
Sampai nya di rumah Karen, kemudian Kanza menceritakan semua nya kepada Karen dan Karen mengusul kan kepada Kanza untuk berbicara dengan Rani kalau Kanza akan memberikan semua harta kepada ibu nya tapi ibu nya jangan membenci nya, Karen juga mengatakan kepada Kanza kalau kekayaan nya juga cukup untuk menjamin hidup Kanza bahkan sampai 7 turunan.
Kanza pun setuju usul Karen kemudian dia pulang ke rumah dan masuk ke kamar ibu nya.
Tapi di kamar itu tidak ada ibu nya, hanya ada beberapa gantungan baju yang berserakan di lantai bahkan lemari baju ibu nya juga sudah kosong, Kanza memahami situasi nya kemudian meminta bantuan kepada anak buah ayah nya yang bernama Salman untuk mencari ibu nya, kemudian Salman memerintah kan beberapa orang untuk mencari Rani.
Suatu hari Kanza menerima kabar dari anak buah nya kalau ibu nya berada di sebuah tempat yang tergolong miskin dan tinggal di kost kemudian dengan naik ojek Kanza menuju tempat ibu nya pernah tinggal tapi menurut keterangan tetangga, ibu nya sudah seminggu lebih tidak pernah terlihat pulang.
Kanza memutus kan untuk menyewa kost di sebrang tempat terakhir anak buah nya melihat ibu nya dan dia pun hidup seperti pria miskin yang tanpa mobil dan juga fasilitas lain karna menurut Kanza, jika ibu nya tahu dia menunggu nya mungkin saja ibu nya berusaha menghindari nya lagi.
2 bulan sudah berlalu, tapi Rani belum juga kembali dan suatu hari saat Kanza dari toko untuk membeli obat nyamuk, dia di rampok oleh preman karna saat di toko kanza memiliki uang 500 ribu di dalam dompet nya kemudian perampok mengikuti nya dan ketika sampai di tempat sepi mereka pun memukuli Kanza lalu merampok nya dan di saat yang sama Kolin kebetulan lewat karna datang dari pasar melihat kejadian itu Kolin pun segera berteriak.
"Toloooongg..., rampok!" mendengar teriakan Kolin kemudian ke dua perampok pun melarikan diri, Kolin membantu Kanza berdiri dan bertanya alamat Kanza tapi setelah mengatakan alamat nya kemudian Kanza pun pingsan.
Kolin yang panik segera menghentikan sebuah taksi dan dengan di bantu sopir taksi kemudian Kolin mengantar kan Kanza ke alamat kost nya Kanza yang tadi sempat di sebut Kanza sebelum dia pingsan.
Ketika turun dari taksi dengan di bantu supir taksi kemudian Kolin membawa Kanza masuk ke lingkungan kost dan bertanya kepada salah satu penghuni kost itu.
"Permisi! apakah kamu mengenal nya?" penghuni kost yang bernama Zaenal pun berkata.
"Ooo...ini Kanza! kamar nya di sana." sahut nya sambil menunjuk ke arah kamar Kanza yang terletak di pintu nomor tiga dan dengan di bantu beberapa teman nya kemudian mereka mengantar kan Kanza ke dalam kamar nya yang terlihat kecil juga sedikit berantakan.
Setelah itu Kolin membayar taksi dan semua orang keluar dari kamar Kanza, hanya kolin saja sendirian di kamar itu bersama Kanza yang masih belum siuman, kemudian Kolin pun membersih kan kamar dan menyapu nya, setelah satu jam Kanza pun juga siuman dan melihat Kolin yang sedang menata kamar nya, Kolin yang sedang pokus membersihkan kamar terperanjat ketika Kanza berkata.
__ADS_1
"Terima kasih karna sudah menolong ku," Kolin pun mendekati Kanza dan bertanya.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Kanza pun bangun dari tempat tidur nya dan dia merasa senang melihat Kolin, karna selama hidup nya dia belum pernah jatuh cinta dan Kolin membuat hati nya merasa berbeda, lalu dia membuat alasan.
"Aku baik-baik saja, tapi aku merasa lapar." ucap Kanza sambil melirik kantong belanjaan Kolin yang di penuhi sayuran karna Kolin baru dari pasar.
Kolin yang sebenar nya memiliki hati baik seperti Karen pun merasa iba pada Kanza yang sedang kelaparan dan mungkin tidak punya uang lagi untuk membeli makanan kemudian Kolin berkata.
"Kalau begitu tunggu lah di sini dan aku akan mengambil kan makanan untuk mu," Kolin pun pergi ke dapur tapi dia tidak manemukan apapun yang bisa di makan lalu Kolin kembali ke kamar Kanza kemudian bertanya.
"Di dapur tidak ada apa pun yang bisa di makan ee....,biasa nya kamu makan apa?"
Kolin pun iba mendengar penjelasan Kanza kemudian dia menggeledah kantong belanjaan nya, lalu mengambil beberapa potong ayam dan sayur sambil berkata.
"Tadi aku dari pasar dan tunggu lah di sini, aku akan memasak untuk mu." Kanza mengangguk karna jawaban Kolin sesuai yang dia ingin kan, setelah selesai memasak kemudian Kolin membawa nya ke kamar Kanza kemudian Kolin bertanya.
"Nama mu Kanza kan?" Kanza pun terkejut karna Kolin datang tiba-tiba di saat Kanza sedang menggeledah tas Kolin dan di tangan nya dia sedang memegang tanda pengenal Kolin tapi justru sebalik nya Kolin yang terbiasa hidup tanpa ekspresi pun santai saja menanggapi kelakuan Kanza kemudian Kolin duduk di samping Kanza dan meletakan sop yang dia buat di samping Kanza.
"Pesona mutiara! Ini alamat mu?" tanya Kanza.
"Ya," jawab Kolin singkat.
__ADS_1
"Kamu...," Kanza tidak menerus kan kata kata nya karna dia tahu itu adalah nama sebuah rumah bordil yang pernah di sebut rekan nya yang bernama Riyadi.
"Pe*lacur!" jawab Kolin singkat tapi terasa tajam menusuk jantung nya.
Kanza pun diam dan memandangi wajah Kolin kemudian memberikan tas Kolin sambil berkata.
"Maaf! sudah lancang menggeledah tas mu."
"Tidak masalah! makan lah mumpung masih hangat," sahut Kolin sambil menyerahkan piring dan mangkok yang berisi makanan,Kanza pun perlahan mau memegang sendok tapi dia merasa tangan kanan nya Sakit dan dia pun berteriak.
"Aaa...!"
"Kamu kenapa?" tanya Kolin yang juga kaget karna teriakan Kanza.
"Tangan ku sakit, mungkin karna oleh-oleh yang aku dapat tadi di jalan." sahut Kanza berusaha membuat Kolin tertawa tapi Kolin hanya mengangkat alis nya saja.
"Biar aku yang akan menyuapi mu," ucap Kolin sambil memegang sendok dan mulai menyuapi Kanza dan membuat Kanza semakin baper.
"Masakan mu sangat enak, membuat nafsu makan ku bertambah." ucap Kanza bermaksud bercanda.
"Bilang saja kamu memang lapar." sahut Kolin dengan sangat sedikit senyuman bahkan nyaris tidak terlihat.
"Iya, aku memang lapar," sahut Kanza sambil menjulur kan lidah nya dan menggaruk kepala nya.
__ADS_1
Setelah selesai memberikan makan kepada Kanza kemudian Kolin pun pamit pulang.