita Romi.


"Pria yang aku cari adalah pria yang membuat Narin ku masih hidup bahkan sampai sekarang." Pak Romi semakin sedih jadi Karen berhenti bertanya lalu mengajak nya bercanda.


"Tuan jangan sedih karna ketika tuan sedih ketampanan tuan akan berkurang," Pak Romi tertawa mendengar rayuan Karen kemudian berkata.


"Sudah berhenti bercanda dan lanjutkan pekerjaan mu."


"Siap Pa'!"


Kemudian pak Romi berkata.


"Ya kamu."


Kemudian Karen bilang lagi.


"Maksut saya saya siap Pa'!"


Pak Romi pun faham dan menyahut.


"Maaf Pa' saya permisi." kemudian Karen pun keluar dari ruangan pak Romi.


*****


Suatu hari setelah beberapa bulan bekerja Karen menerima berita dari kampung bahwa Bibi nya meninggal dunia dan tidak ada yang menjaga ayah nya di kampung, menerima kabar itu Karen langsung menemui pak Romi di kantor nya dan berkata.


"Pa' maaf, apakah saya bisa minta cuti beberapa hari karna saya mau ke desa untuk menjemput ayah saya karna bibi saya yang biasa nya menjaga ayah saya baru saja meninggal dunia beberapa hari yang lalu."


Pak Romi pun mengangguk kemudian mengeluarkan kan dompet nya dan memberikan semua uang yang ada di dalam dompet nya kepada Karen sambil berkata.


"Hati-hati di jalan dan sampai kan salam ku kepada ayah mu, nanti biar aku yang urus izin cuti mu, jangan khawatirkan tentang pekerjaan."


"Baik tuan! terima kasih."


Setelah menerima uang, Karen pun buru-buru meninggal kan ruangan pak Romi.

__ADS_1


Karen naik kereta api untuk bisa sampai ke desa nya, di perjalanan di dalam kereta api Karen tertidur dan dia bermimpi.


*****


Saat Karen sedang di kamar dia menerima panggilan vidio call dari teman nya yang bernama Mita dan Mita adalah teman Karen saat di SMA.


"Hy Karen." ucap Mita menyapa nya, kemudian Karen menjawab.


"Hy juga."


"Lama tidak bertemu,"


"Mita apa kabar?" tanya Karen.


" Baik! bagaimana kabar mu?" Mita balik bertanya.


"Kabar ku juga baik, dan apa kegiatan mu sekarang setelah lulus SMA?" tanya Karen.


"Bekerja di toko bunga, dan kamu?" Kemudian Karen dengan tidak semangat berkata.


"Biasa lah, hanya sibuk di kebun sayur,"


"Oooh...bagaimana kalau kamu bekerja di kota? kebetulan toko bunga tempat aku bekerja sedang membutuh kan orang baru karna sekarang toko bunga sangat sibuk."


"Eeemmm...."


Karen pun berpikir kemudian Mita bilang lagi.


"Gajih nya lumayan loh..! bisa buat bantu ayah sama bibi kamu di kampung."


"Nanti aku tanya pendapat ayah ku dulu dan juga bibi ku."


Kemudian panggilan pun berakhir dan Karen keluar kamar, ada ayah dan bibi nya di luar, Karen pun mendekati ayah nya sambil memijat kaki ayah nya, dia memulai bicara.


"Ayah! apakah ayah ingat Mita?" tanya Karen memulai pembicaraan, ayah nya mulai mengingat ingat kemudian berkata.


"Mita bukan nya teman mu waktu di SMA? bukan kah dulu dia dan keluarga nya pindah ke kota? Atau...apakah mereka sekarang kembali ke desa?" Karen tersenyum kemudian berkata.


"Tidak ayah! Mita masih di kota dan tadi Mita mengajak ku bekerja di toko bunga, kata nya ada lowongan dan gajih nya juga lumayan."

__ADS_1


Ayah nya melihat ke wajah bibi nya dan bibi nya berkata.


"Kalau Karen mau bekerja biarkan saja mas,siapa tahu dia bisa memiliki kehidupan yang lebih baik di kota, kita di kampung juga tidak ada pekerjaan selain di kebun dan penghasilan dari kebun juga kecil."


__ADS_2