
Keesokan pagi nya Narin dan Hanan datang bersama, mereka pun berjalan di lorong kantor lalu mereka di kejut kan dengan yang di lakukan Karen yaitu mengejar kecoa dan beberapa kali memukul nya dengan sapu tapi selalu meleset, dan sangat tidak di duga kemudian kecoa terbang ke kepala Narin sehingga tanpa pikir panjang Karen memukul kecoa yang ada di kepala Narin dengan sapu, tentu saja Narin yang jago bertarung sekali pun pasti merasa sakit juga ketika kepala nya di pukul dengan sapu, Hanan bahkan tidak berani bergerak karna dia tidak bisa menebak apa yang akan Narin lakukan.
Kemudian Narin merasa pusing dan hampir jatuh tapi di tangkap oleh Hanan, sebalik nya setelah melakukan kejahatan itu Karen langsung kabur karna tidak mau menunggu kemarahan Narin, kemudian Narin pun di papah oleh Hanan ke ruangan nya, tapi Narin tidak berbicara apapun karna seperti nya dia sedang menikmati bintang yang beterbangan di atas kepala nya.
Kemudian Narin berbaring di sofa di ruang kerja nya dan berkata kepada Hanan.
"Kekasih mu itu sangat aneh, coba kamu fikir kan, aku baru datang bahkan aku tidak tahu apa kesalahan ku, tapi dia tiba-tiba menyerang ku dan yang lebih parah nya lagi bahkan aku tidak punya firasat apapun ketika dia akan menyerang ku." ucap Narin sambil dia meraba kepala nya yang sakit, lalu berkata lagi.
"Ooohhh...ya ampun, bintang nya banyak sekali beterbangan di atas kepala ku," kemudian Narin berbaring di sofa lalu Hanan bertanya.
"Apakah tuan muda membutuh kan sesuatu?"
Narin tidak merespon lalu Narin memejamkan mata nya, Hanan pun lalu keluar dari ruangan Narin, kemudian Hanan mencari Karen dan ketika Karen melihat Hanan lalu Karen bertanya.
"Apakah tuan muda menuduh aku yang memukul nya?"
"Memang kamu kan' yang sudah memukul Narin?" sahut Hanan dengan wajah seperti tidak bersalah Karen bertanya.
"Kapan?"
Hanan pun bersandar di dinding lalu Karen mendekati nya kemudian Karen bertanya.
__ADS_1
"Hanan! kamu kemana selama beberapa hari ini?" Hanan memandang Karen dengan tatapan sedih kemudian dia menceritakan semua kejadian yang kemaren dengan juragan Bagong, Karen pun merasa sedih karna merasa tidak berguna karna tidak bisa membantu Hanan.
*****
Suatu hari ketika Narin mau pergi makan siang dia bertemu ayah nya di luar dan pak Romi bertanya kepada Narin.
"Apakah kamu mau makan di restoran mu?"
"Hmmm..." jawab Narin lalu ayah nya berkata.
"Ayo kita pergi bersama karna aku teringat dengan masakan gulai kambing di restoran mu,"
Kemudian mereka pun pergi bersama dan setiba nya di restoran Narin bertanya kepada anak buah nya.
Di dapur tuan!" sahut pelayan nya kemudian Narin bertanya kepada ayah nya.
"Apakah ayah mau bertemu pak Herman?" kemudian Ayah nya pun balik bertanya.
"Apakah dia tidak sibuk?"
Narin pun diam kemudian mereka memesan makanan lalu mereka makan dan ketika sedang makan pak Romi menerima panggilan Vidio call dari detektif swasta yang di sewa nya dan detektif itu kemudian berkata.
__ADS_1
"Tuan! maaf seperti nya kami akan akhiri pencarian karna sudah 15 tahun mencari kita bahkan tidak menemukan petunjuk apapun."
"Baik lah kalau memang mustahil bagi kita menemukan nya maka biar lah, mungkin lebih baik kita menyerah saja." ucap ayah Narin kemudian panggilan pun di akhiri dan Narin memandang wajah ayah nya dan terlihat jelas ada banyak kekecewaan di wajah ayah nya kemudian Narin bertanya dengan sangat hati hati.
"Apakah ayah sedang memiliki masalah?" Ayah nya menarik nafas panjang kemudian berkata.
"Ini terjadi 15 tahun yang lalu ketika kamu masih kecil, usia mu saat itu masih 10 tahun, hari itu mobil kita mogok di sebuah jalan yang sepi, kita semua turun dari mobil tapi ayah sibuk menelpon anak buah kita untuk mengatakan bahwa ayah akan datang terlambat karna ada masalah di jalan,sementara pak Yono ayah dari Hanan saat itu masih bekerja sebagai supir pribadi ayah dan dia juga sibuk menelpon bengkel sehingga tidak ada yang memperhatikan kamu yang sedang bermain di jalanan dan di saat kami semua lengah ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan hampir menabrak mu tapi secara tidak di sangka Tuhan mengirimkan seorang malaikat untuk menolong mu, dan kamu selamat tapi pria yang menolong mu kaki nya tertabrak mobil, lalu kami langsung membawa nya ke rumah sakit dan kami berusaha mencari identitas pria itu tapi kami tidak menemukan tanda pengenal apapun, setelah 1 bulan koma, pria itu sadar tapi ayah bahkan tidak sempat berbicara dengan nya karna pria itu sudah melarikan diri dari rumah sakit, bahkan ayah tidak tahu apa alasan dia pergi dengan cara seperti itu." Ayah Narin terlihat sangat kecewa dan juga sedih kemudian Narin berkata.
"Ayah jangan terlalu memikirkan hal yang akan membuat ayah sedih dan mungkin saja pria yang ayah cari juga sudah meninggal,bahkan para detektif juga tidak bisa menemukan pria itu kan?"
"Mereka tidak menemukan nya karna tidak ada foto atau pun alamat sebagai petunjuk, yang mereka cari hanya lah satu petunjuk yaitu pria yang kaki kanan nya patah, kemudian di tanyai apa penyebab nya dan bagaimana kejadian nya, tapi sampai sekarang mereka tidak pernah menemukan pria yang kaki nya patah karna di tabrak mobil ketika menyelamat kan anak kecil." sahut ayah nya dengan raut wajah kecewa yang sangat jelas terlihat, kemudian mereka selesai makan siang lalu kembali bekerja.
Sore itu, ketika ayah Narin dalam perjalanan menuju pulang ke rumah dia melihat ayah nya Karen berjalan dengan tongkat dan ayah Narin segera memarkir mobil nya lalu mendatangi ayah Karen dan bertanya.
"Katakan kenapa kaki mu patah?" Ayah Karen dengan bingung menjawab.
"Karna kecelakaan," Ayah Narin memeluk ayah nya Karen sambil berkata.
"Aku sudah lama mencari mu, apakah kamu mengingat ku?" Ayah Karen menggeleng kan kepala nya kemudian ayah Narin berkata lagi.
"Kaki mu patah karna menyelamat kan anak ku 15 tahun yang lalu dan apakah kamu tidak bisa mengingat ku? kamu harus tahu bahwa aku berusaha mencari mu selama ini tapi aku tidak berhasil menemukan mu, kemana saja kamu selama ini?"
__ADS_1
Kemudian Ayah Karen duduk di bangku yang terletak di pinggir jalan dan ayah Narin juga mengikuti nya sambil tangan nya dengan erat memegang tangan ayah Karen karna seperti nya dia takut ayah Karen melarikan diri lagi dari nya.
Kemudian Ayah Karen bercerita tentang hidup nya setelah kecelakaan itu dan dia juga mengatakan kalau Karen adalah anak perempuan nya.