Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 60 Jahat nya istri kedua.


__ADS_3

Suatu hari Ningsih naik ojek ke pasar membeli udang, di perjalanan dia lewat di depan toko yang menjual racun dan dia memikir kan sebuah rencana, kemudian dia membeli racun itu.


Malam itu Ningsih berencana memasak udang itu dan Karen juga memang sudah berada di dapur saat itu, Karen melihat madu nya menyiap kan bahan masakan dan Karen tidak mau di fitnah madu, Karen pun menawar kan diri.


"Apakah ada yang bisa aku bantu?" tanya Karen.


"Aku mau memasak udang untuk suami ku." sahut Ningsih.


"Aku bantu." ucap Karen dengan lembut.


"Karen! kamu buat bumbu dan aku mencuci udang nya," perintah Ningsih.


"Baik lah." sahut Karen, kemudian Karen melakukan perintah madu nya.


Setelah masakan selesai kemudian mereka seperti madu yang akur dan sama-sama mencicipi nya lalu Ningsih memasukan masakan nya ke dalam piring dan Karen menyiap kan piring di atas meja makan dan ketika Karen sibuk dengan pekerjaan nya, Ningsih memasukan racun ke dalam makanan yang dia masak bersama Karen lalu dia mengaduk nya dan disaat yang sama, Narin pun datang kemeja makan kemudian bertanya kepada Ningsih.


"Sayang! aku mencari mu sejak tadi dan apa yang kamu lakukan di sini?"


"Perut ku sakit sayang! mungkin karna masakan Karen." sahut Ningsih sambil memegang perut nya.


"Kita ke rumah sakit." ajak Narin panik.


"Permainan apa lagi ini?" tanya Karen yang mulai memahami sifat madu nya.


"Aku baru saja mencicipi masakan mu ini dan perut ku jadi sakit," ucap Ningsih sambil pura-pura meringis kesakitan memegangi perut nya.


"Tapi tidak ada yang salah dengan masakan ini! aku akan buktikan dan aku akan memakan nya." ucap Karen yang berusaha membuktikan bahwa bukan ke salahan masakan nya, disaat Karen memegang piring itu di tangan nya kemudian Ningsih menghambur kan makanan itu ke lantai sambil berkata.

__ADS_1


"Wanita jahat! aku tahu kamu berniat menyingkir kan ku." melihat makanan itu berhamburan di lantai Karen pun ingin membersihkan nya tapi kemudian Narin berteriak.


"Biar kan tetap seperti itu dan kita lihat sampai besok." bentak Narin, setelah berkata begitu, Narin menggendong Ningsih dan membawa nya ke kamar dan dalam dekapan Narin, Ningsih melihat ke arah Karen sambil tersenyum kepada Karen tapi meski pun Karen faham sedang di permainkan madu nya dia tidak bisa melakukan apapun, dia hanya duduk di bangku dan beberapa orang yang datang melihat makanan berhamburan kemudian Karen berkata.


"Jangan di bersih kan sampai besok." setelah memastikan semua orang tahu, Keren pun pergi meninggal kan dapur.


Keesokan pagi nya, Ningsih sengaja pagi-pagi sekali datang ke dapur dan dia berteriak dengan keras karna dia melihat beberapa ekor tikus mati setelah makan masakan yang tumpah itu dan semua orang datang ke dapur mengikuti suara teriakan Ningsih dan Narin pun segera memeluk Ningsih yang berakting sedang trauma karna melihat tikus mati itu.


Karen langsung terduduk di lantai dan bahkan Karen mengabaikan ucapan Narin.


"Ternyata masakan ini sudah di racuni Karen dan tujuan nya adalah untuk membunuh istri ku."


Karen hanya diam membisu tanpa berdaya apapun, hati nya memiliki banyak jawaban tapi bibir nya tidak mampu mengucap kan sepatah kata pun, kemudian Mita memeluk nya, Narin dan Ningsih pun pergi meninggal kan dapur dan setelah memastikan Narin dan madu nya pergi kemudian Karen menangis dalam pelukan Mita.


*****


"Kanza! apakah kamu bisa mengantar ibu ke makam Nak?"


"Bisa Bu' kapan?" tanya Kanza.


"Karen! sekalian kita juga mengunjungi makam Mawar Merah!" ucap Mita.


"Siapa Mawar merah Bu?" tanya Kanza.


"Tanya Bibi mu." sahut Karen, kemudian Kanza memandangi wajah Mita dan Mita bercerita.


"Mawar merah adalah anak perempuan Karen yang sudah meninggal dan dia lebih tua dari mu, aku punya beberapa foto-foto nya." ucap Mita sambil mengeluarkan ponsel nya, kemudian Karen berkata.

__ADS_1


"Mita." Mita pun faham bahwa Karen pasti akan terluka ketika dia melihat Poto mendiang bayi nya lagi.


"Ooo...aku baru tahu kalau aku punya kakak." kemudian Kanza mendekati Karen dan berkata.


"Jangan sedih Ibu," sambil Kanza mencium tangan Karen.


Karen dan Mita pun sudah mau pergi dan Narin yang baru turun dari tangga bertanya.


"Mau kemana?"


"Ke makam anak mu!" sahut Mita cuek, sementara Karen mengabaikan keberadaan Narin dan dia berjalan ke luar rumah, Narin melihat Karen dengan perasaan yang dia tidak mengerti bahkan dia lupa siapa anak nya yang sudah mati, kemudian Narin mengikuti Mita dan Kanza, Karen sudah duduk dalam mobil di bangku belakang dan Kanza duduk di bangku pengemudi, Mita duduk di samping Kanza kemudian Narin berkata kepada Mita.


"Aku ikut." Karen dengan segera mengunci pintu mobil di tempat Narin yang ingin membuka nya dan Narin mengetuk pintu mobil berharap Karen membuka kan pintu mobil itu, tapi Karen berkata kepada Kanza.


"Sudah waktu nya Kanza." kemudian Kanza menjalan kan mobil dan mereka meninggal kan Narin sendirian, Karen tidak menoleh hanya Mita yang melihat Narin dari kaca spion mobil.


Setelah pulang dari makam kemudian semua orang masuk ke dalam rumah, Karen melihat Narin dan madu nya duduk di sofa kemudian Karen membatalkan keinginan nya untuk masuk dan tanpa ekspresi apapun Karen berbalik arah, Narin melihat Karen sedang melamun sambil berjalan, kemudian Narin berdiri, lalu tangan Narin di pegang Ningsih tapi Narin melepaskan tangan Ningsih dari tangan nya kemudian Narin pergi menyusul Karen, Ningsih kesal dan berkata.


"Biarkan dia." seketika kanza dan Mita sadar bahwa mereka tidak melihat Karen di belakang mereka kemudian mereka mengikuti Narin dan Ningsih juga mengikuti Mita.


Karen berjalan menuju kolam renang dan dia melompat ke dalam kolam, Kanza melihat itu dari jauh kemudian Kanza berlari dan Narin berteriak.


"Kanza! ibu mu tidak bisa berenang." kemudian Narin juga berlari untuk menyelamat kan Karen dan setelah di bawa ke pinggir kolam, Karen di baringkan di samping kolam renang kemudian Narin berusaha menyadarkan Karen dengan memompa jantung nya dan juga memberikan nafas buatan dan melihat hal itu seketika hati Ningsih sangat hancur dan Narin sangat panik melihat Karen tidak sadar kan diri, kemudian setelah 10 menit perjuangan Narin akhir nya air keluar dari mulut Karen dan Karen pun sadar, Narin memeluk Karen sambil menangis dia berkata.


"Lain kali kalau kamu marah kepada ku, aku saja yang melompat ke dalam air karna aku bisa berenang."


"Apakah tuan sudah bisa mengingat ku?" tanya Karen, Narin mengangguk dan mencium Karen.

__ADS_1


"Aku mengingat mu, jangan pernah berfikir untuk mati! aku mohon." pinta Narin, sambil terus memeluk Karen dengan erat dan Ningsih hanya melihat saja dengan rasa kecewa yang sangat banyak di dalam hati nya.


__ADS_2