Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 57 Berjumpa ratu iblis


__ADS_3

"Apakah pasar jauh?" tanya Ningsih kepada Mita, Mita yang merasa malas berbicara dengan Ningsih menjawab cuek.


"Tidak!" Ningsih faham bahwa Mita tidak menyukai nya tapi dia cuek saja karna yang penting bagi nya adalah Narin mendukung nya.


"Apakah bisa di tempuh dengan jalan kaki?" tanya Ningsih lagi.


"Pergilah ke depan dan naik ojek." ucap Mita cuek kemudian Mita pergi meninggal kan Ningsih dan Ningsih pun keluar dari rumah lalu pergi ke pangkalan ojek kemudian bertanya kepada tukang ojek.


"Mas! bisa antar saya ke pasar Mas?" tanya Ningsih kepada tukang ojek.


"Bisa Mbak!" jawab tukang ojek.


"TapiMas nya mau ngga nungguin saya belanja karna nanti takut nya saya tidak bisa lagi kembali ke sini." ucap Ningsih.


"Emang rumah Mbak di mana?" tanya tukang ojek, kemudian Ningsih menunjukan rumah Karen dan tukang ojek bilang lagi.


"Kalau rumah keluarga Wijaya, semua orang di kota ini pasti tahu, tinggal sebut saja istana Wijaya maka Mbak pasti bisa kembali lagi kemari." kemudian Ningsih pun mengangguk dan dia pergi ke pasar dengan naik ojek.


Pepatah mengatakan orang jahat teman nya iblis dan benar saja tanpa rencana bahkan sangat kebetulan ketika di pasar saat sedang berbelanja Ningsih melihat seorang ibu-ibu yang berteriak karna sedang ke copetan dan Ningsih pun mendekati wanita itu dan membantu nya berdiri, kemudian mereka duduk di halte bus dan ibu-ibu itu berkata kepada Ningsih.


"Terima kasih Nak' kenal kan nama ibu Isna." ucap Isna memperkenal kan diri.


"Nama saya Ningsih dan ibu pulang nya kemana?" tanya Ningsih.


"Untung ada kamu yang perduli sama ibu,terima kasih ya Na," ucap Isna nya kepada Ningsih.

__ADS_1


"Iya Bu' sama-sama! saya juga baru beberapa hari tiba di kota ini dan saya juga baru hari ini pergi ke pasar, bahkan saya juga tidak tahu alamat saya pulang nanti, tapi tukang ojek bilang saya hanya harus mengatakan istana Wijaya maka semua orang pasti tahu." ucap Ningsih dengan sangat bangga karna dia merasa suami nya pantas di bangga kan, langsung kaget isna mendengar nama Wijaya dan dia pun langsung kepo.


"Ya, semua orang tahu istana Wijaya karna tempat itu sangat terkenal di kota ini, tapi ngomong-ngomong kamu siapa?" tanya Isna penasaran.


"Saya istri kedua nya Narin," sahut Ningsih dengan bangga.


Seolah angin surga sedang bertiup ke arah Isna dan dia sangat bersemangat mendengar kan cerita selanjut nya, dia pun berkata kepada Ningsih.


"Nak' Ibu kehabisan uang dan apakah Ibu bisa pinjam uang untuk pulang ke rumah dan nanti kamu ikut ke rumah ibu kemudian ibu akan bayar hutang ibu kepada mu." bujuk Isna yang ingin jadi akrab dengan Ningsih karna Isna punya rencana untuk memanfaatkan Ningsih dan Ningsih yang terbiasa dengan suasana hutan yang tidak pernah merasa memiliki teman maka dia pun merasa sangat senang ketika dia berfikir dia menemukan teman baru dan tanpa berfikir panjang dia pun mengikuti ajakan Isna.


Kemudian dengan naik taksi Isna membawa Ningsih ke tempat tinggal nya dan awal nya Ningsih ragu untuk masuk ke dalam karna tertulis rumah singgah pesona mutiara dan juga Ningsih melihat di sekitar tempat itu ada beberapa wanita yang berpakaian seksi dan dari dalam keluar Lila yang bertanya.


"Siapa dia Bu!" Isna tidak menjawab pertanyaan Lila dan dia langsung memberikan tas belanjaan nya kepada Lila, Lila pun berteriak.


"Kolin!" tidak lama datang lah Kolin dan Lila menyerah kan belanjaan kepada Kolin kemudian Isna berkata kepada Kolin.


"Baik Nyonya," jawab Kolin, lalu Kolin pergi.


"Ayo masuk," ucap Isna, kemudian Ningsih masuk dan mereka duduk di sofa dan Lila juga ikut duduk.


Tidak lama kemudian minuman pun di antar kan Kolin ke meja dan Ningsih sangat mengagumi Kolin kemudian tanpa sadar dia berkata.


"Sangat cantik wajah mu." Ningsih memandangi Kolin dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan rasa kagum yang sangat banyak.


"Dia adalah wanita andalan kami yang bahkan sudah beberapa kali di sewa sampai ke luar negri." Isna menjelas kan.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Ningsih tidak faham.


"Kolin ini sering di sewa oleh para konglomerat yang menginginkan tubuh nya sebagai pemuas nafsu, Kolin juga seorang pelacur," ucap Isna menjelas kan dan Kolin pun hanya diam karna dia memang seorang pelacur.


"Apakah ibu nya juga seorang pelacur Bu?" tanya Ningsih penasaran karna dia merasa sangat di sayang kan gadis secantik Kolin berakhir di rumah bordil.


"Kami menemukan nya di tempat sampah kemudian merawat nya, pasti karna ibu nya juga tidak menginginkan nya jadi ketika di lahir kan langsung di buang." ucap Lila menjelas kan dan seolah tersambar petir hati Kolin mendengar itu, meski dia sering mendengar tentang asal usul nya dari tempat sampah tapi dia tetap saja tidak bisa mengabaikan rasa sakit itu dan dia bahkan mengutuk ibu nya bahkan hampir setiap hari.


Kemudian Kolin selesai menuangkan minum untuk tamu nya Isna dan dia berlari ke kamar nya kemudian dia menangis sambil mengutuk kekejaman ibu kandung nya yang tega membuang nya ke tempat sampah ketika dia masih bayi.


Kemudian Isna yang kepo mulai bertanya.


"Jadi bagaimana cerita nya kamu bisa menikah dengan pria seperti Narin?" tanya Isna, Lila pun kaget dan memandangi wajah Ningsih yang terlihat sangat ndeso.


Ningsih pun menceritakan kronologi nya dengan jujur, semua nya tanpa meninggal kan satu kisah pun dan Isna memahami kalau Ningsih berniat untuk menyingkir kan Karen dan tentu saja Isna sangat mendukung kehancuran Karen dengan berkata.


"Ibu punya jurus jitu untuk membuat Karen semakin di benci oleh suami mu." ucap Isna.


"Bagaimana cara nya Bu!" tanya Ningsih serius untuk mendengar kan dan Isna memandang ke arah Lila kemudian.


"Tapi jika kamu berhasil maka ibu mau mendapat kan bagian juga dan ibu mau tinggal di istana Wijaya juga." ucap Isna yang berusaha kembali ke rumah itu dengan cara apapun.


"Pasti Bu! saya akan membuat ibu berada di rumah Wijaya jika tujuan saya menyingkir kan Karen nanti berhasil dan yang penting adalah menyingkir kan Karen dari rumah itu." ucap Ningsih dengan menunjukan keserakahan nya untuk memiliki Narin sepenuh nya.


Kemudian Isna pun mengajari beberapa trik dan rencana jahat kepada Ningsih karna Isna memang bahagia di atas penderitaan Karen anak kandung nya sendiri.

__ADS_1


Kemudian Ningsih pun mengerti apa yang harus dia lakukan agar Karen terlihat buruk di mata Narin dan dia berharap bisa segera menyingkir kan Karen.


__ADS_2