
"Maaf Pa' pencarian pria itu hanya menemukan jalan buntu, karna tanpa alamat yang jelas dan tanpa ada bekal foto seperti nya mustahil bisa menemukan nya, apalagi sekarang sudah 15 tahun, mungkin saja pria itu sudah mati." Romi pun tidak bisa berkata apa-apa lagi dan dia hanya diam sambil bersandar di bangku nya kemudian pria itu bertanya lagi.
"Apakah Bapa' tidak punya lagi petunjuk terbaru misal nya tentang di mana pria itu terakhir tinggal atau siapa saja keluarga nya?"
Romi menggelengkan kepala kemudian berkata.
"Pria itu pergi tanpa meninggal kan petunjuk apa pun, hanya aku dan Sugiyono yang tahu wajah pemulung itu, dan aku masih mengingat wajah nya dengan sangat baik, tapi meski sudah 15 tahun berlalu aku tidak pernah lagi melihat pria itu di semua tempat yang pernah aku datangi,"
Terlihat raut wajah putus asa di tunjukan Romi kepada detektif sewaan nya itu, setelah berkata begitu dia pun kemudian bersandar di bangku nya, tamu nya berkata.
"Baik Pa' saya permisi, semoga anak buah saya berhasil menemukan nya suatu hari nanti," kemudian Romi sendirian dan dia pun mulai melamun.
Keesokan pagi nya, ketika Karen sedang mengepel lantai dia menerima panggilan suara dari nomor yang tidak dia kenal dan tidak ada nama di ponsel nya kemudian Karen menerima panggilan itu.
"Hello,"
"Oooh Hello Nona, nama ku Hannan dan aku mau memesan bunga." jawab penelpon kemudian Karen segera ingat siapa Hanan .
"Maaf Hanan, sekarang aku sudah tidak bekerja di toko bunga lagi," sahut Karen.
"Oooh... maaf! aku tidak tahu dan aku fikir kamu masih bekerja di toko bunga,"
"Tidak, sekarang aku sedang bekerja di tempat lain di Grub Wijaya." Sahut Karen, kemudian dengan suara senang dan bersemangat Hanan bertanya.
"Benar kah? aku juga bekerja di Grub Wijaya,aku sekertaris nya tuan muda Narin." ucap Hanan kemudian Karen bilang.
__ADS_1
"Kalau aku hanya bagian tukang bersih-bersih saja," Karen menjelaskan terdengar tidak percaya diri kemudian Hanan berkata.
"Wah...itu bagian terpenting di perusahaan karna jika kamu dan teman-teman mu tidak ada, lalu apa jadi nya perusahaan ini, pasti akan di penuhi sampah," ucapan Hanan sambil bercanda tapi cukup untuk membangkitkan kepercayaan diri Karen, kemudian Hanan terdiam ketika dia melihat Karen berdiri di depan nya karna memang sejak tadi Hanan menelpon sambil berjalan.
"Hello, Hanan apakah kamu masih di sana?" tanya Karen heran, karna tiba-tiba suara Hanan menghilang.
"Di depan mu." jawab nya.
Karen pun melihat ke depan nya dan dia kaget karna Hanan melambai kan tangan kepada nya kemudian Hanan menutup panggilan lalu setelah itu berjalan mendekati Karen kemudian berkata.
"Makan siang nanti aku akan menunggu mu di kantin di sebrang jalan." pinta Hanan, Karen hanya mampu mengangguk saja karna dia terpesona pada keramahan dan ketampanan Hanan.
Jam makan siang pun tiba Karen menunggu Hanan di kantin dan Hanan datang kemudian mereka pun saling bertukar cerita.
Suatu hari Hanan dan Narin berjalan bersama lewat di depan Karen yang sedang mengepel lantai dan Narin mendengar Hanan berkata kepada Karen.
"Sayang hari ini aku sibuk, kamu makan saja duluan," Karen mengangguk dan di lift Narin bertanya kepada Hanan.
"Apakah wanita itu kekasih mu?" tanya Narin sambil melihat ke wajah Hanan kemudian Hanan tersenyum kepada Narin dan Narin faham arti senyuman Hanan, lalu Narin pun bertanya.
"Apakah kamu tidak pernah sial ketika bersama nya?"
"Tidak! mengapa?" tanya Hanan heran.
"Tidak ada." Jawab Narin cuek, kemudian sampai di tempat tujuan mereka pun berpisah melakukan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
Ketika Narin sedang bekerja, dia melihat kabel listrik di ruang kerja nya rusak dan berbahaya jika tersentuh bisa kesetrum kemudian Narin menelpon Hanan lalu berkata.
"Hanan, nanti sore suruh bagian perbaikan listrik untuk memeriksa kabel listrik di ruangan ku karna seperti nya sedang bermasalah."
"Ok!" Jawab Hanan kemudian Narin menutup panggilan dan melanjut kan pekerjaan nya.
Siang itu Narin pergi ke sebuah toko emas dan membeli kalung untuk kekasih nya yang berulang tahun malam ini, setelah tiba di ruangan nya kemudian dia meletakan kalung itu di atas meja nya, lalu Narin pergi ke toilet.
Datang lah Karen yang di suruh pak Romi untuk mengantar kan sebuah file ke ruangan Narin dan Karen pun tergoda untuk membuka kotak merah yang ada di atas meja lalu melihat isi nya yang membuat dia terpesona melihat keindahan kalung itu dan dia tidak tahu kalau Narin ada di toilet jadi dia iseng mencoba memakai kalung itu.
Karen bergaya seperti wanita kaya dengan beberapa pose wanita kaya yang sedang duduk di sofa sambil berbicara ngelantur seperti wanita sombong yang sedang merendah kan orang lain, dan tanpa disadari Karen, ternyata Narin telah keluar dari toilet dan memperhati kan kelakuan Karen dengan sangat bingung karna Narin tidak faham dengan yang dilakukan Karen.
Kemudian Narin berjalan ke meja nya dan melihat kotak perhiasan nya sudah terbuka Narin memegang kotak itu di tangan nya lalu Narin melirik ke pada karen dan dia melihat isi kotak nya ada di leher Karen kemudian Narin pun bertanya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Seketika Karen kaget karna kehadiran Narin di luar dugaan nya, dengan gugup Karen mencari alasan.
"Tuan muda, ini semua tidak seperti yang tuan muda fikir kan."
Kemudian Narin menunjuk ke leher Karen dan Karen pun maju mendekati Narin sambil menjelas kan tapi Narin langsung mundur karna takut sial jika berada dekat dengan Karen maka Narin terus mundur dan Karen tidak berhenti berbicara sambil berjalan maju ke arah Narin.
"Tunggu! berhenti di sana dan jangan mendekat lagi, silahkan kamu ambil seluruh ruangan ini tapi jangan datang ke pojok ini karna aku akan lebih tenang jika sendirian di pojok ini." ucap Narin setengah memohon, tapi Karen tidak mau kalah dia semakin berusaha menjelaskan sambil terus mendekati Narin yang terus berjalan mundur.
"Saya hanya mencoba nya tuan saya juga tidak berniat untuk mencuri nya, saya hanya meminjam nya kemudian memakai nya sebentar dan jika saya berniat mencuri maka saya tidak akan berada di sini pasti saya sudah lari sejak tadi, saya juga tidak mungkin berani mencuri di tempat saya bekerja saya bersumpah tuan bahwa saya bukan pencuri saya hanya meminjam tolong percaya lah kepada saya tuan,"
__ADS_1