
Di tengah keramaian acara kemudian Aure mendekati Kolin lalu menyapa nya.
"Kolin." merasa nama nya di panggil Kolin pun menoleh dengan heran karna bagi Kolin di antara banyak nya pria yang pernah dia kenal dia belum pernah bertemu pria dengan rambut seperti itu, rambut kriting seperti tumpukan mie instan.
"Kapan kamu ke Bali lagi?" tanya Aure dan pertanyaan itu membuat Kolin menyadari siapa pria yang berdiri di samping nya lalu.
"Au!" langsung tangan Aure memberi isyarat kepada Kolin untuk diam sebelum Kolin selesai menyebut nama nya.
Acara pun berlangsung lancar sampai akhir, kemudian Ekre masuk ke kamar nya di susul oleh Aure, lalu Aure bercerita bahwa ayah nya pasti juga sudah melihat acara yang sudah berlangsung tadi sampai akhir, sangat jelas perasaan sedih dan kecewa yang terlihat dari wajah Ekre karna dia sangat berharap ayah nya melupakan ego nya dan datang di acara pernikahan nya meski hanya sebentar.
Saat Aure di kamar Ekre dia pun membuka penyamaran nya karna Aure merasa lelah dengan rambut kriting nya itu seharian, tapi tidak lama kemudian secara tidak terduga tiba-tiba Kanza pun masuk ke kamar yang rencana nya mau menggoda Ekre sekaligus mengajari trik malam pertama tapi justru Kanza jadi terkejut karna di depan nya ada si kembar, kemudian Kanza bertanya.
"Yang mana Aure?" Aure pun mengangkat tangan nya kemudian Kanza mengunci kamar Ekre lalu berkata.
"Apakah kamu tidak mau bertemu Ibu?" tanya Kanza kepada Aure.
"Aku takut Ka!" sahut Aure.
"Kenapa kalian merahasiakan semua ini?"
"Karna kami saling menyayangi, kami saling membutuh kan." sahut Aure.
__ADS_1
"Tapi sampai kapan kalian bisa menyimpan rahasia seperti ini?" tanya Kanza Aure pun kemudian memeluk Kanza sambil berkata.
"Tolong berikan aku waktu karna jika sekarang sudah jelas kami belum siap." kemudian mereka semua di kejut kan dengan suara pintu yang di ketuk dari luar dan itu adalah Karen yang datang bersama Raura dengan cepat Aure menyembunyikan wajah nya dengan penyamaran, sehingga begitu pintu terbuka Karen heran melihat Aure karna Karen tidak pernah kenal pria seperti itu sebelum nya.
"Dia adalah rekan bisnis ku Bu!" ucapan Kanza segera menghilangkan penasaran di otak Karen.
"Oooww... ayo semua nya kita keluar dan biar kan pengantin menikmati waktu mereka, ini adalah malam panjang untuk Ekre." ucap Karen dengan ekspresi yang menggemaskan, kemudian semua orang pun keluar tapi tangan Kanza memegang erat tangan Aure seolah dia masih melarang Aure untuk pergi karna dia masih memiliki banyak pertanyaan yang belum selesai.
Kanza mengajak Aure masuk ke kamar nya dan menghujani Aure dengan banyak pertanyaan sehingga Kanza pun faham alasan Aure dan Ekre memiliki hubungan yang tersembunyi, tiba-tiba Kolin masuk ke dalam kamar dan repleks Aure berkata.
"Kolin, tutup pintu nya." tentu saja ucapan Aure membuat Kanza penasaran dengan semua hal yang sedang terjadi dan Aure pun menceritakan tentang hubungan nya dengan Kolin saat dia dan ayah nya masih di Bali tapi walau pun mendengar istri nya pernah sekamar dengan mertua nya yang di sebut sebut Aure seperti play boy kelas hiu perasaan Kanza sudah kebal dan tidak memasukan semua masa lalu Kolin ke dalam otak nya.
"Seperti yang Aure katakan yaitu kita tunggu waktu yang tepat, karna jika di dengar dari penjelasan Aure yaitu tentang perasaan ibu dan ayah, arti nya mereka berdua tidak memiliki keinginan untuk bertemu bahkan Aure dan Ekre juga kena imbas nya." sahut Kanza dengan bingung karna dia merasa kali ini kehabisan akal.
"Apakah Aure mau menginap? Aure bisa tidur dengan Kanza dan aku akan tidur bersama bibi Mita" ucap Kolin sambil memegang tangan Kanza.
"Tidak Kolin, aku takut ibu akan menyadari keberadaan ku dan juga ayah sekarang sendirian di rumah, aku merasa saat ini ayah sedang sangat kecewa dan sedih." sambil Aure mengambil ponsel Kanza lalu memasukan nomor nya dan juga nomor ayah nya ke dalam kontak Kanza kemudian Aure berjalan lalu pergi tanpa pamit.
*****
Pagi itu saat Aure bangun tidur dia kepikiran mau bertemu dengan Mayang karna Aure selalu merindukan Mayang jadi dia tidak punya waktu lagi untuk bersama kekasih nya yang lain dan Aure mengajak Mayang bertemu di taman.
__ADS_1
Saat Aure sedang berada di taman untuk menunggu kedatangan Mayang, tapi justru yang datang terlebih dahulu adalah kakak laki laki nya Raura bersama puluhan teman nya kemudian berkata kepada Aure.
"Adik ipar! bagi duit dong!" sambil tangan nya menggeledah saku Aure dan mengambil dompet nya tapi karna isi dompet nya tidak banyak kemudian dompet itu dia lempar kan ke wajah Aure sehingga hal itu membuat Aure kesal karna Aure merasa itu adalah tindakan yang tidak sopan kemudian terjadilah perkelahian yang jumlah nya tidak seimbang yaitu 20 lawan satu memang benar semua orang bisa di hajar oleh Aure tapi satu tamparan juga di dapat kan Aure di pipi kiri nya dan karna banyak nya kemarahan Aure kemudian dia mengamuk sehingga membuat mereka semua lari seperti kucing di siram air, Aure pun melihat pipi nya yang memar dengan camera ponsel nya sambil bergumam.
"Astaga wajah ku yang tampan ini kenapa jadi begini? kalau kemaren wajah Ekre yang seperti ini menurut ku tidak masalah karna Ekre tidak setampan aku." ucap nya frustasi karna ada tanda tangan lawan nya yang menempel di wajah nya kemudian Aure menghubungi Mayang dan berkata.
"Sayang, aku ada urusan mendadak jadi pertemuan kita di batal kan hari ini."
"Baik lah sayang, aku mengerti."
Aure pun langsung pulang ke rumah dan berpapasan dengan Narin di tangga menuju kamar nya, Membuat Narin heran lagi melihat penampakan wajah Aure kemudian Narin pun bertanya.
"Makhluk seperti apakah gerangan yang mampu membuat wajah anak ku jadi seperti ini lagi?" tanya Narin heran lagi karna anak nya sudah dua kali membawa hadiah seperti itu ke rumah, karna yang Narin tahu anak nya pandai bela diri.
"Overdosis musuh Yah... mereka curang, main keroyokan!" sahut Aure sambil memegang pipi nya.
"Lain kali kalau musuh nya terlalu banyak kamu lari saja." ucap Narin sambil tersenyum.
"Malu Doong Yah! masa' Aure yang tampan dan hebat lari dari pertarungan?" sahut nya kesal.
"Benar juga! kalau begitu pura pura pingsan saja." sahut Narin sambil tertawa mengejek lalu berjalan menjauhi Aure, kemudian Aure pun juga masuk ke kamar nya.
__ADS_1