
"Tenang kan diri mu sayang," ucap Narin sambil mencium rambut Karen dengan lembut sehingga membuat siapa pun yang melihat nya pasti baper, kemudian Karen berkata kepada Narin.
"Ajak aku ke bar."
"Tapi Karen...!" Narin setengah melarang tetapi Karen menarik tangan Narin dan mereka pun pergi meninggal kan tempat itu, setelah Karen pergi Mita bertanya kepada ibu Sari.
"Aku akan siap kan uang 1,5 M paling lambat besok, jadi suruh Nyonya Montok datang ke rumah Wijaya untuk mengambil nya dan kalau Karen menginginkan restoran ini maka dia akan urus proses jual beli nya nanti, tetapi jika Karen tidak mengurus nya aku rasa tempat ini akan menjadi milik ibu, karna seperti yang ibu tahu! harta keluarga Wijaya banyak, jadi aku ragu Karen tertarik dengan restoran kecil," ucap Mita, kemudian Mita bertanya kepada semua orang.
"Di mana semua barang-barang Karen, berikan pada ku, aku yang akan membawa nya, karna aku rasa Karen tidak akan kembali untuk bekerja lagi di sini," ucap Mita, kemudian setelah 1 jam semua barang Karen sudah di masukan ke dalam mobil, Hanan dan Mita pun meninggal kan tempat itu dan pulang ke istana Wijaya.
Karen mabok di diskotik tapi Narin sengaja tidak minum karna dia ingin menjaga Karen dan setelah Karen pingsan kemudian Narin membawa Karen ke hotel terdekat karna sudah jam 2 malam dan Narin juga sangat mengantuk karna takut tertidur saat menyetir jadi dia tidak bisa berjalan jauh, setiba nya di sebuah hotel kemudian Narin menggendong karen ke kamar dan meletakan Karen di atas kasur, setelah itu Narin duduk sambil memegang pinggang nya dia bergumam.
"Tubuh nya kecil tapi sangat berat." sambil dia memandangi wajah Karen yang sangat dia rindu kan selama ini, Narin kaget ketika Karen tiba-tiba duduk di depan nya dan tidak di duga kemudian Karen muntah kearah Narin dan mengotori pakaian Narin dan juga pakaian Karen, dengan kesal Narin pun membuka baju nya karna baju nya juga kotor, dia juga membuka semua pakaian Karen, mereka pun tidur dalam keadaan telanjang.
Di pagi hari Narin terbangun karna di kaget kan tangan Karen yang melingkar di pinggang nya, sebagai pria normal yang berusia 27 tahun tentu saja Narin merasa ada getaran aneh di dalam hati nya yang belum pernah merasa kan berhubungan intim dengan wanita mana pun termasuk dengan Karen dan tentu saja hati Narin juga di liputi rasa penasaran akan hal seperti itu, kemudian Narin membuka matanya dan memandangi wajah Karen yang masih tertidur, kemudian Karen mengigau dan dia seperti nya sedang bermimpi berciuman sambil Karen memajukan bibir nya bersiap untuk mencium sesuatu yang entah apa, Narin tidak berdaya untuk bergerak dan ciuman Karen mendarat di bibir Narin, hal itu membangun kan Karen dari tidur nya, seketika mata Karen langsung melotot ketika dia sadar bibir nya menempel di bibir Narin, Karen langsung duduk dan berteriak, Narin juga duduk bersandar di ranjang.
"Aaaaaaa......,Apa yang Tuan muda lakukan di sini?" tanya Karen dengan ekspresi terkejut kemudian dia meraba tubuh nya yang masih dalam selimut sambil mengintip tubuh nya kemudian berteriak lagi.
__ADS_1
"Aaaaaa...." Narin menunjuk ke lantai dan berkata.
"Baju mu."
"Aaaa....,aku di perkosa! dasar pria cabul!" ucap Karen sambil memukul dada Narin dan Narin menangkap tangan Karen lalu berkata.
"Dengar Nyonya Wijaya! pertama, aku tidak memperkosa mu karna aku punya harga diri dan juga prinsif yaitu aku hanya akan melakukan dengan izin mu! dan kedua, semalam kamu mabok dan muntah di baju ku, juga di baju mu, jadi aku melepas kan pakaian kita karna pakaian kita kotor, ketiga! ini hotel dan bukan rumah kita sehingga kita tidak bisa memakai pakaian lain jadi dengan terpaksa begini lah kita." Narin menjelas kan dengan setengah berteriak karna dia kesal Karen selalu berfikir Narin memperkosa nya, kenyataan nya Narin selalu berusaha keras menahan diri nya dari ke murkaan Karen dalam hal itu, setelah Karen diam kemudian Narin menelpon Mita.
"Mita! bawa kan baju ganti untuk ku dan juga untuk Karen! nanti aku akan kirim kan alamat hotel dan nomor kamar ku,"
"Baik Ka'!" sahut Mita, kemudian panggilan di tutup dan Mita mengumpul kan barang yang di pinta Narin, notifikasi masuk di ponsel nya lalu dia membuka ponsel nya dan melihat alamat beserta nomor hotel tempat tujuan nya dan dengan di antar Hanan, Mita pun tiba di tempat tujuan lalu dia membunyikan bel.
"Tunggu." Narin pun datang mendekati Karen dan dia menutupi tubuh Karen dengan selimut, hal itu menyadar kan Karen dari lamunan nya dan setelah menutupi tubuh Karen Narin pun berkata.
"Masuk lah." Kemudian Mita dan Hanan pun masuk ke dalam kamar hotel, lalu Mita memberikan pakaian kepada Narin sambil berkata.
"Kaka' ini yang Kaka minta." Narin mengambil tas dari tangan Mita kemudian Narin melirik Karen, kemudian Hanan berkata.
__ADS_1
"Aku dan Mita harus segera berangkat kerja, kalau kami telat nanti bisa di pecat." ucap Hanan sambil dalam bercanda untuk mencair kan suasana, setelah berkata begitu Mita dan Hanan keluar dari kamar mereka dan pergi.
Kemudian Narin mandi dan dia menggunakan pakaian nya tapi Karen masih duduk di ranjang dengan rambut panjang yang tidak di sisir dan acak-acakan persis seperti singa jantan, kemudian Narin menegur nya.
"Karen! pergilah mandi dan ganti pakaian mu lalu kita tinggal kan tempat ini."
"Tuan muda! katakan dengan jujur, apakah semalam tuan memperkosa ku?" tanya Karen serius dan Narin balik bertanya.
"Apakah kamu tahu apa arti nya di perkosa?" sambil wajah Narin mendekati wajah Karen dan nyaris bersentuhan tapi Karen mundur dan dengan polos berkata.
"Aku sering melihat drama ketika wanita di perkosa maka dia akan telanjang dan...," Karen berhenti bicara karna sebenar nya dia juga tidak terlalu faham apa arti nya.
Narin tertawa dan dia berkata dengan serius.
"Aku bukan type pria yang suka memaksa, dan aku hanya akan melakukan nya ketika kamu sendiri yang dengan iklas menawar kan tubuh mu kepada ku, aku berjanji aku tidak akan memaksa mu dengan cara apa pun." kemudian Karen merasa gelisah dan Narin bertanya.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Aku kepanasan dalam selimut," sahut Karen.
"Kalau begitu buka saja selimut nya." sahut Narin, kemudian Karen melihat sekeliling nya dan dengan khawatir dia bertanya.