
"Aure kamu akan hidup Na' Ibu menyayangi mu.p" ucap Karen sambil menangis dengan sangat sedih karna anak nya yang lama tidak pernah bertemu dan ketika bertemu keadaan nya dalam kondisi yang sudah sekarat.
"Dokter, kenapa tidak berusaha menyelamatkan anak ku!" bentak Narin kepada Dokter.
" Maaf Pa' luka pasien sangat parah jadi kami...." belum selesai Dokter bicara Aure langsung berkata.
"Dokter, kalau aku mati tolong berikan ginjal ku kepada Adik ku," ucap Aure sambil melihat ke arah Ekre yang sedang menangis sambil memeluk kaki Aure.
Tanpa menunggu lagi kemudian dokter melakukan persiapan operasi untuk Aure dan Ekre, Semua orang menunggu operasi di luar ruang operasi kemudian Mita datang dan bertanya.
"Di mana Aure?"
Kolin menarik tangan Mita lalu Kolin menjelaskan kepada Mita, Kanza pun bercerita tentang rahasia Ekre dan Aure selama ini sehingga membuat Karen sangat sedih dan juga menangis, Narin tidak tega melihat kesedihan Karen dan memberanikan diri untuk mendekati Karen sambil menyentuh pundak Karen, Narin juga berkata.
"Karen, tenangkan diri mu," Karen pun membuang gengse nya kemudian menangis dalam pelukan Narin sambil berkata.
"Kedua anak kita sekarang sedang dalam bahaya bahkan kita tidak tahu apakah Aure akan selamat atau tidak." Karen menangis seperti anak kecil di dalam pelukan Narin.
"Selama ini aku terlalu mementingkan ego ku sehingga sekarang aku harus melihat Anak ku tidak berdaya di ruang operasi." ucap Narin juga sambil menangis.
"Kasihan Anak-Anak ku," ucap Karen, yang tidak bisa berhenti menangis.
Di luar dugaan Kolin pun juga mulai menunjukan tanda-tanda akan melahirkan sehingga Kanza harus membawa nya ke ruang bersalin, setelah 2 jam, Kolin pun melahirkan anak kembar yaitu seorang bayi laki laki dan seorang bayi perempuan.
*****
Setelah beberapa jam berlalu dokter membawa keluar Ekre dengan keadaan masih dalam pengaruh obat bius tapi yang menghancurkan harapan adalah ketika dokter mengeluarkan anak nya yang satu nya dengan wajah di tutupi kain putih dan membuat semua orang tidak bisa lagi menahan tangis nya, semua orang sangat sedih dengan kematian Aure.
__ADS_1
Di pemakaman Aure juga di hujani air mata dari Karen, Narin dan Mita, Kanza dan Kolin juga Ekre dan Raura tidak bisa hadir di pemakaman Aure, tapi Ekre juga tidak bisa menyembunyikan kesedihan nya dan dia menangis dalam pelukan Raura.
Setelah pemakaman Aure kemudian Semua orang pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ekre dan juga bayi nya Kolin, melihat wajah ke dua bayi nya Kolin membuat hati semua orang jadi lebih tenang dan Kanza berkata kepada semua orang.
"Lihat lah di bahu kanan anak laki laki ku memiliki tanda lahir dengan huruf "K" mungkin untuk Kanza dan Kolin." ucap Kanza sambil menggendong bayi laki laki nya untuk di serahkan kepada Karen.
"Bayi mu mirip wajah Aure ketika masih bayi," ucap Karen.
"Mungkin saja ini adalah rainkarnasi nya Aure." sahut Kanza serius dan Ekre pun juga datang bersama Raura dengan kursi roda lalu Ekre bertanya.
"Mana bayi mu ka' Kanza?" tanya Ekre.
"Bayi laki laki ada pada ibu dan bayi perempuan ada di pelukan bibi Mita," sahut Kanza.
Karen membuka bahu Bayi nya Kolin dan melihat tanda lahir itu lalu Mita berkata.
"Kolin istri ku juga memiliki tanda lahir huruf R di bahu kanan nya."
"Apa!??" semua orang serentak bertanya karna terkejut.
"Mengapa kamu tidak pernah bilang?" sahut Mita kesal.
"Karna kalian juga tidak ada yang pernah bertanya?" sahut Kanza bingung.
Mita pun menyerahkan bayi perempuan Kolin kepada Raura lalu dia membuka ponsel nya mencari Poto lama itu lalu Kanza membuka bahu kanan Kolin dan Kolin yang kebingungan pun hanya menurut saja setelah Mita menemukan foto lama itu kemudian mereka mencocokan foto tanda lahir bayi Kolin dengan Kolin dewasa mereka memang melihat banyak ke miripan.
"Kolin, jangan tersinggung, tapi tolong izinkan kami untuk melakukan tes DNA." pinta Narin dan semua orang setuju setelah mengumpulkan semua persyaratan kemudian suster membawa nya untuk di periksa kemudian Narin bertanya.
__ADS_1
"Kolin, aku penasaran dengan nyonya yang sering kamu ceritakan 1 tahun lalu kepada ku dan aku juga penasaran dengan hubungan Ningsih dengan nyonya mu itu." tanya Narin.
"Nyonya besar ku bernama Isna dan nyonya muda ku bernama Lila, Lila juga memiliki Kaka laki laki bernama Rico, tapi Rico dan Burhan meninggal dunia bersama pria bernama Hanan." Mita langsung berteriak karna dia yang paling terkejut.
"Jadi apakah mungkin Paman Hanan tahu tentang keberadaan Kolin lalu Paman Hanan di bunuh?" tanya Kanza serius.
"Hari itu aku lupa mengatakan kepada semua orang bahwa di hari kematian nya, Hanan meminta ku untuk mengirimkan kepada nya foto bayi perempuan nya Karen." ucap Mita sambil terus menangis kemudian Karen memeluk nya.
"Dan Ningsih adalah sahabat nyonya Isna yang memiliki rencana untuk menyingkirkan ibu Karen, jadi dalang dari perpisahan ibu dan ayah adalah nyonya ku, maaf jika aku tidak mengetahui hal itu sejak awal."
"Ayah, bagaimana kalau kita pergi ke bar pesona mutiara dan kita langsung tanyakan kebenaran nya kepada wanita yang bernama Isna itu?"
"Aku tidak tau dimana tempat itu berada." sahut Narin.
"Aku tau tempat itu." ucap Kanza
"Kalau begitu kita bawa polisi saja untuk menyelidiki semua ini," ucap Narin.
"Ya polisi, sekalian juga selidiki kasus kematian Aure." Kanza pun menunjukan rekaman Vidio yang terakhir di kirimkan Aure kepada ayah nya tentang vidio Mayang.
Narin pun segera merebut ponsel Kanza kemudian membawa nya ke kantor polisi dan dengan bekal Vidio itu polisi kemudian menangkap mereka semua yang terlibat dengan kasus kematian Aure dan Mayang, tapi suami Mayang yang mencoba kabur langsung di tembak mati oleh polisi.
Keesokan pagi nya Kanza, Narin dan Karen pergi ke tempat lokasi bar pesona mutiara, tapi tanpa di duga bar itu sekarang sudah rata dengan tanah di hiasi puing-puing sisa kebakaran, kemudian Kanza pun bertanya kepada seorang wanita yang duduk tidak jauh dari mereka.
"Maaf nona-nona, dimana bar pesona mutiara?" tanya Kanza sambil menunjuk ke arah bekas kebakaran itu.
"Tuan Kanza telat, karna 2 bulan yang lalu bar itu mengalami kebakaran dan beberapa orang mati di dalam nya." sahut seorang wanita yang datang dari belakang mereka dan wanita itu adalah wanita yang pernah menemani Riyadi malam itu di pesta penyambutan kedatangan Kanza.
__ADS_1
"Lalu di mana nyonya Isna?" tanya Kanza lagi.