
"Ta... pi.....! me...ngapa...?" tanya Isna dengan gugup lalu Mita menjawab.
"Kakak Narin yang meminta nya karna kakak Narin takut bibi kelelahan seperti Karen jadi aku yang akan menggantikan bibi sekarang,apakah Paman Romi sudah makan?" tanya Mita kepada Isna dengan banyak kecemasan Isna mengangguk kemudian dia keluar dari kamar.
Malam itu Mita tidak bisa tidur karna Romi terus berkeringat dan badan nya panas, Mita pun mengompres dahi Romi, tapi Romi bahkan tidak terbangun dan Mita sangat khawatir tapi dia tidak tega menelpon Narin takut nya membuat Narin khawatir, Mita sengaja tidak menyalakan AC karna takut keadaan Romi bertambah parah sambil mengganti kompres Mita bergumam.
"Paman cepat sembuh ya...? kasihan Karen, pasti Karen khawatir jika tahu Paman sakit nya bertambah parah." ucap Mita dengan penuh kesedihan.
1 jam berlalu, demam nya tidak juga turun, kekhawatiran Mita pun bertambah, kemudian Mita beberapa kali melakukan panggilan kepada Narin tapi ponsel Narin sedang tidak aktif dering nya dan dia letakan di mobil nya dengan mode senyap
Di tengah malam tepat nya jam 1 malam, Isna datang ke kamar Romi, Mita juga masih belum bisa tidur, dia hanya berulang kali mengganti kompres Romi, melihat Mita masih belum tidur kemudian Isna bertanya.
"Bagaimana keadaan Romi?" Mita hanya menggelengkan kepala sambil menangis, kemudian Isna berkata.
"Mita! kalau kamu mau istirahat silahkan istirahat, biar bibi saja yang akan menjaga Romi," Mita menggelengkan kepala sambil menangis dia berkata.
"Aku akan menjaga Paman! aku khawatir karna demam Paman bahkan belum turun juga, apakah harus kita menjemput Kaka Narin Bi?" tanya Mita kepada Isna, tapi Isna dengan cepat berkata.
"Sementara malam ini biar kita saja yang mengurus Pak Romi, kasihan menantu ku jika dia harus bolak balik rumah dan juga rumah sakit, jadi biar di sini kita saja yang berusaha membantu nya untuk mengurus Romi, semoga saja tuan Romi bisa segera sembuh."
Emang dasar ratu akting, bahkan dia menolak usul Mita agar mereka menjemput Narin dan membawa ayah nya ke rumah sakit, karna jika Romi dibawa kerumah sakit maka otomatis semua yang di lakukan tim nya akan terbongkar kalau obat yang dia berikan kepada Romi itu berbahaya.
__ADS_1
Sepanjang malam Mita terjaga dan tidak tidur karna kondisi Romi yang bahkan belum stabil, Mita kembali mencoba memanggil Narin bahkan sampai 50 panggilan tidak terjawab dia lakukan kepada Narin, sebalik nya Isna tidur dengan sangat nyenyak di sofa di dalam kamar Romi, tujuan Isna tentu saja bukan untuk membantu Mita merawat Romi tapi Isna ingin memastikan kalau Romi tidak bercerita kepada siapa pun tentang dia dan Genk nya.
Kemudian pagi pun datang, Karen terbangun dari tidur nya, lalu Karen mengusap kepala Narin yang ada di samping nya dengan posisi Narin duduk di bangku dengan kepala nya di ranjang Karen dan ketika Karen mengusap kepala nya Narin terbangun, Karen pun menyapa nya.
"Selamat pagi tuan muda! apakah aku membangun kan tuan?" Narin pun menggenggam tangan Karen kemudian mencium kening Karen lalu dia menggelengkan kepala nya kemudian duduk lagi.
"Tuan muda! entah mengapa aku sangat mengkhawatirkan keadaan ayah." ucap Karen dengan wajah cemas yang terlihat jelas di wajah nya.
"Jangan khawatir kan ayah karna ada ibu dan Mita bersama nya," sahut Narin, tapi kata-kata Narin tidak mampu menenangkan hati Karen.
"Tolong pulang lah dan tanya kan kepada ayah apakah ayah memang baik-baik saja atau tidak! entah mengapa fikiran ku merasa tidak enak tentang ayah." ucap Karen dengan tegas memberikan perintah kepada Narin, Narin pun menuruti perintah Karen dan berkata.
"Ok aku akan pulang sebentar dan kamu tunggu di sini aku akan kembali setelah 2 atau 3 jam lagi." Karen mengangguk.
Di rumah Mita merasa sangat gelisah kemudian dia menelpon Narin lagi dan beruntung Narin sedang berada di dalam mobil nya, Narin sedang dalam perjalanan untuk pulang, Narin pun menerima panggilan Mita, sambil menangis Mita berkata di telepon.
"Kaka Narin! Paman masih belum sadar kan diri sejak semalam dan tubuh nya juga sangat dingin," ucap Mita, kemudian dengan panik Narin berkata.
"Jangan khawatir, aku akan segera sampai kerumah karna sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju rumah," kemudian panggilan di tutup dan Narin melarikan mobil nya lebih cepat.
Setiba nya di rumah Narin langsung ke kamar ayah nya dan dia melihat Mita menangis kemudian Narin bertanya.
__ADS_1
"Mita! bagaimana keadaan ayah?"
"Paman demam dan belum siuman sejak semalam," ucap Mita sambil menangis kemudian Narin memanggil ayah nya.
"Ayah...!" Panggilan Narin membuat ayah nya membuka mata nya dan ayah nya memandangi Narin sambil menangis dia tidak bisa berkata apa-apa dan dia juga tidak bisa bergerak setelah itu Narin bertanya.
"Ayah! katakan pada ku apakah ayah butuh sesuatu?" kemudian ayah nya berkata.
"K- a- r-en," susah payah ayah nya mengatakan itu dan Narin menjawab.
"Karen sudah baikan Yah' dan dia juga khawatir kepada ayah jadi ayah cepat sembuh ya Yah!" ucap Narin dengan susah payah menahan diri nya agar jangan menunjukan kesedihan nya karna 2 orang yang penting dalam hidup nya dalam keadaan sakit.
Narin dan Mita tiba-tiba panik karna melihat Romi mulai kesulitan bernafas, Narin mulai kebingungan kemudian dia memberikan ponsel nya kepada Mita sambil berkata.
"Mita! hubungi dokter!" Mita pun menelpon dokter dan Narin memegang tangan ayah nya setelah itu ayah nya mati di depan nya, Narin tidak mampu lagi menahan diri nya, dia tidak bisa berpura-pura bahwa hati nya masih baik-baik saja, Narin pun langsung menangis seperti anak kecil sambil memanggil ayah nya, ketika trio parasit mendengar kan teriakan Narin yang memanggil ayah nya beberapa kali, mereka pun semua segera datang ke kamar Romi dan berdiri di belakang Narin, mereka juga ikut menangis, 10 menit kemudian bel pintu di luar berbunyi dan Mita bertanya kepada Narin.
"Kaka! mungkin itu dokter! apakah di suruh masuk atau....,"
"Ayah sudah pergi jadi aku tidak perlu dokter lagi," ucap Narin dengan penuh kesedihan karna dia sangat terpukul dengan kematian ayah nya, Mita pun pergi menemui dokter, sementara trio parasit saling menunjukan gigi nya sebagai tanda mereka sedang menikmati detik-detik kemenangan mereka, tidak lama kemudian Mita datang.
"Kaka! apakah harus aku beri tahu kan tentang paman kepada Karen sekarang?" tanya Mita, Narin hanya menggelengkan kepala saja dia tidak mampu bicara lagi dia hanya mampu menangisi kepergian ayah nya.
__ADS_1
Proses pemakaman Romi juga tanpa Karen, karna Narin melarang semua orang menghubungi karen karna dia takut akan berakibat buruk pada kondisi Karen jika Karen tahu kabar kematian Romi, Narin pun larut dalam duka yang dalam, Narin pria yang super sempurna itu menangis sepanjang proses pemakaman ayah nya, dia bahkan tidak mampu menahan kesedihan nya, setelah pemakaman selesai dia mengurung diri nya di kamar ayah nya, di saat Narin sedang menangis, Mita datang dan bertanya.