Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda
Bab 45 Pertemuan kembali.


__ADS_3

Narin kemudian melepas kan masker, topi dan juga kacamata nya, sehingga membuat semua orang terkejut, mereka semua yang berada di dalam juga bergegas keluar untuk melihat langsung bahwa idola mereka sekarang sedang ada di depan mereka secara nyata, Narin memandangi wajah Karen.


"Apa alasan mu menolak restoran ini untuk ku beli?" tanya Narin dengan serius dan dia tidak menunjukan bahwa dia sangat senang melihat Karen.


"Karna...!" Karen bingung dan hanya kata-kata itu yang bisa dia ucap kan.


"Karna...?" tanya Narin lagi.


"Karna aku bekerja di sini!" jawab Karen asal-asalan karna dia juga tidak tahu alasan nya,Narin tersenyum ke arah Mita sambil menutup mulut nya dengan tangan nya, Nyonya montok sangat marah dan berkata.


"Pelayan! jangan ikut campur!" bentak Nyonya Montok kepada Karen sambil mengacungkan telunjuk nya ke wajah Karen, kemudian teman-teman Karen menarik tangan Karen dan ibu Sari juga berkata.


"Karen ayo masuk, biar kan nyonya yang mengurus nya," bujuk ibu Sari tapi Karen menolak.


"Siapa yang kamu sebut pelayan!" bentak Mita sambil menunjuk ke wajah Nyonya Montok karna Mita yang jadi sangat emosi.


"Dia hanyalah seorang pelayan dan bukan pemilik restoran ini, abai kan saja dia! dia tidak penting!" sahut Nyonya Montok dengan sangat gugup sambil mata nya melotot ke arah Karen dengan kode agar Karen diam dan pergi.


Karen menggigit bibir nya sambil memandangi Narin kemudian Narin tersenyum kepada Karen sambil mengangkat alis nya, Karen menjulur kan lidah nya, kemudian Narin mengeluarkan dompet nya lalu membuka dompet nya, kemudian mengambil Poto pernikahan nya dengan Karen dan menyerahkan foto itu kepada Nyonya Montok, dengan bingung Nyonya Montok menerima foto itu dengan tangan yang gemetar, kemudian melihat foto itu lalu melihat ke wajah Karen.


"Wanita yang kamu sebut pelayan itu adalah istri sah ku! wanita yang sudah aku nikahi dan nama nya adalah Nyonya Karen Wijaya Kusuma." ucap Narin dengan tegas dan membuat jantung Nyonya Montok bak tersambar petir.


Semua orang terkejut memandangi Karen kecuali Mita dan Karen hanya mampu menggaruk kepala nya saja, kemudian nyonya montok bersujud di kaki Karen sambil mencium kaki Karen dia berkata.

__ADS_1


"Nyonya maaf kan saya," tapi Karen tidak biasa di perlakukan dengan hormat dan dia merasa risih, kemudian Karen buru-buru naik ke atas meja sambil dia berkata.


"Iya, iya cukup! silahkan ambil sandal ku, tapi jangan ikuti aku ke atas meja!" Kemudian Karen memandangi wajah Narin lalu Karen merangkak ke arah Narin kemudian berkata.


"Kendali kan wanita itu." sambil Karen menunjuk ke arah Nyonya Montok, Narin hanya mampu tersenyum saja karna dia sangat terhibur dengan kelakuan Karen, dia merindukan ke luguan Karen, kemudian Mita berkata kepada Nyonya Montok.


"Maaf nyonya! seperti nya kami butuh waktu memikirkan kembali rencana untuk membeli restoran ini dan nanti kita lanjut kan lagi jika kami sudah membuat keputusan." kemudian Nyonya Montok pun pergi.


Karen duduk santai di atas meja sambil wajah nya menghadap Mita, Karen menceritakan semua masalah yang terjadi dengan restoran itu dan juga tentang ibu Sari, sementara teman-teman Karen hanya terpaku seperti patung sambil memandangi ketampanan Narin dan sebalik nya mata Narin nyaris tidak berkedip memandangi wajah istri nya yang bercerita sambil duduk di meja dengan ke dua telapak kaki nya kearah Narin.


Teman-teman Karen sambil cengengesan mendekati Karen kemudian.


"Karen! Apakah boleh kami berfoto dengan suami mu?" tanya Ani.


Setelah selesai berfoto Narin pun berkata kepada Karen.


"Karen! dalam sebuah pernikahan adalah wajar jika terjadi pertengkaran, tapi sekarang kita hanya hidup berdua saja, ayah kita juga sudah meninggal dunia, jadi aku minta kepada mu jika suatu hari terjadi kesalah fahaman diantara kita, maka kamu bisa menegur ku dan kalau memang aku yang bersalah, aku juga bersedia untuk meminta maaf, Karen ! kamu adalah istri ku dan sekarang hanya kamu satu-satu nya yang aku miliki dan ketika kamu jauh dari ku, bagaimana cara aku untuk menjaga mu?" ucapan Narin menyentuh hati Karen dan Karen mulai baper.


Sari mengalihkan topik pembicaraan.


"Karen! seperti nya nyonya montok sangat malu hari ini." ucap ibu Sari, kemudian Karen memandang ke arah Narin tapi Narin memandang ke arah Mita sambil mengangkat alis nya dan Mita faham maksut nya.


"Karen, bagaimana kalau kita bayar hutang ibu Sari kepada nyonya montok kemudian Ibu sari hanya berhutang kepada kita yang tentu saja tanpa bunga." Mita mengusul kan.

__ADS_1


"Aku lupa!" ucap Karen dengan mendadak.


"Tentang apa?" tanya Mita.


"Aku baru ingat kalau aku kaya, perasaan 50% harta Wijaya adalah milik ku." ucap Karen sambil memandang ke wajah Narin dan Narin pun kemudian tertawa sambil mengambil ponsel nya, kemudian Narin menunjukan kepada Karen tentang rekaman Vidio yang terjadi antara Mita dan diri nya di kamar ayah nya dan melalui rekaman CCTV itu Karen faham situasi nya, Karen pun berteriak.


"Dasar Rico kurang ajar." sambil Karen repleks membanting ponsel Narin ke lantai saking kesal nya Karen dan serpihan ponsel Narin terinjak Hanan, Hanan memunggut ponsel Narin lalu melihat nya kiri dan kanan kemudian Hanan berkata.


"Hancur." ucap Hanan sambil menggoyang kan ponsel Narin di tangan nya.


"Inalillahi!" ucap Narin sambil jari tangan nya memegang kepala nya, kemudian Hanan tertawa.


"Aku lupa! masih ada beberapa Vidio lain lagi." ucap Narin sambil memandangi Karen kemudian Narin melirik Hanan sambil berkata.


"Hanan tunjukan rekaman di tangga kepada Karen." ucap Narin dalam candaan kepada Hanan tapi Hanan justru berkata.


"Curang! kau pasti mau menjadi kan ponsel ku tumbal juga." sambil Hanan menyerah kan ponsel Narin kepada Narin dan Narin pun hanya memandangi saja ponsel mahal nya yang sudah hancur itu.


Kemudian Mita menunjukan rekaman Vidio tentang kematian ayah nya Narin dan juga ayah nya Karen, melihat semua itu Karen menangis sambil berkata.


"Ayah...! kasihan ayah," ucap Karen sambil menangis tersedu-sedu, dalam hati nya dia sangat menyesal karna sudah mengizinkan ibunya dan anak tirinya tinggal bersama keluarga nya.


"Ibu....aaaaaaa...." Karen berteriak sambil menangis karna dia membenci ibu nya kemudian Hanan berkata.

__ADS_1


"Apakah harus kita lapor polisi?" tapi Karen hanya menangis dan tidak mau mengucap kan sepatah kata pun kemudian Narin mendekati nya lalu memeluk nya dan berkata.


__ADS_2